30 April 2026
HomeBeritaKesraKetrampilan dan Budaya Digital Dibutuhkan di Kehidupan Masyarakat

Ketrampilan dan Budaya Digital Dibutuhkan di Kehidupan Masyarakat

SHNet, Palangkaraya– Perkembangan digital yang semakin canggih membuat suatu fenomena baru di dalam kehidupan masyarakat, di mana kehidupan yang awalnya bersifat tradisional lambat laun bergerak menuju modern.

Dengan demikian, diperlukan keterampilan serta budaya digital untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Demikian yang mengemuka dalam webinar bertema “Tips dan Trik Cek Berita Palsu di Dunia Digital”, Senin (1/8), di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Hadir sebagai narasumber adalah Ketua Bidang Ekonomi Digital dan UMKM Sobat Cyber Indonesia Muhammad Miqdad Nizam Fahmi; Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Muhajirin Purwakarta dam LP3I College Purwakarta Dian Ikha Pramayanti; dan Bambang Eka Purnama selaku Ketua Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia.

Dalam webinar tersebut, Muhammad Miqdad Nizam Fahmi menjelaskan sejumlah program yang dikeluarkan oleh Kominfo dalam rangka menyelenggarakan ‘Internet Sehat dan Aman dengan Pengaturan Konten Negatif’, diantaranya yaitu TRUST+Positif, pembentukan sistem whitelist, serta pembentukan forum penanganan situs internet bermuatan negatif. Kemudian, ia melanjutkan pemaparannya mengenai bahaya internet, salah satunya phishing (pencurian identitas).

“Tujuan spam itu ada tiga, yaitu sekedar iseng, penipuan, dan promosi. Kalau sekedar iseng menurut saya lebih kearah negatif sih. Nah kalian perlu diperhatikan kalau spam yang bertujuan penipuan, seperti mendapat uang 20 juta atau 2 milyar,” ujarnya.

Terkait etika digital, Dian Ikha Pramayanti menuturkan dampak dari ketidakpahaman akan multikulturalisme dan pemahaman Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, salah satunya yakni tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan pelanggaran privasi di ruang digital. Materi dilanjutkan oleh Dian dengan menyampaikan contoh praktik budaya di Indonesia, dimana dalam bahasa Sunda, misalnya, kata “atos” memiliki makna “selesai” sedangkan bagi orang Jawa memiliki makna “keras”.

“Dunia digital adalah dunia kita sekarang ini. Mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi, tempat kita bertumbuh kembang, sekaligus tempat dimana kita sebagai bangsa hadir dengan bermartabat,” pesannya.

Pada sesi terakhir, Bambang Eka Purnama menyatakan perubahan fenomena yang terjadi di era digital ini, seperti banyaknya iklan UMKM yang tayang di IG Ads, Youtube Ads, FB Ads, dan Google Ads dalam 3 bulan terakhir. Bambang menekankan bahwa apabila kita ingin terlihat hebat, maka kita harus menghebatkan orang lain.

Kemudian, ia turut menggarisbawahi pentingnya koneksi dalam menunjang karier, dimana merekalah yang dapat membantu kita dalam mencari pekerjaan nantinya, jadi bukan hanya sekedar mengandalkan pengetahuan yang kita miliki saja.

Bambang mengatakan, “Dahulu, guru/dosen ada ditengah dan peserta didik/mahasiswa ada di sekitarnya. Namun sekarang peserta didik yang ada di tengah-tengah, dia bisa berselancar dengan bebas dan sekarang mereka bisa kuliah di Harvard atau MIT dan itu bisa di transfer kreditnya.”

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU