24 July 2026
HomeBeritaPariwisataBRI JF3 Fashion Festival 2026 Perkuat Ekosistem Mode Indonesia, Hadirkan Kolaborasi Desainer...

BRI JF3 Fashion Festival 2026 Perkuat Ekosistem Mode Indonesia, Hadirkan Kolaborasi Desainer Asia-Eropa

SHNet, Jakarta – BRI JF3 Fashion Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang mode paling bergengsi di Indonesia.

Mengusung tema “Recrafted: Shaping the Future”, festival yang berlangsung pada 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading ini tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga wadah membangun ekosistem industri fashion yang berkelanjutan melalui kolaborasi, pendidikan, dan pengembangan talenta.

Lebih dari 50 desainer dan brand dari Indonesia, Asia hingga Eropa ambil bagian dalam penyelenggaraan tahun ini. Berbagai program dihadirkan untuk mempertemukan pelaku industri dengan mentor, investor, pasar, hingga jaringan internasional guna memperkuat daya saing fashion Indonesia di tingkat global.

Chairman JF3, Sugianto Nagaria, mengatakan perjalanan lima tahun program PINTU Incubator menjadi bukti nyata bahwa membangun talenta fashion membutuhkan proses panjang, bukan sekadar menyediakan panggung untuk menampilkan karya.

“Malam ini menjadi wujud nyata dari komitmen yang telah kami bangun melalui PINTU Incubator. Talenta fashion membutuhkan ruang belajar, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang. Karya-karya yang disaksikan malam ini merupakan hasil dari proses pembelajaran, mentoring, sekaligus menjadi penanda penting berdirinya Yayasan PINTU Inkubator Indonesia,” ujarnya.

Menurut Sugianto, kolaborasi yang terus dibangun JF3 membuktikan bahwa mempertemukan berbagai ekosistem mampu melahirkan karya yang semakin berkualitas dan membuka peluang baru bagi para desainer Indonesia.

Advisor BRI JF3 Fashion Festival, Thresia Mareta, menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya, material, craftsmanship, dan pengetahuan yang luar biasa. Namun potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu bersaing di industri fashion global.

“Indonesia memiliki kekayaan identitas budaya yang sangat besar. Tetapi semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Harus ada sistem yang mampu mengolah, mengembangkan, dan menghubungkan para desainer dengan peluang yang lebih luas. Melalui BRI JF3 Fashion Festival, kami ingin desainer tidak hanya tampil, tetapi juga bertumbuh dan memperluas jejaring,” jelasnya.

Salah satu sorotan festival tahun ini adalah hadirnya TAREET, label milik desainer Prancis Etienne, yang karyanya pernah dikenakan musisi dunia Playboi Carti dan grup K-Pop ENHYPEN, serta dipercaya merancang jersey klub sepak bola Olympique de Marseille bersama PUMA.

Di JF3 Fashion Festival 2026, TAREET berkolaborasi dengan DENIMITUP, salah satu peserta program akselerator PINTU. Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana festival ini membuka ruang kerja sama kreatif antara desainer internasional dengan brand lokal Indonesia.

Festival juga menandai kembalinya desainer Prancis Louise Marcaud, yang tahun lalu mengikuti program PINTU Cultural Visit. Pada edisi kali ini ia menghadirkan koleksi terbaru yang terinspirasi dari tenun lurik Indonesia, menunjukkan bagaimana pertukaran budaya dapat berkembang menjadi karya yang memiliki nilai artistik sekaligus komersial.

Hubungan Indonesia dan Prancis di bidang fashion semakin diperkuat melalui keterlibatan École Duperré Paris, salah satu sekolah mode ternama di Prancis. Institusi tersebut akan menampilkan presentasi kolaboratif bersama para peserta PINTU Incubator dan finalis Future Fashion Designer 2026, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi generasi baru desainer Indonesia.

Melalui rangkaian program tersebut, BRI JF3 Fashion Festival 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan mode, tetapi juga mempertegas perannya sebagai platform yang membangun masa depan industri fashion Indonesia. Dengan mempertemukan kreativitas, pendidikan, inovasi, dan kolaborasi lintas negara, festival ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak desainer Indonesia yang siap bersaing di panggung internasional. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU