3 June 2026
HomeBeritaPengamat Beberkan Data Buktikan Realisasi Pajak 2021 Lebih Buruk, Tepis Klaim Menkeu

Pengamat Beberkan Data Buktikan Realisasi Pajak 2021 Lebih Buruk, Tepis Klaim Menkeu

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak per 26 Desember 2021 melebihi target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021, yakni sebesar Rp1.231,87 triliun. Sri Mulyani menyatakan sebagai hari bersejarah karena mencapai realisasi 100 persen. Namun, Pengamat Ekonomi Gede Sandra menyatakan, realisasi pajak tahun 2021 jauh lebih buruk dari tahun sebelumnya.

“Tidak setuju kalau dibilang penerimaan pajak tahun 2021 ini hari yang bersejarah.
Karena faktanya realisasi penerimaan pajak tahun 2021 (Rp 1.231 triliun) ini jauh lebih buruk dari realisasi penerimaan pajak tahun-tahun sebelumnya,” tegas Gede Sandra melalui pernyataan pers yang diterima Rabu (29/12/2021).

Gede membeberkan data realisasi pajak dalam era Presiden Joko Widodo, yakni tahun 2016 (Rp 1.283 triliun), 2018 (Rp 1.315 triliun) dan 2019 (Rp 1.332 triliun). Apalagi, kata Gede, rasio penerimaan pajak terhadap PDB tahun 2021 ini hanya 7,7%, termasuk yang terburuk dalam sejarah Indonesia.

“Kalau dibilang tahun 2021 tahun yang bersejarah karena tax ratio yang terburuk dalam sejarah, saya setuju,” tegasnya.

Gede menganggap kesimpulan Sri Mulyani  terlalu lebay dan  terlalu bombastis. Seharusnya, kata Gede, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, memang target penerimaan pajak tahun 2021 ini (Rp 1.229 triliun) sangat rendah, jadi wajar bila tercapai realisasi 100 persen. Bandingkan saja dengan target-target penerimaan pajak tahun sebelumnya, 2015: Rp 1.294 triliun; 2016: Rp 1.539 triliun; 2017: Rp1.283 triliun; 2018: Rp 1.424 triliun; dan 2019: Rp 1.577 triliun.

Padahal berdasarkan ukuran ekonomi, PDB tahun 2021 (Rp 15.974 triliun, estimasi) lebih besar dari tahun-tahun tersebut, 2015: Rp 11.540 triliun; 2016: Rp 12.406 triliun; 2017: Rp 13.588 triliun; 2018: Rp 14.837 triliun; dan 2019: 15.833 triliun.

“Jadi mungkin saja ini semua hanya akal-akalan Bu SMI agar selamat dari reshuffle terdekat. Maka sengaja dipasanglah oleh Beliau target yang terlalu rendah itu,” jelas Gede yang disertai emoji tertawa.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, “Hari ini adalah hari yang bersejarah. Di tengah pandemi Covid-19, di saat pemulihan ekonomi masih berlangsung, anda mampu mencapai target 100 persen bahkan sebelum tutup tahun. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja anda semua yang luar biasa. Terima kasih terhadap apa yang kita capai hari ini. Ini adalah bekal kita untuk pelaksanaan tugas-tugas kita di masa mendatang,” ungkap Sri Mulyani. (den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU