14 June 2026
HomeBeritaSamuel JD Wattimena, Blusukan Hingga ke Arisan RT

Samuel JD Wattimena, Blusukan Hingga ke Arisan RT

SHNet, Semarang- Nama besar Samuel John David Wattimena sebagai designer yang sudah dikenal hingga ke berbagai negara tidak membuatnya canggung berhadapan langsung dengan masyarakat.

Ia bisa menghidupkan suasana saat bertemu dengan ibu-ibu di arisan, bapak-bapak saat sosialisasi pemilihan umum, juga dengan mahasiswa, remaja, bahkan dengan anak-anak.

Sejak namanya masuk dalam daftar calon tetap (DPT) calon anggota legislatif di Daerah Pemilihan I Jawa Tengah dengan nomor urut 2, praktis ia meninggalkan Jakarta, tinggal di Semarang.

Kalau pun ke Jakarta, hitungannya hari, hanya untuk mengurus hal-hal penting, selanjutnya kembali ke Semarang.

Samuel JD Wattimena yang sering dipanggil “Opa” atau Bung Sam mengamalkan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk turun ke akar rumput.

“Kami sehari-hari melihat foto dan nama orang berjejer di pinggir jalan tapi baru kali ini bertemu dengan satu orang calon anggota legislatif,” ujar seorang mahasiswa dalam pertemuan di sebuah kedai kopi di Kota Semarang.

Samuel menanggapi diplomatis. Bukan berarti dirinya sendiri yang turun ke akar rumput.
Dapil Jawa Tengah sangat luas, orangnya pun sangat banyak.

Bisa jadi mereka sedang mengadakan pertemuan di tempat berbeda.
Pernyataan serupa juga diungkapkan warga masyarakat di Ungaran.

Dalam beberapa kali pertemuan, warga mengaku terkejut didatangi Caleg berkaliber nasional. Apalagi nama Samuel Wattimena sudah dikenal luas baik sebagai designer maupun ketika menjadi juri Liga Dangdut Indosiar. Saat itulah ia mendapat julukan ‘Opa’.

Hampir semua daerah pemilihannya sudah disambangi. Mulai dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, sampai Kabupaten Salatiga. Ia turun sendiri, tidak mengandalkan tim sukses. Meskipun cuma 10 orang yang ingin bertemu, Samuel tetap meringankan kakinya.

Dalam sehari minimal ia mendatangi tiga pertemuan. Kadang-kadang calon anggota legislatif di tingkat kota, kabupaten, atau provinsi turut menyertai. Namun ia tetap turun bertemu masyarakat meskipun harus sendirian.

Samuel Wattimena tertarik menjadi anggota legislatif karena dalam dirinya tertanam jiwa pendidik. “Saya selalu ingin berbagi pengetahuan pada siapa pun,” ujarnya.

Ia menekankan, sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci kemajuan sebuah bangsa. Kalau SDM berkualitas maka kemajuan di berbagai bidang dapat dicapai.
Peningkatan SDM, menurut Samuel, tidak terbatas pada pendidikan formal. Ia menyebut, melalui pendidikan informal, nonformal, dan berbagai pelatihan, peningkatan kualitas SDM bisa ditingkatkan.

“Yang sudah jualan kue, peningkatan kualitas tidak harus melalui pendidikan formal. Bisa dengan cara mengikuti pelatihan agar bisa membuat kue berkualitas baik dengan kemasan yang bagus sehingga bisa bersaing dengan yang lain,” katanya.

Samuel mencontohkan dirinya sendiri yang bisa berkiprah sampai ke luar negeri padahal pendidikan formalnya hanya sampai sekolah menengah atas. Kuncinya selalu mempunyai keinginan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan. (kristin samah)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU