7 September 2026
HomeBeritaPariwisataWamen Ekraf Perkuat Sinergi Kewirausahaan Pemuda Buddhis

Wamen Ekraf Perkuat Sinergi Kewirausahaan Pemuda Buddhis

SHNet, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi Indonesia Buddhist Entrepreneur Organization (IBEA) serta Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI yang telah menginisiasi Kegiatan Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Pengusaha Muda Buddhis. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan komunitas ini menjadi contoh nyata dari semangat tema acara yaitu Together We Grow, Collaborate & Create Impact.

“Inilah yang sangat dibutuhkan Indonesia, lebih banyak entrepreneur muda di bidang ekonomi kreatif yang bergerak dengan hati positif demi menghadirkan solusi bagi sesama dan alam, mengingat angka wirausaha kita saat ini baru sekitar 3,8%. Wadah pengembangan diri berbasis nilai agama Buddha ini menjadi sarana mengasah potensi umat untuk menerangi dunia sekaligus memajukan bangsa,” ujar Irene Umar di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Sabtu (5/9).

Wamen Ekraf turut menyanjung visi IBEA dalam menghimpun para pebisnis Buddhis guna menghadirkan keberlimpahan serta kemanfaatan nyata bagi Indonesia lewat pilar nilai-nilai Dharma. Langkah tersebut membuktikan bahwa kewirausahaan yang kuat tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, melainkan juga dari dampak sosial yang selaras dengan prinsip dasar ekonomi kreatif untuk maju bersama.

Kementerian Ekraf berkomitmen memfasilitasi penguatan ekosistem kreatif nasional melalui melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaku usaha kreatif, pengembangan jejaring pemasaran, hingga promosi karya kreatif Indonesia di tingkat global. Wamen Ekraf juga menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci, kolaborasi lintas sektor serta heksaheliks yang mengintegrasikan peran asosiasi, pemerintah, akademisi, media, pelaku bisnis, hingga lembaga keuangan, merupakan fondasi utama dalam menghidupkan ekonomi daerah serta menyejahterakan masyarakat.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)

“Entrepreneurship bukan sekadar status, melainkan mentalitas pantang menyerah, peka terhadap masalah, serta berorientasi pada tujuan, baik sebagai entrepreneur maupun intrapreneur. Kini, akses pengetahuan, jaringan, dan modal investasi terbuka sangat lebar, kunci keberhasilan berada pada kemauan untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan diri secara bijak. Dengan kepekaan dan arah yang tepat, fondasi kepribadian serta bisnis yang solid dapat terbangun demi meraih kesuksesan,” tambah Wamen Ekraf.

Agenda ini diinisiasi oleh IBEA bersama Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI sebagai wadah penghubung pengusaha Buddhis yang berfokus pada penguatan jejaring kewirausahaan. Rangkaian acara yang diisi dengan talkshow, sesi diskusi, tanya jawab, serta soft launching IBEA ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan inovasi serta semangat kolaborasi usaha.

“Harta yang makin lama makin mahal, adalah sahabat. Dan hari ini kita berkumpul bersama dengan para sahabat sejati, untuk sama-sama membuat satu ekosistem yang kuat. Bagaimana kita bisa mengembangkan diri kita, mengembangkan usaha kita melalui forum ini,” ujar Ketua Umum IBEA, Emil Atmajaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi; Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu; Perwakilan Umat Buddha Indonesia; Persatuan Umat Buddha Indonesia; serta jajaran pengurus IBEA. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU