SHNet, Jakarta- Mempelajari Bahasa dan budaya Indonesia di kampus secara serius, bagi mahasiswa asing sangat efektif, apalagi di kampus Universitas Indonesia yang punya sejarah dan tradisi ilmiah yang kuat. Itulah yang ditelah ditekuni tiga mahasiswa exchange beberapa waktu di Fakultas ilmu Budaya (FIB) UI yaitu Alesandro – Italia, Alexandra – Australia, dan Rith tvandara – Kamboja. Masa studi singkat mereka akan berakhir Juni mendatang.
Sebelum kembali ke tanah air, mereka, ditemani dua mahasiswa UI, M Ilham Sepri dan Luthfieta (chenchen), Alesandro, Alexandra, dan Rith Tvandara, mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita di kawasan pemukiman padat, Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (13/05/2023).
Kedatangan para mahasiswa UI tersebut disambut gembira anak-anak yang biasa belajar dan berkegiatan di TBM Bukit Duri Bercerita. Satu persatu mahasiswa disalami oleh anak-anak sambil memperhatikan wajah para mahasiswa. Sambutan anak-anak pun dilayani dengan senyum sambil menjulurkan tangan.
“Ini memang kebiasaan anak-anak, kepada tamu yang datang pasti mereka menyalami,” kata Kak Ning Nong, sapaan akrab Safrudiningsih, pendiri TBM Bukit Duri Bercerita.
Tak berlama-lama, kedatangan para mahasiswa yang memang sudah diinfokan sehari sebelumnya, dilanjutkan dengan acara perkenalan. Satu- persatu mahasiswa memperkenalkan diri dengan Bahasa Indonesia, meskipun mereka berasal dari Italy, Australia, Vietnam, dan tentunya mahasiswa Indonesia. Maklum, mahasiswa exchange itu juga sudah mengerti Bahasa Indonesia.
Setelah acara perkenalan, mahasiswa asing memperkenalkan kata dan kalimat yang biasa diucapkan sehari-hari dan anak-anak menirukannya. Arti kalimat itu pun diterjemahkan, jadi anak-anak mengerti. Ini bagian dari proses pengenalan dasar bahasa asing. Model acara serupa juga dilakukan ketika beberapa waktu lalu sejumlah mahsiswa exchange dari Korsel,dan China yang tengah kuliah di UI, mendatangi TBM Bukit Duri Bercerita.
Kak Ilham, pemandu mahasiswa exchange yang sudah beberapa kali datang dan bercengkrama dengan anak-anak TBM, melakukan ice breaking guna lebih mencairkan suasana dan anak-anak pun rianggembira mengikuti arahan Kak Ilham.


Sambut Gembira
Seperti biasa, ketika menyambut tamu, anak-anak sudah mempersiapkan performance dengan menyanyi. Kak Ning Nong yang memandu acara hiburan ini menawarkan kepada anak-anak untuk tampil membawakan lagu kesukaan mereka, sehabis itu, hadiah coklat atau permen diberikan kepada setiap yang tampil. Kemeriahan tergambar dari anak-anak yang merasa gembira dapat berekspresi dan saling bertanya pada tamu asing.
Kak Ning Nong mengatakan, TBM yang didirikannya 5 tahun silam, terus berkegiatan untuk memberikan wadah bagi anak-anak Bukit Duri dan sekitarnya. “Yang terpenting dan mendasar, melatih kebiasaan membaca sejak dini. Di sampng itu, mereka dapat bermain dengan koleksi mainan dan alat peraga yang ada,” katanya.
Selain tamu dari mahasiswa UI dan mahasiswa asing, sejumlah kampus juga telah datang dan bekerjasama dengan TBM Bukit Duri Bercerita, misalnya mahasiswa dari Yarsi, Jakarta, yang ikut membantu katalogisasi buku-buku koleksi TBM, juga dari kampus UNJ Jakarta yang sejumlah dosennya dari Prodi Bahasa dan Sastra Inggris-Prancis, telah beberapa kali datang dan memberikan pengenalan dasar Bahasa asing tersebut.(sur)

