13 March 2026
HomeBeritaKonrad Adenauer Stiftung Jajaki Kerja Sama dengan ATVI-IMDE

Konrad Adenauer Stiftung Jajaki Kerja Sama dengan ATVI-IMDE

SHNet, Jakarta-Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung Indonesia, Dr. Denis Suarsana dan Program Koordinator Konrad-Adenauer-Stiftung Indonesia, Ari Dharma Stauss menerima undangan audiensi sekaligus kunjungan ke Kampus ATVI-IMDE, Selasa (10/09/2024).

Kunjungan trsebut diterima para pimpinan ATVI-IMDE yakni, Direktur ATVI, Totok Amin Soefijanto, Wakil Direktur Akademik, Ciptono Budisetyo, Wakil Direktur Non Akademik, Rewindinar dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) ATVI, Ratih Damayanti.

Pertemuan diisi dengan diskusi mengenai perkembangan perindustrian media di Indonesia serta memperkenalkan ekosistem bisnis yang dimiliki Emtek Group, terutama Akademi Televisi Indonesia (ATVI)–yang telah bertransformasi menjadi Institut Media Digital EMTEK (IMDE).

Direktur ATVI, Totok Amin Soefijanto mengatakan, ATVI-IMDE selain membuka pendaftaran bagi mahasiswa umum, juga pemberian beasiswa bagi keluarga karyawan EMTEK Group yang jumlahnya cukup banyak.

“Jadi institusi kami terbuka untuk karyawan Emtek Group dan juga publik. Jadi saya dapat mengatakan bahwa kami adalah satu-satunya Grup dalam naungan Emtek yang berupaya menyelenggarakan program pendidikan tinggi yang menekankan praktik kerja untuk meningkatkan keterampilan di bidang studi industri khususnya dunia mediadi Indonesia. Dengan Prodi baru, cakupan bidang pendidikan lebih luas lagi ke kajian film, televisi dan media, seni pertunjukan, dan bisnis digital,” papar Totok.

Sementara Wakil Direktur Non-Akademik ATVI-IMDE, Rewindinar mengatakan,ATVI-IMDE ini tentunya memiliki peran penting sebagai pusat ekosistem Emtek Group dalam menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki pengalaman bekerja langsung dalam dunia industri.

Sedangkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) ATVI, Ratih Damayanti pun menjelaskan bahwa, “Program studi S1 Bisnis Digital dibuka untuk merespons perkembangan pesat bisnis digital dan tingginya minat generasi muda untuk berbisnis dalam membangun startup serta bisnis digital lainnya.” Ratih Damayanti pun menambahkan “Program lainya seperti S1 Kajian perfilman juga hadir karena adanya minat generasi muda yang cukup tinggi terhadap perfilman dan juga melihat adanya peluang permintaan dalam industri kreatif perfilman yang dinamis saat ini”.

Setelah perkenalan dilakukan, dilanjutkan dengan diskusi bersama. Dalam diskusi ini Dr. Denis Suarsana, Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung Indonesia menceritakan bahwa “Salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara Indonesia dengan Jerman, menurut perspektif saya adalah karena Indonesia sendiri semakin terintegrasi secara digital. Hal ini dapat dilihat dari dinamika iklan digital yang lebih beragam dan inovatif di Indonesia, karena secara khusus menyasar target pasar yang berbeda dibandingkan dengan Jerman,”paparnya.

Strategi Responsif

Target pasar di Indonesia sendiri kata Denis,  didominasi oleh populasi generasi muda, sedangkan Jerman memiliki target pasar yang di dominasi populasi generasi tua. Sebenarnya perbedaan ini tidak menunjukkan kekurangan, melainkan lebih pada perbedaan pendekatan dalam strategi pemasaran digital, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik target audiens masing-masing negara. Oleh karenanya Indonesia dengan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, telah mengadopsi strategi yang lebih responsif terhadap tren baru, sementara Jerman mungkin cenderung lebih konservatif dalam pendekatan ini.

“Jadi sangat mengesankan melihat ada cara berpikir yang sangat strategis di balik itu di Emtek, salah satunya adalah anda memiliki institusi pendidikan sendiri dalam melatih generasi muda yang bisa bekerja di dunia industri dan menjadi profesional bisnis digital nantinya,” tambah Denis.

Setelah diskusi bersama selesai, para pimpinan ATVI-IMDE mendampingi Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung Indonesia, Dr. Denis Suarsana dan Program Koordinator Konrad-Adenauer-Stiftung Indonesia, Ari Dharma Stauss untuk melakukan tour keliling studio Indosiar yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Kampus ATVI-IMDE. (Jihan)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU