21 April 2026
HomeBeritaPemprov Papua Tengah Diminta Segera Wujudkan DOB Baru Kabupaten Mimika Barat

Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Wujudkan DOB Baru Kabupaten Mimika Barat

JAKARTA – Calon Kareteker Kabupaten Mimika Barat, Thomas Marnoma, S.Pd meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera merealisasikan amanat undang-undang tentang pembentukan DOB baru Kabupaten Mimika Barat yang sudah ditetapkan bersamaan dengan penetapan 20 kabupaten/kota di Provinsi Papua pada tahun 2021 yang lalu.

“Sekarang ini tinggal tergantung kerja keras Pemerintah Provinsi Papua Tengah saja untuk merealisasikan apa yang sudah diputuskan yang mana Mimika Barat sudah menjadi sebuah kabupten baru dengan ibukota Kokonao,” tutur Thomas Marnoma, Senin (11/9/2023).

Dari 20 kabupaten baru itu Mimika Barat masuk di urutan ke-8. Ini urutan 20 kabupaten dimaksud : 1. Kabupaten Gime Nama, 2. Kabupaten Katemban, 3. Kabupaten Mamberamo Hulu.
4. Kabupaten Admi Korbai, 5. Kabupaten Muara Diguel, 6. Kabupaten Puncak Trikora, 7. Kabupaten Mimika Timur, 8. Kabupaten Mimika Barat, 9. Kabupaten Ghudumi Sisare,
10. Kabupaten Numfor, 11. Kabupaten Napa Swandiwe, 12. Kabupaten Baliem Center, 13. Kabupaten Yamo, 14. Kabupaten Kembu, 15. Kabupaten Pegunungan Seir/Eroma, 16. Kabupaten Yalimek, 17. Kabupaten Yapen Barat Utara, 18. Kabupaten Yapen Timur, 19. Kabupaten Rufaer, dan 20. Kabupaten Bogoga.

“Dua puluh kabupten ini sudah definitif. Hanya saja, waktu itu kami masih masuk berinduk di Provinsi Papua, belum terpecah. Sekarang setelah terpecah/pemekaran, kami masuk ke provinsi yang baru yaitu Provinsi Papua Tengah. Bisa jadi atas perpindahan status itu maka antara belum atau memang tidak diurus-urus. Jadi karena belum ada realisasinya kami mendesak ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera merealisasikan sesuai ketetapan Undang-undang yang ada,” tuturnya.

Dia mengatakan dirinya bersama masyarakat Mimika Barat lima distrik sudah berjuang agar Mimika Barat bisa dimekarkan menjadi satu kabupaten sendiri mengingat luas wilayah dan jangkauan tangan pemerintah yang kurang untuk lebih menyejahterakan masyarakat di distrik, dan kampung-kampung.

Tidak itu saja perjuangan Thomas bersama tim pemekaran Mimika Barat. Pada Maret 2022 yang lalu pihanya sudah menyerahkan berkas-berkas termasuk logo dan bendera Kabupaten Mimika Barat ke kabupaten induk yakni Kabupaten Mimika dalam suatu aksi damai yang sangat meriah dengan pawai massa keliling kota di Mimika.

Perlu diketahui bahwa Mimika adalah daerah yang sangat luas. Mimika Barat itu sampai berbatasan dengan Kaimana yang cukup jauh di pesisir tutur Thomas.

Dilansir dari laman resmi mimikakab,go,id pada awalnya Kabupaten Mimika adalah bagian dari Kabupaten Fakfak. Hanya terdiri dari tiga Distrik (Distrik Agimuga, Distrik Mimika Barat, dan Distrik Mimika Timur).

Tahun 1996, dibentuk Kabupaten Mimika di wilayah provinsi daerah tingkat I Irian Jaya. Saat itu disebut kabupaten administratif ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 13 Agustus 1995.

Pada saat dikeluarkan peraturan pemerintah ini, belum ada penjabat bupati yang diangkat. Pada tanggal 8 Oktober 1996, berdasarkan berita acara pengambilan janji jabatan bupati kabupaten Mimika, Provinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya terhadap Drs. Titus Potereyauw, dilaksanakan pengambilan janji jabatan bupati Kabupaten Mimika oleh Menteri Dalam Negeri Moh.Yogie Sesuai keputusan menteri dalam negeri, Titus Potereyauw menjabat sebagai bupati Mimika pertama sampai tahun 2001.

Pada tahun 1999, berdasarkan UU Nor 45 tahun 1999 tentang pembentukan provinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong, maka Kabupaten Mimika sejak itu telah menjadi kabupaten defenitif.

Tanggal 15 November 2010 pada masa kepemimpinan Bupati Mimika Klemen Tinal, telah diundangkan Perda No 12 tahun 2010 tentang hari jadi Kabupaten Mimika yang ditetapkan pada tanggal 18 Maret 2001, hal ini berdasarkan peresmian kabupaten Mimika oleh Gubernur Provinsi Papua, Drs. Jakobus Perviddya Salosa. M.Si

Pada tanggal 12 Maret 2016 diadakan rapat dipimpin Bupati Mimika Eltinus Omaleng, dihadiri Sekretaris Daerah Mimika, ketua dan anggota DPRD Mimika, tokoh masyarakat, ketua-ketua kerukunan, pimpinan SKPD, serta dihadiri juga oleh bupati Mimika pertama Drs. Titus Potereyauw dan Athanasius Allo Rafra.

Agenda rapatnya adalah pelurusan sejarah hari jadi kabupaten Mimika. Dalam rapat itu, hari jadi kabupaten Mimika disepakati pada tanggal 8 oktober 1996, sesuai berita acara pengambilan janji jabatan bupati kabupaten Mimika, provinsi daerah tingkat I Irian Jaya, Drs. Titus Potereyauw dimana pada saat itu yang mengambil janji adalah menteri dalam negeri republik lndonesia Moh. Yogie.

Sesuai hasil kesepakatan oleh Ketua DPRD Kabupaten Mimika dan tokoh-tokoh masyarakat, serta pelaku sejarah, maka Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengusulkan perubahan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang hari jadi kabupaten Mimika kepada DPRD Kabupaten Mimika yang semula ditetapkan pada tanggal 18 maret 2001.

Ibu kota Kabupaten Mimika terletak di Kota Timika, memiliki 18 Distrik yang terdiri dari 5 Distrik dalam kota ( Distrik Mimika Baru, Distrik Kuala Kencana, Distrik Wania, Distrik Iwaka, dan Distrik Kwamki Narama). Ada 5 Distrik di pegunungan ( Distrik Tembagapura, Distrik Jila, Distrik Agimuga, Distrik Alama, dan Distrik Hoya).

Ada 8 Distrik di pesisir ( Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Timur Tengah, Distrik Mimika Timur Jauh, Distrik Mimika Barat, Distrik Mimika Barat Tengah, Distrik Mimika Barat Jauh, Distrik Jita, dan Distrik Amar).

Di kabupaten ini terdapat tambang emas terbesar di dunia milik PT. Freeport Indonesia yang terletak di Distrik Tembagapura. Selain itu terdapat sebuah bandar udara Internasional, yaitu Bandara Moses Kilangin terletak di Distrik Mimika Baru. Ada satu Pelabuhan Nasional yaitu Pelabuhan Poumako di Distrik Mimika Timur.(pr)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU