SHNet, Jakarta-Novelis yang dikenal sebelumnya sebagai musisi, Dee Lestari terpilih memimpin perkumpulan penulis Indonesia, Alinea periode (2026-2031). Mengingat sistem kepengurusan di Alinea presidium -kolektif kolegial-Dee tidak sendiri memelainkan bersama empat penulis lain yakni Kanti W Janis, Valent Mustamin, Neni Muhidin dan Qaris Tajudin.
Pemilihan Presidium Alinea dilakukan dalam Musyawarah Nasional atau Munas yang berlangsung dua harid di Teater Utan Kayu, Jakarta, Sabtu-Minggu (5-6/09/2026). Pada hari pertama Munas, Dee sudah tampil sebagai pembicara dalam diskusi bertema “Penulis Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak di Era Disrupsi” bersama dua astronom teremuka, Karlina Supeli dan Premana Wardayanti Premadi, sejarawan-budayawan, Hilmar Farid.
Dee dalam diskusi membahas tema penulis memetabolisme dunia. Dee mengatakan, sesuatu masuk, dicerna, diurai, dipertemukan dengan unsur lain, lalu diubah menjadi bentuk baru. Begitu juga karya. Dunia masuk ke penulis sebagai realitas, tetapi ketika keluar sebagai cerita, bentuknya menjadi berbeda.
“Saya bersedia menjadi anggota presidium bila temen-temen mendukung. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya,” ujar Dee singkat, ketika pimpnan sidang pemilihan presidium menanyakan kesediannya menjadi anggota presidium untuk lima tahun mendatang.

Sementara itu Kanti W Janis yang sebelum di presidium dan kini terpilih kembali mengatakan, dirinya bersedia duduk di presidium Aine karena masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan, mislanya soal pajak perbukuan, hak cipta yang perlu dikawal bersama. Juga standar upah bagi penulis.
“Memang asosiasi yang menentukan untuk penulis dan perlu dibahas bersama. Misak sebagai penulis kolom berapa, editor berapa, mesti ada upah minimum,” katanya.
Begitu juga Qaris Tajudin yang baru menjadi pengurus presidium mengatakan, harus ada priorotas program kerja yang dijalankan untuk kebaikan dna kepentingan bersama.
Sedangkan Neni Muhidin yang datang dari Palu dan terpilih sebagai salah satu presidium juga mengatakan terima kasih atas kepercayaannya, apalagi dia sudah lama aktif di Alinea dan menggerakkan literasi di daerhanya. “Mohon dukungan untuk kerja lima tahun ke depan,”katanya.

Sistem Musyawarah
Pemilihan presidium Alinea relatif berlangsung lancar mengingat para calon sudah memamahi peran dan fungsinya sebagai presidium. Selain itu pemilihan dilakukan berdasarkan musyawarah, bukan voting.
Selain memilih lima orang presidium, Munas Alinea juga memilih calon anggota dewan penasehat, dewan pengawasa, dewan etik, dan enam calon koordinator regional
Seperti diketahui, perkumpulan penulis Alinea lahir 5 tahun silam setelah Rapat Luar Biasa Satupena, organiasi tempat berhimpun para penulis. Sejumlah penulis yang tak puas dengan kepemimpinan Satupena kemudian membentuk wadah baru yang dinamakan Alinea. Kemudian memutuskan pola kepemimpinan presidium.
Munas Alinea di Teater Utan Kayu yang diikuti anggota yang berasal dari Jakarta, tapi ada juga yang datang dari Solo dan Palu, memberikan semangat baru yang lebih menggebu bagi para anggota baik yang mengikuti Munas secara langsung maun via zoom. tekad agar penulis lebih terlibat, bersinergi, dan berdampak sangat terasa.

Sejumlah program kerja dan target selama lima tahun mendatang juga dibahas dalam Munas ini selain pembahasan di komisi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, serta tentunya komisi pemilihan pesidium yakni tentag syarat calon dan mekanisme pemilihan.
Berikut Susunan Pengurus Aline period 2026-2031
Presidium Terpilih
Neni Muhidin
Valent Mustamin
Kanti W. Janis
Dee Lestari
Qaris Tajudin
Rekomendasi Calo Dewan Etik
Kristin Samah
Mikke Susanto
Warih Wisatsana
Sekar Chamdi
Sihar Ramses Simatupang
Kurnia Effendi
Maman Suherman (Kang Maman)
Rekomendasi Calon Dewan Pengawas
Magdalena Sitorus
Wien Muldian
Suradi
Debra H. Yatim
Mardiyah Chamim
Rekomendasi Calon Dewan Penasihat
Bambang Harimurti
Ayu Utami
Fachrodji
Murti Bunanta
Putu Fajar Arcana
Alberthiene Endah
Rekomendasi Calon Koordinator Regional
- Sumatra: Ita Siregar
- Kalimantan: Hudan Nur
- Jawa – Madura: Ngadiyo
- Sulawesi: Ama Gaspar
- Bali – Nusa Tenggara: Kadek Sonia
- Maluku – Papua (sur)

