22 May 2022
HomeBeritaPunya Tunggakan Utang di Bank Rp900 Juta, Calon Wakil Bupati Ende Terancam...

Punya Tunggakan Utang di Bank Rp900 Juta, Calon Wakil Bupati Ende Terancam Gagal Dilantik

JAKARTA, SHNet – Erikos Emanuel Rede, berpotensi gagal dilantik menjadi Wakil Bupati Ende, karena diketahui memiliki utang kulumatif sebesar Rp900 juta di Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank BPD NTT).

Sebuah surat berkop Bank NTT, Nomor: 40/BANKNTT/KCPW/IX/2021, perihal: Pemberitahuan II, Wolowaru, 13 September 2021, ditujukan kepada Erikos Emanuel Rede.

Erikos Emanuel Rede, diminta tunggakan hutang yang sudah macet selama 4 bulan sejak Juni 2021 – September 2021 diselesaikan pembayaran, ditandatangani Theodorus Lewotan, Kepala Cabang Pembantu Bank NTT Wolowaru.

Dasar  Surat Pemberitahuan II dimaksud, adalah Perjanjian Kredit pada Bank NTT Capem Wolowaru, masing-masing.

Pertama, Nomor  1014013039, tanggal 11 April 2020, plafond Rp200 juta.

Kedua, Nomor 1014013028, tanggal 3 Mei 2020, palfond Rp700 Juta, telah beredar luas dan dikirim kepada Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), tanggal 4 Januari 2022.

Dijelaskan dalam Surat Pemberitahuan II, itu bahwa 2 (dua) Rekening Pinjaman Erikos Emanuel Rede, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, pada Bank NTT Cabang Pembantu Wolowaru, terdapat tunggakan selama 4 bulan, terhitung sejak Juni 2021, sampai dengan September 2021, dengan perincian sebagai berikut.

Angguran per bulan Rp24,593 juta. Setoran dari Bendahara Gaji per bulan Rp10,128 juta (selisih tunggakan per bulan Rp14,465 juta), sehingga total tunggakan selama 4 (empat) bulan sebesar Rp57,861 juta.

Benarkah Erikos Rede beritikad baik?

Disebutkan juga bahwa untuk menjaga nama baik dan demi kebaikan bersama, sangat diharapkan “etikad baik” dari Erikos Emanuel Rede untuk segera menyelesaikan tunggakan tersebut paling lambat 24 September 2021.

Pertanyaannya apakah Erikos Emanuel Rede, masih beritikad baik?

Surat Bank NTT, Calon Pembantu Wolowaru kepada Erikos Emanuel Rede, 13 September 2021, dapat dipastikan tidak ada kaitannya dengan hiruk-pikuk pemilihan Wakil Bupati Ende.

Tetapi murni soal hutang macet. Namun jika ditarik ke momentum Pemilihan Wakil Bupati Ende yang berproses sejak Agustus – Oktober 2021, maka Surat Pemberitahun II Bank NTT Cabang Pembantu Wolowaru, bakal menjadi masalah hukum yang complicated dan berdampak buruk dalam Pemilihan Wakil Bupati Ende.

Dengan memperhatikan surat Kepala Bank NTT, Cabang Pembantu Wolowaru di atas, maka yang perlu dipertanyakan Menteri Dalam Negeri dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende.

Apakah Calon Wakil Bupati terpilih Erikos Emanuel Rede, ketika mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati Ende, tidak sedang tersangkut tanggungan hutang pada Bank Pemerintah, Cq. Bank NTT Cabang Pembantu Wolowaru atau masih tersangkut hutang macet?

Rincian utang Erikos Emuanuel Rede di Bank BPD NTT.

Pengadilan Negeri Ende terlibat

Pertanyaan ini relevan, karena dalam salah satu syarat undang-undang bagi calon Bupati/Wakil Bupati diharuskan “tidak sedang memiliki tanggungan hutang secara perseorangan dan/atau secara Badan Hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan daerah”.

Disertai dengan Surat Keterangan tidak sedang memiliki tanggungan hutang dan seterusnya yang diberikan Ketua Pengadilan Negeri Ende kepada Erikos Emanuel Rede.

Jika Ketua Pengadilan Negeri Ende ketika mengeluarkan Surat Keterangan untuk Calon Wakil Bupati Ende, atas nama Erikos Emanuel Rede, pada masa selama bulan Juni – tanggal 13 September 2021.

Dimana menerangkan Erikos Emanuel Rede “tidak sedang memiliki tanggungan hutang secara per seorangan dan/atau secara Badan Hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan daerah”.

Maka di sinilah timbul masalah hukum yang cukup problematik yang mengancam batalnya Pemilihan Wakil Bupati Ende.

Apa yang diterangkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Ende harus selaras dengan fakta Surat Pemberitahuan II Bank NTT, tanggal 13 September 2021.

Namun jika Ketua Pengadilan Negeri Ende mengeluarkan Surat Keterangan yang bertolak belakang dengan posisi hutang macet Erikos Emanuel Rede, bahkan berimplikasi melahirkan peristiwa pidana “Membuat Surat Keterangan Palsu”, maka baik  Erikos Emanuel Rede maupun Ketua Pengadilan Negeri Ende, harus dimintai pertanggungjawaban pidana.

Karena copy surat Bank NTT Nomor: 40/BANKNTT/KCPW/IX/2021, Perihal Pemberitahuan II, tertanggal, Wolowaru, 13 September 2021, ditujukan kepada Erikos Emanuel Rede.

Merujuk kepada Perjanjian Kredit pada Bank NTT Cabang Pembantu Wolowaru yang sdang terjadi kemacetan.

Hal itu berimplikasi hukum kepada Pencalonan dan Pemilihan Erikos Emanuel Rede sebagai Wakil Bupati Ende, yaitu “batal demi hukum” dan harus diproses secara pidana.

Manakala ketika Keterangan Ketua Pengadilan Negeri Ende, itu, bertentangan dengan fakta adanya hutang macet pada Bank NTT Cabang Pembantu Wolowaru, sebagai karena Keterangan Palsu.

Untuk itu Erikos Emanuel Rede dan Ketua Pengadilan Negeri Ende, wajib mengklarifikasi kepada public.

Agar dipastikan apakah telah terjadi maladministrasi Ketua KDPRD Kabupaten Ende, Partai Pengusung, Erikos Emanuel Rede, atau Ketua Pengadilan Negeri Ende sendiri terkait persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon, atas nama. Erikos Emanuel Rede, agar tidak ada dusta di antara kita.*

Jakarta, 20 Januari 2022

Petrus Selestinus SH, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) & Advokat Peradi

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU