SHNet, Jakarta- Legislator dari Partai Gerindra, Himmatul Aliyah menegaskan, kita harus terus-menrus belajar tiada henti dan diselingi update diri agar tak tertinggal dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prinsip ini juga sesuai dengan ajaran Islam, belajar sepanjang hayat.
Penegasan Himmatul Aliyah ini dikemukakan saat diminta moderator menanggai tema Temu Pendidik Nusantara (TPN) ke-X yaitu “Tumbuh Berkelanjutan, Perubahan Pendidikan Melampaui Ruang Kelas” dalam forum diskusi sekaligus pembukaan TPN X di Aula Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (28/05/2023).
Sebagai anggota DPR, Himmatul Aliyah menyambut baik kegiatan TPN yang kini sudah tahun ke-X, sebab untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan SDM Indonesia yang lebih berkualitas memang dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.
Sementara itu pada sesi diskusi, ketika menjawab pertanyaan seorang guru Bahasa Inggris dari Depok, Rosiana Damanik mengenai peran legislator dalam membantu meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan guru, Himmatul Aliyah yang memang ditugaskan partainya di Komisi X bidang pendidikan mengungkapkan, dirinya terus-menerus berjuang untuk kepentingan guru.
“Lewat perdebatan sengit di DPR, kita terus memperjuangkan nasib guru,misalnya soal pengangkatan guru honorer yang sudah puluhan tahun mengajar, tapi karena karena kalah voting, ya kita harus terima para honorer harus mengikuti test lagi untuk diangkat menjadi PNS,” katanya.
Selain Himmatul Aliyah dalam pembukaan TPN ke-X ini hadir sebagai narasumber . Bukik Setiawan (Ketua Yayasan Guru Belajar) dan Susiana Manisih (Pengawas Kanwil Jakarta). Sedangkan Wakil Ketua Komisi X, DPR RI dari Fraksi Golkar Hetifah Sjaifudian yang juga diundang sebagai narsum tapi berhalangan hadir.
Sementara Ketua Yayasan Guru Belajar, Bukik Setiawan yang menggagas tema “Tumbuh Berkelanjutan, Perubahan Pendidikan Melampaui Ruang Kelas” menceritakan, pendidikan berkelanjutan itu sangat penting mengingat pelangalaman selama ini, seolah pendidikan berhenti usai ujian . Padahal ujian yang sebenarnya adalah di masyarakat, ketika siswa selesai ujian di sekolah.
Bukik juga mengungkapkan, dalam proses pembelajaran, ketika peserta didik diberi kepercayaan penuh, maka dia akan lebih bertanggungjawab. Artinya, peran siswa atau peserta didik sangat sentral, di samping peran guru yang juga sangat penting .

Para pendidikn yang hadir dalam pembukaan TPN X di Aula Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (28/05/2023).
Budaya Refleksi
Sedangkan Susiana Manisih, Pengawas Kanwil Jakarta mengatakan soal tema TPN ke –X ini memang sangat relevan. Disebutkan, jika ingin tumbuh berkelanjutan, maka harus ditumbuhkan budaya refeksi, sehingga kita harapkan dari refleksi itu ada umpan balik yang positif dari para guru.
“Sebagai pengawas, saya sudah melakukan tugas itu yakni bagaimana pengawasan dilakukan agar proses belajar bedampak positif bagi murid,” aku Susiana.
Seperti dieketahui, TPN pertama kali dilaksanakan pada 2014 dengan mempertemukan guru, kepala, pengawas sekolah, serta pemangku kepentingan ekosistem pendidikan lainnya.
Pada tahun 2023 TPN hadir sebagai forum tahunan yang memfasilitasi unjuk karya penggerak perubahan pendidikan melalui tantangan praktik baik, pameran karya, dan apresiasi. Tema TPN 1. “Membangun Kebiasaan Berpikir” dan diikuti 124 peserta. Lalu pada TPN ke-IX pada tahun lalu, yang bertema “Kurikulum yang Memberdayakan Konteks” sudah diikuti 13.144 peserta dan pada TPN ke-X tahun ini pasti diikuti lebih banya lagi peserta. (sur)

