SHNet, Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif menjadi ruang strategis bagi perempuan untuk berkembang sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional.
Hal tersebut disampaikan Irene dalam Dialog Nasional dan Lokakarya bertema “Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Pengembangan Kemandirian dan Resiliensi Nasional” yang digelar di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4).
Menurut Irene, ekonomi kreatif kini semakin inklusif, terutama dengan adanya percepatan transformasi digital yang membuka akses luas bagi perempuan untuk berkarya tanpa batas ruang dan waktu.
“Ekonomi kreatif membuka peluang besar tanpa melihat latar belakang. Dengan dukungan teknologi, perempuan dapat berkarya dari mana saja dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor ini juga berperan sebagai mesin pertumbuhan baru (new engine of growth) yang mampu mendorong kemandirian perempuan melalui akses terhadap peluang usaha dan inovasi.
“Kuncinya adalah keberanian untuk memulai dan kepercayaan terhadap diri sendiri,” tambahnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan, tidak sekadar sebagai penerima manfaat.
“Perempuan harus menjadi bagian dari penggerak pembangunan. Diperlukan kebijakan afirmatif agar perempuan terlibat dalam strategi ekonomi dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menyampaikan bahwa penguatan peran perempuan sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ketahanan bangsa dibangun dari keluarga. Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tersebut, sehingga penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan,” jelasnya.
Forum yang diinisiasi oleh Kementerian PPN/Bappenas ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menghadirkan program yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga, ekonomi lokal, serta ketahanan pangan berbasis komunitas.
Kementerian Ekonomi Kreatif menilai, kolaborasi antar kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam mendorong implementasi kebijakan yang terintegrasi dan berdampak nyata di masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Melalui penguatan kepemimpinan perempuan di sektor ekonomi kreatif, pemerintah optimistis dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Stevani Elisabeth)

