1 May 2026
HomeBeritaPariwisataPameran Gemah Ripah, Komitmen Sarirasa Melestarikan Budaya Indonesia

Pameran Gemah Ripah, Komitmen Sarirasa Melestarikan Budaya Indonesia

SHNet, Jakarta– Memperingati HUT ke-50, Sarirasa, perusahaan kuliner terkemuka di Indonesia, menggelar Pameran Gemah Ripah di Atrium Senayan City, Jakarta, 9-11 Agustus 2024.

Sebelumnya, pada 21 Juli 2024, Sarirasa sukses menggelar “Semesta Rasa”.

“Perayaan ulang tahun ke-50 kami bukan hanya perayaan pencapaian masa lalu, tetapi juga bukti komitmen kami yang tak tergoyahkan untuk melestarikan, mengangkat, dan mempromosikan budaya serta kuliner Indonesia. Melalui pameran Gemah Ripah dan berbagai inisiatif kami, kami bertujuan untuk menghormati warisan kami, merangkul modernitas, dan menginspirasi generasi mendatang. Kami sangat bersemangat untuk berbagi perjalanan ini dengan semua orang dan melanjutkan warisan keunggulan kami,” kata Benny Hadisurjo, CEO Sarirasa Group.

Koleksi kain-kain tenun Sarirasa Origin (SHNet/Stevani)

Puncak acara menghadirkan sesi tentang diplomasi budaya, dipandu oleh Josephine Komara (Obin) dan Benny Grata dari Sarirasa Origin.

Benny Hadisurjo mengaku prihatin
melihat budaya Indonesia yang tak jarang tergerus bahkan hilang.
Padahal, value dari budaya itu merupakan ciri khas negara kita. “Kita harus temukan bagaimana culture itu bisa diangkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sarirasa sejak lama memang bergerak dikuliner. Menurutnya, kuliner tradisional sangat erat dengan budaya.

(Dok. SHNet/Stevani)

Namun, dalam perjalanannya, Sarirasa tidak hanya mengangkat kuliner, tetapi beragam koleksi kain tenun, wayang, buku-buku komik dan keramik yang ada di Sarirasa Origin.

Untuk tenun Indonesia, koleksi Benny ada 1861 kain tenun. Kain-kain tenun tersebut dia koleksi sejak 5 tahun yang lalu, mulai dari Sumatera hingga Maluku.

Bahkan kain-kain tenun koleksi Benny ini ada yang dari abad ke-19 sampai abad ke-21.

“Benny ini yang menyelamatkan kain-kain tenun Indonesia yang hampir punah,” kata Josephine Komara (Obin).

Obin selaku pemilik Bin House dari tahun 1979 melakukan rangkaian terobosan.

“Dari tahun 1979-1989, saya kerjakan tenun. Thn 1989 kita buat sutra tenun tangan Indonesia dan di atasnya batik. Saya tidak lakukan itu untuk alat diplomasi tetapi panggilan hati saya,” kata Obin.

Obin berbicara tentang peran seni tradisional seperti batik dan wayang sebagai alat diplomasi yang efektif dalam memperkuat hubungan internasional.

Desain tenun khusus untuk memperingati ulang tahun ke-50 Sarirasa diungkapkan, mencerminkan komitmen perusahaan dalam melestarikan warisan budaya.

(Dok. SHNet/Stevani)

Benny Grata menutup sesi dengan memperkenalkan inisiatif Sarirasa Origin, yang berfokus pada pelestarian dan promosi budaya Indonesia melalui program-program dan kolaborasi dengan seniman lokal.

Dengan ini, Sarirasa Group tidak hanya menyajikan kuliner berkualitas, tetapi juga berperan sebagai duta budaya yang membawa cita rasa dan nilai-nilai autentik Indonesia ke panggung global.

“Sarirasa origin divisi budaya memiliki koleksi 1861 kain tenun, 180 wayang Cina Jawa. Buku-buku komik berjumlah 1790. Koleksi-koleksi ini kita informasikan ke dalam data base elektronik,” ujar Benny Grata. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU