SHNet, Jakarta-Akademi Televisi Indonesia (ATVI), yang kini tengah bertransformasi menjadi Institut Media Digital EMTEK (IMDE), secara resmi menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan PFN (Produksi Film Negara) di Gedung PT. Produksi Film Negara (Persero), Jatinegara, Jakarta Timur. Kamis (17/10/2024) MoU ini dilakukan dengan tujuan untuk berkolaborasi bersama dalam menciptakan sinergi antara dunia akademis dan industri film nasional.
Pendatandatangan ini hadiri oleh Direktur ATVI, Totok Amin Soefijanto, Wakil Direktur Non-Akademik sekaligus Kepala program studi S1 Kajian Film, TV, dan Media, Rewindinar dan Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero), Dwi Heriyanto B.
Tujuan MoU ini untuk mendorong transformasi ATVI, agar mampu keluar dari batasan zona nyaman serta membuka diri terhadap kolaborasi strategis yang memperkuat sinergi dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Melalui kerjasama ini, PFN akan berbagi pengetahuan tentang dunia perfilman dan digital, memperdalam keterampilan mahasiswa dalam script writing, serta memahami proses produksi hingga eksekusi film. Pihak PFN juga berharap kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak serta mampu mengubah ide-ide kreatif dari para pelaku industri film menjadi karya seperti film-film fiksi, dokumenter, dan biopik, yang berkontribusi pada penguatan ekosistem perfilman di Indonesia.

Selain penandatanganan MoU, mahasiswa ATVI IMDE dari program studi Kajian Film, TV, dan Media turut berpartisipasi dalam kunjungan yang diisi dengan berbagai agenda yang disiapkan oleh PFN. Di antaranya adalah sesi pemaparan sejarah PFN hingga pelatihan produksi video feature dan dokumenter. Selama pemaparan, mahasiswa aktif berinteraksi melalui sesi tanya jawab untuk memperdalam wawasan mereka.
kerja sama antara ATVI IMDE dan PFN diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam industri film nasional sekaligus memperkaya pengalaman mereka, dan menghasilkan karya-karya berkualitas. Kolaborasi ini juga menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan perfilman Indonesia, dengan melahirkan insan perfilman yang siap menghadapi tantangan industri kreatif di masa depan.(sur)

