SHNet, KLATEN — Komisi VII DPR RI mengapresiasi komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan yang dilakukan PT Tirta Investama. Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Aqua itu dinilai telah ikut menjaga lingkungan dengan membangun sumur resapan serta proses daur ulang penggunaan plastik.
“Kami mencatat adanya sejumlah praktik baik, khususnya dalam pengelolaan limbah plastik dan upaya konservasi air, termasuk pembangunan sumur resapan dan penyediaan akses air bersih bagi masyarakat,” kata salah satu anggota panitia kerja (panja) AMDK, Eva Monalisa di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Penilaian itu dia ungkapkan usai melakukan kunjungan ke pabrik Aqua di Klaten pada Kamis (9/4/2026) lalu. Kunjungan Panja AMDK Komisi VII DPR RI ke Klaten bertujuan memastikan bahwa seluruh pelaku industri AMDK menjalankan usaha sesuai dengan prinsip keberlanjutan, kepatuhan terhadap regulasi, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.
“Hal ini perlu menjadi standar yang diterapkan secara merata oleh seluruh pelaku industri, bukan hanya oleh satu perusahaan,” tambahnya,
Selain pengelolaan limbah, panja juga menyoroti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya terkait akses air bersih bagi masyarakat sekitar. Eva mengatakan, perusahaan tersebut sudah membangun sejumlah sumur yang kini dimanfaatkan warga di beberapa desa.
“Itu ada 3 sampai 4 desa di sekitaran sumber mata air digali sumur tersendiri oleh Aqua agar bisa dimanfaatkan warga dan itu menjadi program CSR yang benar-benar menyentuh masyarakat sekitar,” katanya.
Eva mengatakan, dalam aspek pengelolaan sumber daya air, pengawasan debit air dilakukan melalui sumur pantau. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melanjutkan, hal ini dilakukan guna mencegah potensi eksploitasi air secara berlebihan serta penurunan muka tanah.
“Jadi isu eksploitasi air itu tidak ada karena kami melihat sendiri saat berkunjung ke pabrik, sumber air, hingga sumur pantau mereka,” katanya.
Eva menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya air, agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan serta tetap menjaga keseimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Panja rencananya tidak hanya berkunjung ke Aqua tetapi juga kepada seluruh pelaku usaha AMDK di Indonesia agar ikut berperan serta untuk menyelesaikan masalah yang ada saat ini.
“Ke depan, kami akan mendorong adanya penguatan regulasi dan standarisasi nasional agar seluruh industri AMDK memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menegaskan komitmen perusahaan berkenaan dengan konservasi. Dia mengatakan, Aqua berkolaborasi dengan BRIN sejak 2021 untuk memvalidasi dampak positif pengelolaan air menggunakan metode Volumetric Water Benefit Accounting (VWBA).
Kerja sama ini dilakukan agar memastikan inisiatif konservasi seperti sumur resapan dan penanaman pohon dapat mengembalikan lebih banyak air ke alam daripada yang digunakan untuk produksi guna mencapai target Positive Water Impact 2030.
Sedangkan dari sisi kemasan, Vera mengatakan bahwa Aqua memakai galon guna ulang. Selain ramah lingkungan, dia mengungkapkan, penggunaan galon guna ulang juga lebih hemat energi dan lebih sedikit dalam penggunaan virgin plastik sebagai pembentuk kemasan baru.
“Mengenai kualitas galon guna ulang, kami saat ini ada dua kemasan yakni polikarbonat dan PET. Dua-duanya memenuhi standar keamanan yang sama dan juga dimonitor sampai kapan bisa digunakan kembali dan kapan kembali ke pabrik,” katanya. (Riz)

