SHNet, Jakarta-Sebanyak 22 Penulis Muda Terpilih dari berbagai pelosok Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, Atambua, Jayapura, Kalimantan, Sulawesi, Pekanbaru, Padang, Bukittinggi, Labuhan Batu hingga Banyuasin berkesempatan mengikuti Workshop Penulisan Ceritaku, Bumiku Kelak (Kamis, 14/7) denganPerkumpulan Penulis Indonesia Alinea .
Mereka berkesempatan belajar bersama penulis buku ternamaIndonesia di antaranya, Reda Gaudiamo, Debby Lukito Goeyardi dan Rosi L Simamora serta spesialis isu lingkungan Ikrom Mustofa (Generasi Cerdas Iklim), Asril Firdaus Dahlan (Generasi Cerdas Iklim), Anggalia Putri (Madani Berkelanjutan) dan banyak pembicara lainnya. Workshop diselenggarakan selama 4 hari berturut-turut pada 14-17 Juli 2022 secara daring.
Dalam Keynote Speaker-nya, Ibu Amanda Katili Niode dari Climate Reality Project Indonesia mengemukakan, “Penulis diciptakan melalui berbagai macam proses. Kita menjadi penulis yang baikkalau kita usahakan!” Lebih lanjut, tatkala membahas isu perubahan lingkungan, ia mengemukakan, “Bumi itu indah dan gratis.
Sayangnya, manusia sendiri yang menghancurkan bumi ini, merusaknya dengan berbagai macam kegiatan.” Sosok Amanda Katili Niode yang telah terlibat dalam penulisan hingga editing 17 buku ini memberikan wawasan pada Penulis Muda Terpilih untuk tetap kembali ke alam, piknik, naik gunung, ke pantai agar lebih peka terhadap alam. Dalam pandangannya, banyak perubahan iklim lambat sekali diatasi karena para pemimpin dunia tidak peka dan tidak terhubung pada alam.
Dengan kepekaan, penulis akan mudah memahami penderitaan sesama manusia dan merasakan apa yang terjadi dari dampak pemanasan global. Workshop ini bergulir secara aktif dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari anak-anak penjaga bumi kini dan kelak. Karya-karya yang dihasilkan dalam workshop ini nantinya akan dikurasi dan diterbitkan dalam buku Ceritaku, Bumiku Kelak. (sur)

