SHNet, Kediri – Suasana di Sumber Lanang pada Minggu pagi kali ini tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Dua petugas berseragam hijau tampak berjaga di depan area Sumber. Mereka dengan ramah berusaha membantu warga yang mendatangi area mata air yang berlokasi di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini.
“Ada acara penghijauan Bu,” ujar Darmadi, salah satu petugas yang ternyata adalah anggota Satgas Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Tertek.
“Banyak tamu yang datang, kami membantu mengamankan saja Bu,” jawab Suwandi rekan Darmadi dengan nada bersemangat.
Menurut Suwandi, acara penghijauan sepengetahuannya baru pertama kali dilakukan di Sumber. Dia berharap acara ini menjadi awal penghijauan di Desa Tertek.

Hari ini, Minggu (27/2), memang ada acara istimewa di Sumber Lanang. Beberapa kelompok relawan pegiat lingkungan dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri dan sekitarnya tampak memberikan dukungan kepada para pegiat lingkungan di Desa Tertek. Mereka bersama-sama menanam berbagai jenis pohon yang mereka yakini penting untuk merehabilitasi kawasan mata air.

“Kita bekerja sama dengan Forum Penanggulangan Risiko Bencana Kabupaten Kediri, dibantu BPBD, dibantu relawan-relawan dari Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Kediri, dan dibantu pramuka dari sekolah menengah di Kepung,” ujar Cahyo.
Batas Sumber Lanang Kurang Jelas
Ari Purnomo Adi, Ketua Forum Penanggulangan Risiko Bencana Kabupaten Kediri, menyampaikan bahwa kondisi Sumber Lanang dan Sumber Wadon di Desa Tertek sebenarnya relatif masih baik.

Namun, menurut Ari, kendati ada area yang masih bagus, ada pula area Sumber yang kondisinya “terbuka” alias kurang jelas batasnya. Akibatnya, warga masyarakat dengan leluasa bisa menebang pepohonan di area tersebut.
“Ada batas Sumber yang kurang jelas, sehingga ada beberapa pohon yang ditebang masyarakat,” ujar laki-laki yang juga berprofesi sebagai dokter ini menjelaskan tentang permasalahan di kawasan Sumber Lanang.
“Untuk itu, saya juga mengundang Dinas Pengairan, dalam hal ini PUPR Kabupaten Kediri, untuk menunjukkan batas yang benar,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat mencegah perusakan kawasan Sumber oleh warga masyarakat.
“Harapan kami, lingkungan di sini tidak dirusak orang lagi,” lanjut pegiat lingkungan yang biasa dipanggil dengan sebutan dokter Ari ini dengan nada optimistis.
Kepala Desa Tertek, Suratemin mengatakan kegiatan penanaman ini memiliki sejumlah tujuan terkait konservasi lingkungan.

Ia menginformasikan bahwa acara penanaman di Sumber Lanang dan Sumber Wadon kali ini melibatkan beberapa pihak. Mulai dari pihak-pihak di luar Desa hingga elemen di internal Desa Tertek sendiri.
“Kegiatan hari ini melibatkan beberapa elemen. Ada Tim Relawan yang penggeraknya dokter Ari. Ada dari PUPR, dan ada lembaga Desa,” ujarnya.
Menurut Suratemin, semua lembaga di Desa Tertek terlibat dalam acara penanaman ini.
“Mulai dari pemerintah Desa, BPBD, LPMD, PKK. Ada remaja juga,” kata Suratemin.
Tidak Langsung “Seribu Pohon”
Wahono, warga Jl Jambu, Desa Tertek, yang merupakan salah satu inisiator acara ini menjelaskan soal penggunaan kata “Seribu Pohon”.
“Soal Penanaman Seribu Pohon, itu sebenar-benarnya disurvei kebutuhannya 300 pohon. Yang di Sumber Wadon 200 pohon. (Jadi kebutuhannya) kira-kira 500 pohon. Tapi kita bawa lebih,” ujarnya.

Sementara itu, dokter Ari yang juga adalah Ketua Aliansi Relawan Peduli Lingkungan, menyampaikan bahwa penanaman pada acara ini tidak langsung dalam jumlah seribu pohon, melainkan bertahap.

Menurut Ari, pada kesempatan penanaman kali ini, atas permintaan bantuan dari masyarakat Desa Tertek, Aliansi Relawan Peduli Lingkungan membawa sekitar 250 bibit pohon.
Sementara itu, Abidin, perwakilan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang mengikuti acara penanaman menyampaikan bahwa perusahaannya mendukung lebih dari 50 bibit pohon.
“Untuk kegiatan kali ini, PDAM mendukung lebih dari 50 bibit untuk keberlangsungan mata air yang ada di Desa Tertek ini. Jadi ke depannya kami harapkan lingkungan di sekitar sumber air ini tetap terjaga kelestarian dan kejernihan airnya, lebih-lebih masyarakat bisa memanfaatkan untuk konsumsi,” ujar Abidin sebelum meninggalkan lokasi penanaman.
Agus Darmadi, warga Desa Tertek yang juga Ketua Paguyuban Jambu Peduli Lingkungan (Jampel) mengharapkan kawasan Sumber kelak dapat dimanfaatkan sebagai kebun edukasi dan hutan edukasi untuk warga.

Iam April Sanjaya, anggota Pramuka yang bersama teman-temannya menanam anggrek di kawasan Sumber Lanang, juga menyampaikan harapannya.


