SHNet, Jakarta– Politeknik Sahid Pariwisata sukses menggelar event budaya bertema Banten Halal Festival. Kegiatan ini sebagai rangkaian dari perayaan Dies Natalis Politeknik Sahid ke-43. Banten Halal Festival berlangsung Sabtu (18/4/2026) di Gedung Grand Premiere Hall Politeknik Sahid, Pondok Cabe, Tangsel.
Kegiatan diisi dengan lomba tari Jaipong dan Demo masak Rabeg khas Kasultanan Banten.
Direktur Politeknik Sahid, Baskoro Harwindito, dalam sambutannya menekankan bahwa Event Banten Halal Festival akan terus diupayakan sebagai ikon tahunan kegiatan Budaya Politeknik Sahid. “Saya berharap kegiatan ini terus berkelanjutan, semangatnya sangat bagus, sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya nusantara, ” katanya.
Sementara, Ketua pelaksana kegiatan, FX Setiyo Wibowo saat membuka acara menyampaikan pesan bahwa niat penyelenggaraan festival ini untuk mengajak Gen Z mencintai budaya dan tradisi nusantara. Salah satunya, dengan mengangkat tari Jaipong dan menu Rabeg, warisan resep khas Kasultanan Banten.
Rabeg merupakan menu kesukaan Raja Banten, Sultan Maulana Hasannudin. Menu ini belum banyak dikenal masyarakat luas, hanya beberapa rumah makan di Serang Banten yang menyajikan Rabeg. “Karena itu, kami ingin mengangkat menu Rabeg melalui kegiatan Banten Halal Festival ini,” kata FX Setiyo Wibowo.
Menu Rabeg dipresentasikan dalam demo masak menghadirkan Chef Abi. Menurut Chef Abi, Rabeg memiliki sejarah kuliner yang panjang, dimulai dari zaman Sultan Hasanuddin. Nama Rabeg diambil dari nama kota di Arab Saudi, Rabigh.
Menu Rabeg diolah dari potongan daging kambing, dimasak bersama rempah rempah asli nusantara. Kuahnya berwarna coklat pekat dan terasa manis gurih. Rabeg memiliki karakter sebagai masakan yang menghangatkan badan.
“Menu Rabeg ini kaya rempah, tekstur aromanya wangi rempah yang berpadu lezat dengan daging kambing. Sangat cocok dihidangkan saat sarapan pagi,” tutur Chef Abi.
Event Banten Halal Festival mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata Kota Bogor. Kepala Dinas Pariwisata yang diwakili oleh Jamaludin menyampaikan keberadaan Banten Halal Festival memiliki posisi yang strategis sebagai gerakan cinta budaya nusantara. Perannya menghubungkan antara kreativitas anak muda dan budaya nusantara.
Setidaknya agar genarasi muda lebih akrab dengan budaya negerinya sendiri. ” Semoga kedepannya Banten Halal Festival menjadi kegiatan tahunan di Politeknik Sahid,” kata Jamaludin. (Stevani Elisabeth)

