SHNet, Makassar– Sebanyak 3.110 mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Dari jumlah tersebut, 300 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Literasi, sementara mahasiswa lainnya mengikuti KKN Reguler Angkatan LV dan KKN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu Angkatan XXXIII.
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyampaikan, keterlibatan Perpusnas dalam KKN Tematik Literasi merupakan bagian dari ikhtiar bersama Kemendiktisaintek untuk menjadikan literasi sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, tidak ada bangsa yang dapat mencapai kemajuan dan kesejahteraan apabila tingkat literasi masyarakatnya rendah. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang mampu berpikir kritis serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
Melihat tingginya animo perguruan tinggi, Kepala Perpusnas menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tematik Literasi ditargetkan menjangkau 1.500 lokus pada 2027, atau bertambah 500 lokus. “Kami melihat animo dari perguruan tinggi semakin besar sehingga akan ada tambahan 500 lokus pelaksanaan KKN Tematik Literasi. Tentu, kami akan tetap berkoordinasi dengan teman-teman di Kemendiktisaintek untuk menentukan perguruan tinggi mana saja yang dapat ditambahkan ke dalam daftar peserta program literasi di masyarakat ini,” ujarnya.
Aminudin menjelaskan, KKN menjadi salah satu bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam membawa ilmu pengetahuan agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini sekaligus menjadi ruang untuk menghubungkan pemikiran dan gagasan yang berkembang di lingkungan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat.
“Program KKN merupakan bentuk tanggung jawab yang dilakukan oleh para ilmuwan, para peneliti, dan kampus sebagai lembaganya, bersama mahasiswa sebagai penggerak roda pemikiran dari para dosen, untuk kemudian tampil di masyarakat,” jelasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi menyampaikan, literasi menjadi salah satu aspek penting yang dapat dibangun melalui pelaksanaan KKN. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga berperan dalam memperluas wawasan dan membangun imajinasi anak-anak di daerah.
Menurutnya, KKN juga tidak semata-mata menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi merupakan ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami realitas kehidupan sekaligus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM Farida Patittingi menegaskan komitmen UNM dalam mendukung pelaksanaan KKN Tematik Literasi. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui pengumpulan 1.375 eksemplar buku yang disumbangkan secara sukarela oleh unit dan dosen di lingkungan UNM.
Buku-buku tersebut dibawa oleh mahasiswa KKN Tematik Literasi untuk didistribusikan ke seluruh lokasi KKN. Dukungan ini diharapkan memperkuat pelaksanaan kegiatan literasi mahasiswa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. (Stevani Elisabeth)

