SHNet,Jakarta – B. Braun Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional dengan memproduksi seri Smart Ecosystem Compactplus di fasilitas manufakturnya di Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
Produk yang mencakup Infusomat® Compactplus, Infusomat® Compactplus P, dan Perfusor® Compactplus ini menghadirkan teknologi medis berstandar internasional yang diproduksi di dalam negeri.
Langkah strategis tersebut menjadi bukti nyata transfer teknologi global dari B. Braun Jerman ke Indonesia. Kehadiran Compactplus diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pasien dengan meminimalkan risiko medication error sekaligus mendukung efisiensi kerja tenaga kesehatan di rumah sakit.
Keunggulan utama Compactplus terletak pada fitur Drug Library yang membantu memastikan pemberian dosis obat secara akurat melalui sistem digital terintegrasi. Perangkat ini juga terhubung dengan Electronic Medical Record (EMR) melalui platform OneViewPlus, sehingga tenaga medis dapat memantau terapi pasien secara real-time, melakukan dokumentasi otomatis, serta memperbarui data medis dari jarak jauh tanpa mengganggu pasien.
“Indonesia merupakan pasar prioritas bagi B. Braun. Kehadiran Compactplus produksi lokal ini adalah wujud nyata transfer teknologi global kami untuk mendukung digitalisasi rumah sakit di Indonesia,” ujar Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel.
Menurutnya, fasilitas manufaktur B. Braun di Cikampek telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 13485:2016 setelah melalui audit TÜV SÜD. Sertifikasi tersebut menjadi jaminan bahwa setiap perangkat yang diproduksi memiliki standar kualitas dan keamanan yang setara dengan produk B. Braun di seluruh dunia.
Selain mengedepankan aspek keselamatan, Compactplus dirancang dengan antarmuka pengguna yang intuitif dan panduan visual pada layar untuk memudahkan pengoperasian. Inovasi ini membantu mengurangi beban administratif perawat sehingga mereka dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien.
Tak hanya menghadirkan inovasi teknologi, B. Braun juga menunjukkan dukungannya terhadap penguatan industri alat kesehatan nasional. Saat ini, seri Compactplus telah mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 hingga 46 persen, melampaui batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
Seluruh proses produksi dijalankan sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan didukung sertifikasi CPOB dari Badan POM RI serta CDAKB dari Kementerian Kesehatan RI. Dengan demikian, setiap perangkat yang dihasilkan dipastikan memenuhi standar mutu dan keamanan yang tinggi.
Melalui produksi lokal Compactplus, B. Braun tidak hanya menghadirkan teknologi medis canggih bagi rumah sakit Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional serta mendorong percepatan digitalisasi layanan kesehatan di Tanah Air. (Stevani Elisabeth)

