SHNet, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra pada 1—5 Mei 2024 menyelenggarakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) dan Rapat Koordinasi Penguatan RBD antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Acara dibuka di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (1/4/2024.Ini adalah tahun kedua pelaksanaan FTBIN di Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Mei. Tahun ini, FTBIN kembali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas semangat para generasi muda terbaik yang telah terpilih dalam FTBI dari 25 provinsi pada tahun 2023.
Dalam kesempatan tersebut, E. Aminudin Aziz, Kepala Badan Bahasa menyampaikan beberapa hal, yakni; kegiatan FTBIN dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional mengingat Revitalisasi Bahasa Daerah adalah proses penting dalam pendidikan Indonesia.
Dikatakan Aminudin Aziz, memasuki tahun ke-4 kegiatan FTBIN, animo dan kesadaran masyarakat semakin meningkat akan pentingnya menjaga bahasa daerah baik dalam lomna pidato, membaca puisi, menulis aksara, berkomedi tunggal, bernyanyi yang dapat memotivasi anak untuk mencintai bahasa daerah.
“Mengingat meningkatkan animo masyarakat dari tahun ke tahun, banyak permintaan revitalisasi bahasa daerah, untuk itu perlu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjalankannya program tersebut sehingga dilaksanakan rapat koordinasi,” ujar Aminudin Aziz.
Lebih lanjut dikemukakan Aminudin Aziz, keahlian peserta dalam bahasa daerah ini sudah tercatat dalam Manajemen Talenta Nasional yang mendapat pengakuan dari pemerintah sehingga menjadi portofolio anak saat melanjutkan pendidikan, semisal jalur prestasi.
“Keahlian dalam berbahasa daerah kini mulai dilirik dalam dunia industri hiburan, banyak di antara peserta yang diundang sebagai narasumber ke sekolah- sekolah untuk berbagi pengalaman, menjadi youtuber, bintang tamu berbagai acara dan lainnya,” paparnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Nasional ini merupakan bentuk apresiasi kepada semua para pihak baik itu siswa, guru, orang tua siswa dan masyarakat yang berkontribusi dalam revitalisasi bahasa daerah. Kegiatan ini diikuti oleh talenta muda dari 25 provinsi di Indonesia.

Bangun Pemahaman Bersama
Adapun tujuan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Penguatan RBD antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah sebagai berikut. (1) membangun pemahaman yang sama tentang isu kepunahan bahasa dan program Revitalisasi Bahasa Daerah dengan pihak-pihak yang terlibat; (2) merumuskan strategi dan tindakan bersama untuk mencapai tujuan pelestarian bahasa daerah; (3) membangun dan menguatkan kerja sama/sinergi dengan para kepala daerah di 38 provinsi dalam pelestarian bahasa daerah melalui Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang tertuang dalam Program Merdeka Belajar Episode ke-17; (4) meningkatkan kesadaran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap pelestarian bahasa daerah; dan (5) meningkatkan peran aktif dan dukungan para pemangku kepentingan terhadap pelestarian bahasa daerah.
Badan Bahasa, Kemendikbudristek terus menggalakkan upaya pelindungan bahasa daerah melalui platform MB-17: RBD. Dari berbagai upaya pelindungan bahasa daerah, program RBD merupakan tahapan strategis setelah upaya pemetaan bahasa, pengukuran daya hidup atau vitalitas bahasa, dan upaya konservasi bahasa. Pelindungan bahasa daerah melalui platform MB-17: RBD merupakan salah satu dari program pelindungan bahasa daerah berbasis sekolah, komunitas, dan/atau keluarga. Hal itu dimaksudkan untuk menggelorakan kembali penggunaan bahasa daerah dalam berbagai ranah kehidupan sehari-hari dan meningkatkan jumlah penutur muda bahasa daerah sehingga daya hidup bahasa daerah tersebut berada pada taraf aman dan ditransmisikan dengan baik.
Kegiatan ini diikuti oleh 520 peserta dan 38 pendamping yang berasal dari 25 provinsi yang akan mengikuti rangkaian kegiatan FTBIN mulai tanggal 1—5 Mei 2024. Sementara itu, kegiatan Rakor akan diikuti oleh 353 peserta Rakor (gubernur, bupati, dan wali kota) yang akan mengikuti kegiatan rakor pada 2—3 Mei 2024. Turut hadir dalam pembukaan acara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Ketua dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ketua DPD, Ketua Umum Dharma Wanita Indonesia; Pengurus Dharma Wanita Pusat, Dharma Wanita Kemendikbudristek dan Darma Wanita Badan Bahasa; para Pejabat Eselon I dan II Kemendikbudristek; 20 kepala daerah (gubernur/bupati/walikota) yang mendapat penghargaan dari Mendikbudristek atas peran dan komitmennya bersinergi dengan pemerintah pusat dalam merevitalisasi bahasa daerah; kepala dan staf Balai/Kantor Bahasa; pendamping dari dinas pendidikan, pemerhati bahasa dan sastra; serta perwakilan masyarakat dan komunitas dari daerah. (sur)

