9 March 2026
HomeBeritaSambut Ramadhan 1447H, BMH Gaungkan Gerakan Solidaritas Nasional untuk Ummat dan Kemanusiaan

Sambut Ramadhan 1447H, BMH Gaungkan Gerakan Solidaritas Nasional untuk Ummat dan Kemanusiaan

SHNet, Jakarta-Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggaungkan  “Bahagia dengan Berzakat” sebagai pesan utama gerakan Ramadhan tahun ini. Ajakan kepada umat Islam tersebut sekaligus  menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya terletak pada pencapaian pribadi, tetapi pada kemampuan berbagi dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Sebagai lembaga amil zakat nasional, BMH memandang zakat bukan sekadar kewajiban tahunan, melainkan instrumen strategis perubahan sosial. Melalui pengelolaan yang terstruktur dan tepat sasaran, zakat diyakini mampu mengurangi kesenjangan, memperkuat solidaritas, serta membangun ketahanan sosial masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum spiritual sekaligus sosial. Melalui zakat, kita membersihkan harta dan jiwa, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak krisis,” ujar Direktur Utama BMH Supendi.

Lebih lanjut, Supendi menyampaikan  capaian signifikan BMH pada tahun sebelumnya. Program Ramadhan 1446 H menunjukkan dampak luas di berbagai sektor, mulai dari dakwah, pendidikan, layanan sosial, hingga penguatan infrastruktur ibadah.

Di bidang dakwah, program Sebar Da’i Ramadhan menugaskan 1.500 dai ke berbagai wilayah strategis di Indonesia. Para dai ini berperan dalam penguatan literasi keislaman, pembinaan masyarakat, serta pendampingan spiritual di daerah-daerah yang membutuhkan.

Pada sektor pendidikan, program Tebar Sejuta Al-Qur’an mendistribusikan 15.158 mushaf Al-Qur’an dan 30 paket Al-Qur’an Braille bagi penyandang disabilitas netra. Distribusi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap sumber ajaran Islam secara inklusif.

Dalam layanan zakat, sebanyak 12.116 paket zakat fitrah serta 15.125 paket fidyah dan kafarat telah disalurkan kepada para mustahik. Sementara itu, program buka puasa menghadirkan 273.539 paket berbuka di dalam negeri serta 1.040 paket untuk masyarakat di Palestina dan Suriah.

Program Peduli Masjid turut menjangkau 168 masjid dan musholla melalui distribusi 12.116 set perlengkapan ibadah, memperkuat fasilitas pendukung aktivitas spiritual masyarakat. Rangkaian capaian tersebut menegaskan bahwa zakat dan sedekah mampu menjangkau aspek dakwah, pendidikan, kemanusiaan, serta penguatan infrastruktur ibadah secara simultan.

Respons terhadap Krisis Bencana 2026

Memasuki awal tahun 2026, Indonesia menghadapi situasi kebencanaan yang cukup serius. Dalam periode 1 Januari hingga 10 Februari 2026, tercatat lebih dari 1,5 juta jiwa terdampak bencana alam, dengan ratusan korban meninggal dunia. Di wilayah Sumatera, puluhan ribu warga masih mengungsi, terutama di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Gayo Lues.

Kerusakan hunian mencapai puluhan ribu unit rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, ribuan fasilitas pendidikan turut terdampak, memperbesar tantangan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Public Relations BMH Pusat, Imam Nawawi mengatakan BMH menghadirkan program “Bahagia Berbagi untuk Penyintas Bencana” sebagai bagian dari gerakan Ramadhan 1447 H. Program ini tidak hanya menyasar penyintas bencana di Sumatera, tetapi juga korban konflik kemanusiaan di Palestina dan Sudan.

“Zakat harus hadir di titik-titik krisis. Kami memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi selama Ramadhan, sekaligus membangun kembali harapan mereka,” jelas Imam Nawawi.

Program Ramadhan 1447 H Dirancang Menghasilkan Dampak Berlapis

Dalam jangka pendek, bantuan zakat memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi dan meringankan beban ekonomi mereka selama bulan suci. Distribusi paket pangan, layanan kesehatan, serta dukungan pendidikan menjadi prioritas utama.

Dalam jangka panjang, BMH menargetkan penguatan modal sosial komunitas lokal agar masyarakat lebih tangguh menghadapi krisis di masa mendatang. Dengan mengurangi beban pengeluaran dasar, zakat diharapkan meningkatkan disposable income mustahik sehingga mereka dapat mengalokasikan sumber daya untuk kebutuhan produktif dan peningkatan kesejahteraan.

Aspek psikologis juga menjadi perhatian penting. Bantuan zakat diharapkan mampu memperbaiki kesehatan mental penyintas sekaligus memperkuat solidaritas sosial antaranggota masyarakat. Di sisi lain, pembangunan fasilitas ibadah dan program dakwah bertujuan meningkatkan kualitas spiritual umat secara berkelanjutan.

Zakat sebagai Jalan Kebahagiaan

Melalui tema “Bahagia dengan Berzakat”, Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas umat. Zakat tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga instrumen keadilan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

BMH mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kepedulian. Dengan berzakat, umat tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menanam dampak perubahan jangka panjang bagi komunitas yang rentan.

Ramadhan adalah bulan berbagi. Dan melalui zakat, kebahagiaan itu tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan menjalar menjadi harapan bagi banyak orang.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU