SHNet, Newe Delhi-Lima delegasi peneliti muda Indonesia berhasil menorehkan prestasi di ajang penelitian internasional yang bernama International Conference of Young Scientists (ICYS) 2026, yang berlangsung di New Delhi, India, pada tanggal 19–24 April 2026.
Bidang penelitian Sains dalam ICYS 2026 terdiri dari Computer Science, Mathematics, Physics, Environmental Science, Life Sciences, dan Engineering. Konferensi ini dihadiri oleh 132 peserta yang berasal dari 16 negara, yaitu Jerman, Belarus, Hongaria, Cekoslowakia, Guam, Brazil, , Mongolia, Thailand, Indonesia, Turki, Malaysia, Rusia, Romania,Serbia, India, dan Polandia.
Tim peneliti belia Indonesia berhasil menyabet 2 Silver Medal, 2 Bronze Medal dan sebuah Special Award dari kategori Oral Presentation, dengan rincian sebagai berikut: Bryan Kwan pelajar dari SMP Sint Carolus Bengkulu yang membawakan riset di bidang Environmental Science dengan judul “Colorimetric Detection of Mercury in Bengkulu City River Waters Using AgNPs Synthesized via Green Synthesis from Calamansi (Citrofortunella microcarpa) Extract”, berhasil meraih penghargaan Silver Medal.
Penghargaan yang sama juga diraih oleh Calvin Nicholas Setiadi dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera dengan riset di bidang Life Sciences berjudul “Potential of Glycyrrhizin (Glycyrrhiza glabra) as an Inhibitor of Tropomyosin (Lit v 1) Induced Shellfish Allergy in Litopenaeus vannamei”.
Penghargaan Bronze Medal dipersembahkan oleh Reuben Prabaswara Windukusuma dari SMA Santa Angela Bandung di bidang Mathematics dengan penelitian berjudul “An Error-Minimized Nonlinear Analytical Approximant for the Catenary Arc Length”. dan Kai Akira Angkadjaja dari SMA Cita Hati Surabaya di bidang Physics dengan penelitian berjudul “Early Epileptic Seizure Prediction Using Welch’s Power Spectral Density and Machine Learning”. Poster ilmiah Reuben juga mendapatkan penghargaan Special Prize.
Jeshua Joyfull Torie dari SMA Francis Tangerang berhasil meraih Special Award di bidang Mathematics dengan penelitian berjudul “Mathematical Modeling Based on Genetic Biomarkers for the Predictive Diagnosis of Pancreatic Cancer: Analysis and Validation Using Hypothesis Testing with Python” yang sekaligus poster ilmiahnya mendapatkan penghargaan Second Prize.
Sebelum berlaga di tingkat internasional, peneliti belia ini telah lolos dari Lomba Peneliti Belia tingkat provinsi yang diikuti oleh lebih dari 2.300 peserta, dan mengerucut menjadi 531 peserta di tingkat nasional. Selanjutnya, untuk menyempurnakan penelitiannya, tim ini mendapatkan pembinaan dari dosen Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, serta peneliti CYS.
Di sela-sela kegiatan konferensi ICYS 2026, tim Indonesia di bawah pimpinan Monika Raharti (direktur CYS), berkunjung ke KBRI New Delhi dan berkesempatan bertemu dengan Kuasa Usaha Ad Interim, Bapak Yudho Sasongko. Rombongan kembali ke tanah pada tanggal 24 April 2026 menuju Jakarta.
Center for Young Scientists mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung persiapan hingga keberangkatan tim Indonesia, sehingga berhasil menorehkan prestasi yang gemilang di kancah internasional.(sur)

