20 April 2026
HomeBeritaSolusi Pencegahan Gizi Buruk Dan Stunting Di Indonesia

Solusi Pencegahan Gizi Buruk Dan Stunting Di Indonesia

Jakarta-Dalam laporan Pembangunan Gizi Indonesia yang dirilis BAPPENAS menyebutkan permasalahan beban Ganda Masalah Gizi di Indonesia yang terjadi di sepanjang siklus kehidupan, dimulai lebih awal dengan 12% anak di bawah lima tahun menderita kurus (wasting), sementara 12% lainnya mengalami kegemukan (overweight). Sekitar 11% dari remaja perempuan dan laki-laki berusia 13-15 tahun mengalami kurus, sementara 11% dari remaja pada usia yang sama lainnya mengalami kegemukan.

Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) yang selama ini fokus pada upaya pemenuhan hak kesehatan masyarakat memandang diperlukan pemahaman bersama mengenai hal-hal yang mempengaruhi kejadian stunting dan gizi buruk di Indonesia, program dan strategi pengentasan stunting yang telah dilakukan oleh pemerintah hingga peranan pihak swasta dan masyarakat luas agar target penurunan stunting hingga 14% dapat tercapai.

Terkait permasalahan stunting, Koalisi Perlindungan Masyarakat (KOPMAS) menggelar diskusi dengan tema “Intervensi Kebijakan Sebagai Alternatif Solusi Pencegahan Gizi Buruk Dan Stunting Di Indonesia” di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Selasa (28/6).

Hadir dalam acara itu beberapa penanggap diskusi antara lain, Dra. Chairunnisa M.Kes, Ketua majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dr. Irma Ardiana, Direktur Bina Ketahanan Balita & Anak, BKKBN, dr. Erna Mulati, M.Sc.,CMFM, Direktur Kesehatan Ibu dan Anak Dirjen Kesmas, DR. Dewi Aryani, M.Si., Anggota Komisi IX DPR RI, Fraksi PDIP, Dr. TB. Rachmat Sentika SpA (K).,MARS, Sofie Wasiat Pengamat Kebijakan Publik, Afwan Purwanto – Perwakilan AJI Jakarta (sbr)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU