SHNet, Jakarta-Perkumpulan Penulis Indonesia Alinea sukses menyelenggarakan Kelas Menulis Memoar yang merupakan kelas pertama dalam rangkaian program pelatihan penulisan. Acara ini berlangsung di Baca di Tebet, Minggu (07/07/2024) mulai pukul 5 sore, dan dihadiri oleh sembilan peserta dengan latar belakang beragam, termasuk mahasiswa, wirausahawan, penggerak literasi, pecinta alam, pegawai finance, dan pelukis mural.
Kelas ini bertujuan untuk membimbing peserta dalam menuliskan pengalaman hidup mereka ke dalam sebuah karya memoar. Menurut Wikipedia, memoar adalah kumpulan kenangan yang ditulis seorang individu mengenai kejadian-kejadian tertentu, baik yang sifatnya pribadi maupun publik, yang terjadi dalam kehidupan penulis.
Karya memoar ini bersifat faktual, tidak seperti karya fiksi, dan memberikan pandangan mendalam tentang peristiwa yang dialami oleh penulisnya. Memoar tertua yang tercatat adalah karya Kaisar Julius pada zaman Kerajaan Romawi Kuno berjudul Commentarii de Bello Gallico (Catatan tentang Perang Gallic), yang mendokumentasikan perang saudara selama sembilan tahun melawan bangsa Gallic (49-58 S.M).
Selama tiga jam, kelas berjalan dengan santai dan penuh interaksi. Peserta diajak untuk memahami apa itu memoar, mengenal contoh-contoh memoar terkenal, mulai memikirkan tema memoar yang ingin ditulis, dan mempelajari unsur-unsur penting dalam penulisan memoar. Acara ini dipandu oleh Stebby Julionatan sebagai koordinator kelas menulis. Magdalena Sitorus, bagian dari badan pengawas organisasi Alinea, juga turut hadir dan berbagi pengalaman pribadinya tentang proses penulisan.
Danny, pembicara utama dalam kelas ini, memberikan banyak referensi memoar yang dapat dibaca oleh peserta dan membagikan lima kiat menulis memoar yang efektif. “Cari dan catatlah sepuluh peristiwa penting dalam kehidupan. Sepuluh peristiwa tersebut dapat dikelompokkan menjadi kelahiran, kehilangan, berpindah rumah, jatuh cinta, perubahan, tragedi, kesuksesan, cita-cita, hubungan, dan menjadi dewasa,” ujar Danny. Salah satu peserta, Didy, membawa hasil tulisannya untuk dikonsultasikan langsung kepada Danny, menambah nilai interaktif dari kelas ini.
Deasy Tirayoh, Direktur Eksekutif Alinea mengungkapkan, sangat  senang melihat antusiasme dan keragaman peserta dalam kelas menulis memoar ini. Ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cerita yang unik dan berharga untuk dibagikan. “Melalui kelas ini, kami berharap dapat membantu mereka menemukan suara mereka dalam menulis dan menyebarkan kisah-kisah yang inspiratif,” katanya.

Permulaan Program
Kelas Menulis Memoar ini adalah awal dari rangkaian program kelas pelatihan penulisan yang akan terus diselenggarakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia Alinea. Kami mengundang semua yang berminat untuk mengikuti kelas-kelas berikutnya dan menjadi bagian dari komunitas penulis yang berdedikasi untuk menceritakan pengalaman hidup mereka kepada dunia.
Kontak untuk Informasi Lebih Lanjut:
Perkumpulan Penulis Indonesia Alinea
Deasy Tirayoh
Email: info@perkumpulanalinea.org
Tentang Perkumpulan Penulis Indonesia Alinea:
Perkumpulan Penulis Indonesia Alinea adalah organisasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan menulis dan literasi di Indonesia. Kami menyediakan berbagai program pelatihan dan lokakarya untuk penulis dari berbagai latar belakang dan pengalaman.(sur)

