21 January 2026
HomeBeritaPerlu Dengar Masukan Masyarakat, Pemprov Bali Tak Boleh Fokus Hanya Pada Satu...

Perlu Dengar Masukan Masyarakat, Pemprov Bali Tak Boleh Fokus Hanya Pada Satu Jenis Sampah Saja

SHNet, Bali-Permasalahan sampah di Bali tidak efektif jika hanya dilakukan bagian per bagian atau satu jenis saja. Untuk bisa berhasil, Pemprov Bali juga harus melibatkan semua kalangan masyarakatnya termasuk para pelaku usaha.

“Tidak bisa hanya fokus pada satu jenis sampah saja. Penting untuk mengelola  karena berbagai jenis sampah secara komprehensif karena masing-masing jenis memiliki karakteristik dan dampak lingkungan yang berbeda,” ujar I Nyoman Subanda, pengamat kebijakan publik Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Denpasar, Bali.

Dia mengatakan pendekatan yang hanya fokus pada satu jenis sampah, misalnya hanya sampah plastik, akan mengabaikan masalah sampah lain yang juga signifikan, seperti sampah organik yang menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, menurutnya, sampah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan dapat membusuk dan menghasilkan gas metana yang berbahaya serta cairan lindi yang mencemari tanah dan air. “Jadi, dengan pendekatan yang menyeluruh, kita dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha juga penting dilibatkan dalam mengatasi permasalahan sampah, dan tidak hanya kemauan pemerintahnya saja. “Harus ada juga edukasi terus menerus kepada masyarakat bagaimana cara mengolah sampah,” ucapnya.

Dia pun menyarankan beberapa langkah yang harus dilakukan Pemprov Bali dalam mengatasi permasalahan sampah ini. Di antaranya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, memperbaiki infrastruktur daur ulang, dan mendorong penggunaan daur ulang sampah. Selain itu, lanjutnya, penting untuk mengurangi sampah dari sumbernya dan memastikan pemilahan sampah yang efektif.

“Jadi, dalam menangani permasalahan sampah di Bali itu, tidak boleh dilakukan secara gegabah tapi harus mendiskusikannya bersama masyarakat dan pelaku usaha. Diskusi itu kan tempat untuk semua saling mendengar dan saling memberikan masukan,” ucapnya.

Karena, menurutnya, kebijakan itu akan menjadi efektif ketika sebelumnya dilakukan identifikasi masalah terlebih dulu. Selain itu, lanjutnya, kebijakan itu juga harus participation dan citizen first yang menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pembuatannya. “Artinya, kebijakan itu dibuat harus mempertimbangkan dan melibatkan berbagai pihak yang terkena dampak, serta membuka ruang bagi partisipasi aktif masyarakat dan harus merespon problematikanya,” tukasnya.

Senada, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa juga menyampaikan penyelesaian sampah di Bali harus bersifat holistik dan tidak menyasar pada satu kemasan plastik saja. “Sampah itu kan banyak, ada yang organik dan anorganik. Kemasan itu juga tidak air saja, tapi juga ada produk shampo, ada produk minuman lain, macam-macam. Jadi, semua itu harus diperlakukan sama dan tidak tebang pilih,” tukasnya.

Dia menegaskan bahwa sampah di Bali itu tidak hanya disebabkan oleh tumpukan satu jenis limbah semata, tapi berbagai jenis limbah. Karenanya, menurutnya, pengelolaan sampah berbasis daur ulang seharusnya lebih dikedepankan. Kalau memungkinkan, lanjutnya, di setiap kecamatan diberikan atau diadakan mesin pengolah sampah. 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU