Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
SHNet, JAKARTA – Penampilan Jennifer Quinn Effendi langsung memikat pada pertandingan hari pertama Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, Rabu (10/6). Pegolf junior Indonesia ini mencetak 66 pukulan atau 6-under. Dia memimpin leaderboard sementara girls division, unggul 1 pukulan dari Kanyarak Pongpithanon (Thailand).
“Sejujurnya, saya sama sekali tidak mengira bisa bermain 6-under hari ini. Skor ini menjadi yang terbaik selama saya mengikuti kejuaraan ini. Pukulan approach saya hari ini sangat tajam. Selain itu, putting saya juga sangat bagus sehingga membantu saya mendapat skor 6-under,” kata Quinn usai pertandingan. Pegolf asal Jawa Timur ini mencetak tujuh birdie dan satu bogey.
Walaupun usianya masih belia, 13 tahun, permainan Quinn sangat stabil. Berkompetisi dengan para pegolf dari berbagai negara dan usianya lebih senior tidak membuatnya takut. Dia justru semakin semangat dan senang dapat berpartisipasi di turnamen yang sudah diselenggarakan sejak 32 tahun silam ini. Yang mengejutkan, saat ini Quinn tidak punya pelatih.
“Sejauh ini saya belajar golf melalui YouTube. Saya suka melihat dan mempelajari swing Nelly Korda. Swing-nya sangat bagus dan menginspirasi saya untuk mengikuti permainannya,” ungkapnya. Tentu Quinn masih harus berjuang untuk mempertahankan posisi teratas. Dua pegolf Thailand, Kanyarak dan Marisa Tojai tidak dapat diremehkan.
Mereka terinspirasi untuk mengikuti jejak para pegolf Thailand yang cukup banyak menjuarai turnamen ini, termasuk Prim Prachnakorn yang tahun lalu menjadi juara girls division. Kanyarak mencetak 67 pukulan dan Tojai 69 pukulan atau 5-under.
“Saya sudah melihat nama-nama mereka di trofi dan pastinya keberhasilan mereka ikut menjadi inspirasi buat saya untuk mengikuti langkah mereka. Saya sangat senang bisa mengikuti turnamen internasional seperti ini dan senang bisa bermain bersama para pegolf dari negara lain,” kata Kanyarak, pegolf berusia 16 tahun.

Persaingan pada boys division juga sama ketatnya. Warut Boonrod dari Thailand memimpin leaderboard sementara dengan 66 pukulan atau 6-under. Rekan senegaranya ParinSarasmut menyusul di peringkat kedua, ties dengan Noah Lundskaer (Denmark) dengan selisih dua pukulan. Posisi keempat ditempati oleh Nate Johnson (Australia).
“Saya suka lapangan ini, meskipun bisa saya bilang ini bukan lapangan yang mudah. Ini lapangan yang indah. Fairway dan green berada dalam kondisi yang keras,” kata Boonrod. Walaupun mencetak hasil terbaik, pegolf berusia 18 tahun ini tak mau jemawa. “Saya pikir yang paling penting adalah bisa benar-benar menikmati dan senang dengan permainan saya sendiri”. Dia mencetak birdie berturut-turut di hole 10 dan 11.
Bagi Noah ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti turnamen di Asia. Walaupun harus banyak melakukan adaptasi, permainannya tidak mengecewakan. “Sebelumnya, saya pernah mengunjungi Thailand untuk berlibur bersama keluarga, tapi ini pertama kalinya saya bertanding dan mengikuti kompetisi di Asia. Kondisinya sangat berbeda dibandingkan Denmark, di sini sangat panas dan iklimnya sangat berat di sini. Dan rumput serta green-nya juga sangat berbeda dengan yang ada di Denmark sehingga menuntut saya untuk bisa beradaptasi dengan baik,” ungkapnya.
Pegolf Denmark lainnya Christian Hansen dan Elbert Kim (Australia) menyusul di posisi T5 dengan masing-masing mencetak skor 70 atau 2-under. Eugene Emmanuel Tanyongjaya, pegolf Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) menjadi pegolf Indonesia yang mencetak hasil terbaik.
Dia menempati peringkat T7 dengan skor 71 atau 1-under, ties dengan Nguyen Trong Hoang (Vietnam), Shinichi Suzuki (Filipina), Sang Hyunjun (Korea Selatan), Kyle Johnson (Namibia), dan Jaeho Han (Korea Selatan).
“Saya akan berusaha untuk menjaga permainan di hole-hole par 5 dengan lebih baik soalnya ada hole par 5 yang kurang bagus hari ini, saya dapat satu bogey. Jadi, saya akan lebih manage di hole-hole par 5,” kata Eugene tentang strateginya di hari kedua Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026.
Pada development division, pegolf-pegolf Jepang menguasai puncak leaderboard sementara. Hosono Yamato memimpin kelompok boys dengan 70 pukulan atau 2 di bawah par, disusul Shota Suda yang bermain par 72 pukulan. Sumire Andau dan Yuna Sasaki ties di peringkat T1 kelompok girls bersama Amira Permadi, pegolf asal Indonesia. (Non)

