16 February 2026
HomeBeritaLakukan Sweeping, 150 Orang Sempat Diamankan Polisi

Lakukan Sweeping, 150 Orang Sempat Diamankan Polisi

Pasca Tewasnya Mahasiswa Unitri Malang

SHNet, Malang – Sebanyak 150 orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan polisi, di kawasan Lowokwaru Kota Malang, Minggu (25/6) malam. Mereka diangkut dalam dua unit truk milik Polres Malang Kota, untuk mengantisipasi gangguan keamanan pasca tewasnya Keisnael Murri (23) warga Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu dini hari.

Massa yang rata-rata berstatus mahasiswa itu diamankan, ketika melakukan sweeping di sejumlah tempat dan rumah kos-kosan di kawasan sekitar kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Tegalgondo Kab Malang. Mereka mencari terduga pelaku pengeroyokan, hingga menewaskan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) itu.

“Totalnya ada kurang lebih 150 orang. Mereka itu coba sweeping mencari pelaku, tetapi sudah dibubarkan. sekarang mereka dilokalisir di Gotong Royong untuk melihat temannya yang meninggal itu, di rumah duka,” terang Kapolres Malang Kota Kombes Budi Hermanto, Senin (26/6).

Mengantisipasi aksi sweeping lanjutan, Polresta Malang akan meningkatkan patroli keamanan di beberapa tempat seperti kampus, asrama, kosan dan objek vital lainnya. Sebanyak 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) dikerahkan mengamankan kelurahan Tlogomas Kec. Lowokwaru. Personil tersebut juga didukung petugas gabungan dari Kodim dan Satpol PP.

“Masyarakat agar tidak mudah terpancing atas informasi yang beredar,” harap Budi.

Kapolresta Malang menambahkan, pihaknya juga memberikan bantuan secara penuh kepada Polres Malang untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut . “Yang paling utama, kita bantu Polres Malang mengungkapkan pelaku pembunuhan itu,” tandasnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Malang Kompol Muhammad Bagus Kurniawan membenarkan, ada aksi oknum-oknum yang melakukan sweeping di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Malang, usai pembunuhan di Tegalgondo kec. Karangploso, Kabupaten Malang. Aksi tersebut membuat warga masyarakat merasa terancam, karena mereka membawa senjata tajam (sajam).

“Informasinya demikian (ada sweeping), tapi masuk wilayah Polres Malang Kota. Jadi saya tidak bisa memberikan banyak keterangan,” tutur Bagus, Minggu (25/6) malam.

Menjaga situasi tetap kondusif, Polres Malang telah menyiagakan dua pleton dari Batayon B Brimob Ampeldento Pakis Malang. Pasukan ini di sebar di Polsek Karangploso dan Polsek Dau. “Kita juga sesegera mungkin melakukan pengungkapan (atas kasus pembunuhan tersebut). Tujuannya agar masyarakat menjadi lebih tenang,” imbuhnya.

Disisi lain, pihaknya juga melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat Indonesia Timur yang ada di Malang, agar konflik tersebut tidak melebar.

Kronologis Tewasnya Korban

Keisnael Murri (23) warga Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ditemukan dalam kondisi tertelungkup bersimbah darah, di belakang kampus III UMM, pada Minggu dinihari. Mahasiswa Unitri ini diduga merupakan korban pengeroyokan di sebuah kafe, tak jauh dari lokasi jasad korban ditemukan

Hasil investigasi awal, diketahui korban menerima undangan perayaan kelulusan seorang temannya di sebuah kafe yang berada di belakang kampus III UMM.

“Awalnya korban datang ke perayaan itu pada Sabtu (24/6) sekitar pukul 21.00 wib. Kemudian korban sempat pamit pulang dengan seorang temannya,” jelas Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik.

Ketika korban berboncengan dengan seorang temannya, hendak keluar dari areal parkir kafe, tiba-tiba dari dalam kafe ada yang meneriaki korban. Belum diketahui apa motif teriakan tersebut. Setelah itu korban dan temannya dikejar, sepeda motornya ditarik dari belakang sehingga korban dan rekannya terjatuh. keduanya lantas dikeroyok beramai-ramai oleh sekitar 6-7 orang . Rekan korban berhasil melarikan diri dan bersembunyi di bawah sebuah jembatan. Sedang korban menjadi bulan-bulanan para pengeroyok, hingga tewas dengan sejumlah luka tusukan benda tajam.

Warga yang menemukan jasad korban tergeletak di belakang kampus UMM itu segera melapor ke Polsek Karangploso. Jasad korban kemudian di evakuasi ke kamar jenasah Rumah Sakit Saidul Anwar Malang untuk di otopsi.

Kabar meninggalnya Keisnael Murri segera menyebar kepada teman-temannya. Di duga tak terima, teman-teman korban lalu mendatangi kafe, hingga terjadi keributan. Sedikitnya dua kafe porakporanda. Kursi dan meja berantakan, pecahan kaca berserakan.

Tak berhenti sampai di situ, teman-teman korban kemudian melakukan sweeping mencari para pelaku pengeroyokan ke sejumlah tempat dan rumah kos di kawasan Joyo Utomo dan Jetis di Kabupaten Malang, maupun di Tlogomas Kota Malang. (Eka Susanti)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU