Penguatan Literasi Digital
SHNet, DEPOK – Upaya memperkuat publikasi kegiatan lingkungan berbasis masyarakat dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Bikin Konten Keren dan Mudah: Pelatihan Konten Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Publikasi Program Kampung Iklim RW 03 Kelurahan Bojongsari”.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ini berlangsung di Saung ProKlim RW 03 Kelurahan Bojongsari, Kota Depok, dan diikuti oleh pengurus ProKlim, pengelola Bank Sampah Pondok Lestari, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat.
Pelatihan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil social mapping yang menemukan bahwa Program Kampung Iklim (ProKlim) RW 03 memiliki aktivitas lingkungan yang aktif, namun belum didukung oleh publikasi digital yang optimal.
Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan peretasan akun media sosial lama sehingga dokumentasi kegiatan lingkungan tidak lagi dapat diakses. Menjawab kebutuhan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengelola media sosial melalui pemanfaatan Canva, ChatGPT, dan CapCut untuk menghasilkan konten edukatif dan menarik.
Ketua RW 03 sekaligus Ketua ProKlim, H. Sapri Razak, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan bekal baru bagi pengurus dan generasi muda untuk mendokumentasikan berbagai aktivitas lingkungan yang selama ini telah berjalan dengan baik.
“Selama ini kegiatan lingkungan sudah rutin dilakukan, tetapi belum terdokumentasikan secara maksimal. Melalui pelatihan ini kami berharap publikasi ProKlim semakin aktif sehingga dapat menginspirasi masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi, tapi juga mempraktikkan secara langsung pembuatan konten media sosial, penyusunan caption berbasis AI, hingga produksi video pendek mengenai kegiatan bank sampah, pertanian, dan perikanan yang menjadi bagian dari Program Kampung Iklim RW 03. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi kelompok dan praktik lapangan yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Ketua Tim Pengabdian, Haura Asqo Balqis, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan kreativitas masyarakat, melainkan sebagai alat bantu agar proses produksi konten menjadi lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
“Kami ingin masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola media sosialnya sendiri sehingga berbagai praktik baik di lingkungan RW 03 dapat terdokumentasikan dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan berupa tripod dan mikrofon sebagai perangkat pendukung produksi konten digital. Selain itu, pengurus ProKlim mulai mengaktifkan akun Instagram resmi baru @proklimrw03_bojongsari sebagai media publikasi kegiatan lingkungan.
Masyarakat yang masih mengikuti akun lama @proklimrw03pondokraya diimbau untuk beralih mengikuti akun resmi terbaru dan melaporkan akun sebelumnya karena telah mengalami peretasan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan literasi digital masyarakat semakin meningkat sehingga Program Kampung Iklim RW 03 Kelurahan Bojongsari tidak hanya menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, tetapi juga mampu membangun komunikasi publik yang lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi digital. (Non/Red*)

