25 May 2026
HomeBeritaMelihat Ribuan Kelelawar di Pulau Um, Sorong

Melihat Ribuan Kelelawar di Pulau Um, Sorong

SHNet, Jakarta – Pulau Um Kampung Malaumkarta Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat belum banyak diketahui orang, namun keindahan pulau kecil tersebut tidaklah dari destinasi wisata kabupaten tetangga Raja Ampat.

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Pulau Um pasti terpesona dengan keindahan alamnya. Panitia dengan pasir putih yang bersih dan ribuan ekor kelelawar hidup di setiap pepohonan pulau, menjadi pemandangan indah yang selalu di kenang wisatawan yang mengunjungi destinasi itu.

Ketua Satuan Tugas Koordinasi Supervisi Pencegahan Wilayah V KPK, Dian Patria yang ditemui saat berwisata di Pulau Um Kabupaten Sorong pekan lalu  mengagumi keindahan alam pulau kecil tersebut.

“Pulau Um sangat luar biasa indahnya. Saya harap masyarakat setempat terus menjaga kelestarian alam yang yang indah itu,” ujarnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Wisson wisatawan asal Jerman yang sudah menetapkan lama di Indonesia ketika mengunjungi Pulau Um.

Wisson mengatakan bahwa dirinya sudah keliling Indonesia, namun baru pernah melihat pulau yang penuh dengan kelelawar pada dahan pohon di siang hari.

Menurut dia, mengunjungi daerah lain di Indonesia, dia hanya menemukan kelelawar hidup di gua pada siang hari. Mengunjungi pulau Um Sorong kaget melihat ribuan kelelawar hidup di dahan pohon pada siang hari dan sore hari menjelang malam terbang meninggalkan Pulau untuk mencari makan.

Uniknya, kata dia, semalam mencari makan Dan ketika hari hampir pagi ribuan kelelawar tersebut kembali lagi ke pulau Um. “Ini sangat luar biasa dan saya berharap masyarakat terus melestarikan pulau itu,” tambah dia seperti disiarkan Antara.

Yosias Pemandu Wisatawan Malaumkarta yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa setiap orang yang berkunjung ke pulau Um pasti kagum dengan keindahan alamnya dan berpesan agar masyarakat setempat dapat kelestarian menjaga.

Dia mengatakan bahwa yang menjadi keunggulan pulau Um adalah tempat beristirahat ribuan ekor kelelawar pada siang hari, selain pantai dengan pasir putih bersih.

“Kelelawar menjadikan pulau Um sebagai tempat istirahat sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Dan dan hal itu dilestarikan oleh orang tua kami turun-temurun hingga kami dapat menikmatinya keindahan itu saat ini,” ungkap dia.

“Jauh sebelum Pulau Um ramai dikunjungi wisatawan, warga Malaumkarta Raya tidak mengganggu tempat istirahat kelelawar di siang hari dan membiarkan mereka berkembang biak hingga sekarang,” kata Ketua Penggiat Konservasi Malaumkarta Raya untuk Masyarakat Hukum Adat Suku Moi Robert Kalami di Sorong seperti dikutip dari Antara.

Pemuda kampung Malaumkarta, Hermanus Do, mendapat tambahan penghasilan dengan menyediakan perahu tradisional untuk melayani wisatawan menuju dan kembali dari pulau Um.

“Jika ramai kunjungan dalam satu hari masyarakat penyerta jasa transportasi perahu tradisional bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 700 ribu, bahkan lebih,” kata Hermanus.

Warga Malaumkarta Raya umumnya tak mengganggu populasi kelelawar dan satwa luar seperti burung cenderawasih dan kanguru pohon. Hal itu dilakukan karena menyadari pentingnya menjaga keanekaragaman hayati untuk keturunan mereka di masa depan.

“Jangan kita tinggalkan air mata bagi anak cucu kita, tapi tinggalkan mata air bagi anak cucu kita nanti,” dia menambahkan.

Masyarakat sekitar juga sepakat menggunakan sistem sasi laut, yaitu larangan menangkap jenis fauna laut tertentu di sebuah kawasan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. (Victor)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU