Oleh: Marwa Ulfa
Teori yang dipelajari di ruang kelas menemukan bentuk nyatanya ketika mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melaksanakan company visit ke Astra Daihatsu Motor (ADM).
Kunjungan yang merupakan bagian dari mata kuliah Stakeholder dan Corporate Social Responsibility (CSR) ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana perusahaan mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan serta menjalankan program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai strategi bisnis, komunikasi perusahaan, serta implementasi program CSR yang menjadi bagian dari komitmen ADM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui slogan “Bersams Sahabat Membangun Negeri”, ADM menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak dapat dipisahkan dari kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Salah satu materi yang menarik perhatian mahasiswa adalah konsep pengelolaan stakeholder yang diterapkan perusahaan. ADM menjelaskan bahwa keberlangsungan bisnis tidak hanya bergantung pada produk dan layanan yang dihasilkan, tapi juga pada hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem perusahaan.
Dalam pemetaannya, ADM mengidentifikasi tujuh kelompok stakeholder utama, yaitu masyarakat (community), pemerintah (government), pemegang saham(shareholders), pelanggan (customers), karyawan (employees), pemasok (suppliers), dan lingkungan (environment).
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pemetaan stakeholder tersebut menjadi contoh nyata penerapan teori yang selama ini dipelajari di perkuliahan. Setiap stakeholder memiliki kepentingan dan pengaruh yang berbeda sehingga perusahaan perlu membangun strategi komunikasi yang tepat untuk menjaga kepercayaan dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.
Selain membahas stakeholder, sesi presentasi juga mengulas komitmen ADM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai program CSR yang dijalankan secara berkelanjutan.
Program-program tersebut dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu Hijau, Sejahtera, Sehat, dan Pintar.
Pada Pilar Hijau, ADM berfokus pada pelestarian lingkungan dan upaya pengurangan dampak lingkungan perusahaan. Berbagai program dijalankan, mulai dari konservasi penyu melalui program Penyu untuk Indonesia, kegiatan penanaman pohon (Tree Planting), hingga pemanfaatan panel surya (Solar Panel) sebagai bentuk dukungan terhadap energi ramah lingkungan.
Hingga saat ini, ADM telah mendukung tujuh lokasi konservasi penyu, satu program adopsi hutan (forest adoption), dan sembilan bank sampah yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Melalui program-program tersebut, perusahaan berupaya berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mendorong kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, ADM menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan telah mendukung 7 lokasi konservasi penyu (Sea Turtle Conservations) yang bertujuan menjaga keberlangsungan ekosistem laut dan melindungi spesies penyu yang terancam.
Selain itu, ADM juga menjalankan 1 program Forest Adoption sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kawasan hutan dan keanekaragaman hayati. Upaya pengelolaan lingkungan tersebut turut diperkuat melalui pembinaan 9 Bank Sampah (Waste Banks) yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah berbasis komunitas.
Pilar kedua, yaitu Sejahtera, menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Selain itu, ADM juga menjalin kolaborasi dengan yayasan penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan yang inklusif. Saat ini, tercatat 31 UMKM binaan dan lima Kampung Berseri Astra (KBA) yang menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang kesehatan, ADM menjalankan Pilar Sehat yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini diwujudkan melalui pembinaan posyandu, pengembangan kader kesehatan unggulan, serta layanan mobile clinic yang membantu memperluas akses kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, program tersebut telah menjangkau 25 posyandu, melibatkan 90 kader kesehatan, dan memberikan manfaat kepada sekitar 17.400 pasien serta peserta program.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana perusahaan tidak hanya hadir sebagai pelaku bisnis, tapi juga sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan.
Sementara itu, melalui Pilar Pintar, ADM menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai program dijalankan melalui pembinaan sekolah, pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD), serta pembentukan Sustainnovation Dojo di ASTRAtech sebagai ruang pembelajaran dan inovasi.

Hingga kini, program Pendidikan ADM telah menjangkau 445 sekolah, satu Sustainnovation Dojo, dan tujuh PAUD binaan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Bagi mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UPNVJ, kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Tidak hanya memahami konsep CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, mahasiswa juga melihat bagaimana program-program tersebut berfungsi sebagai instrumen komunikasi strategis yang mampu memperkuat hubungan perusahaan dengan para stakeholder.
CSR tidak lagi dipahami sekadar sebagai kegiatan sosial, melainkan sebagai bagian dari strategi korporasi untuk membangun reputasi, kepercayaan publik, dan keberlanjutan organisasi.
Kegiatan company visit ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Melalui pengalaman belajar langsung di lapangan, mahasiswa dapat melihatbagaimana teori stakeholder, komunikasi korporat, dan CSR diterapkan dalam praktik nyata.
Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menjadi praktisi komunikasi yang mampu menjawab tantangan dunia profesional di masa depan.
Framework Mitra CSR Daihatsu: Membangun Kemandirian Masyarakat Secara Berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan Framework Mitra CSR Daihatsu, yaitu kerangka pengembangan masyarakat yang dirancang untuk menciptakan komunitas yang mandiri dan berkelanjutan.
Framework ini menunjukkan bahwa program CSR ADM tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tapi juga pada proses pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Model pengembangan tersebut dimulai dari tahap awal (start) melalui berbagai program lingkungan seperti konservasi penyu (Turtle Conservation), konservasi hutan (Forest Conservation), Pangrango Center, dan Bank Sampah (Waste Bank).
Program-program ini menjadi pintu masuk dalam membangun hubungan dan kepercayaan antara perusahaan dengan masyarakat.
Selanjutnya, masyarakat binaan didampingi melalui tahapan pengembangan yang berlangsung secara bertahap selama lima tahun. Pada tahun pertama, fokus utama adalah membangun trust (kepercayaan) melalui proses asesmen kebutuhan dan keterlibatan masyarakat (engagement).
Setelah itu, pada tahun kedua, program diarahkan untuk membangun bond (ikatan) melalui pendampingan dan pemberian bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Memasuki tahun ketiga, pengembangan berfokus pada peningkatan skill (keterampilan) melalui berbagai pelatihan, pengembangan kapasitas, dan manajemen kelompok.
Pada tahun keempat, masyarakat didorong untuk membangun loyalty (loyalitas) melalui penguatan jaringan (networking) serta pembentukan citra positif komunitas. Tahap akhir pada tahun kelima adalah menciptakan high impact yang menghasilkan komunitas berkelanjutan (sustainable community) yang mampu berkembang secara mandiri.
Dalam framework tersebut, ADM juga menanamkan fondasi pengembangan berupa culture (budaya), safety (keselamatan), dan commitment (komitmen).
Ketiga aspek tersebut menjadi dasar pembentukan karakter masyarakat binaan agar memiliki pola pikir (mindset) dan karakter yang kuat. Penguatan ini dilakukan melalui pembelajaran mengenai budaya industri, kebiasaan kerja yang baik (work habit), penerapan prinsip 5S, nilai-nilai inti (core values), serta pengetahuan dasar yang mendukung kemandirian masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, program CSR ADM tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial, tapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Tujuan
akhirnya adalah menciptakan komunitas yang sehat, sejahtera, mandiri, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Konsep ini sejalan dengan semangat CSR ADM, yaitu “Bersama Sahabat Membangun Negeri”, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Kunjungan ke Astra Daihatsu Motor memberikan pelajaran penting bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tapi juga dari kemampuannya membangun hubungan yang harmonis dengan stakeholder serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Bagi mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UPNVJ, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat bagaimana teori yang dipelajari di ruang kuliah diwujudkan dalam praktik nyata.
Dari kampus ke industri, perjalanan belajar ini semakin menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam menciptakan keberlanjutan dan membangun negeri bersama. (Penulis adalah Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi UPNVJ)

