15 June 2026
HomeBeritaCatatan Workshop Chunky Bag 'Puffy Paws & Stitches' dari Creative Spaces -...

Catatan Workshop Chunky Bag ‘Puffy Paws & Stitches’ dari Creative Spaces – Bisnis Digital IMDE

SHNet, Jakarta-Ruang auditorium kampus IMDE pada Sabtu 13 Juni 2026 diselimuti atmosfer yang berbeda. Sebuah layar televisi besar di tengah ruangan menyala terang, menampilkan desain visual bertajuk “Puffy Paws & Stitches: Chunky Bag Workshop”. Di bawah layar tersebut, deretan gulungan benang rajut berukuran besar (giant yarn) aneka warna mulai dari biru awan, hijau sage, ungu pastel, hingga merah marun tertata rapi di atas meja kayu berdampingan dengan beberapa tas rajut yang sudah jadi.

Acara kreatif ini diinisiasi oleh Creative Spaces (@creativespaces.id) yang dibangun oleh mahasiswi Program Studi Bisnis Digital IMDE. Sejak pukul sepuluh pagi, ruang auditorium kampus mulai dipenuhi oleh para peserta yang didominasi oleh anak muda generasi Z. Setelah mendaftarkan diri, masing-masing peserta mengenakan celemek kain berwarna cokelat krem dari “diwaktu looang” yang bertindak sebagai mentor workshop hari itu. Mengenakan celemek seragam rupanya sukses mencairkan suasana kaku, membuat lobi kampus terasa seperti ruang komunal yang hangat.

Bagi Gen-Z yang kesehariannya tidak bisa lepas dari layar gawai, mulai dari tugas kuliah, pekerjaan, hingga sekadar berselancar di media sosial, workshop ini menjadi sebuah jeda yang sangat dibutuhkan. Selama sekitar dua jam acara berlangsung, ponsel-ponsel mereka sengaja diletakkan di meja atau di dalam tas. Fokus mereka dialihkan sejenak ke dunia nyata, menyentuh lembutnya serat benang tebal yang siap dibentuk menjadi sebuah karya tangan.

Merajut tas chunky ini menggunakan teknik rajut tangan kosong (hand knitting), tanpa bantuan jarum rajut sama sekali. Para peserta duduk melingkar di kursi kuliah, menyimak dengan saksama penjelasan dari instruktur “diwaktu looang” yang berdiri di depan kelas memperagakan cara membuat simpul pertama menggunakan gulungan benang biru. Gerakan membuat simpul demi simpul dengan jari ini menuntut konsentrasi penuh namun santai, sebuah aktivitas taktil yang terbukti ampuh meredakan kepenatan pikiran.

Alia Muzizah, mahasiswi program studi bisnis digital IMDE, yang juga merupakan ketua panitia acara, mengungkapkan rasa senangnya melihat antusiasme para peserta yang begitu tinggi. “Tujuan kegiatan ini adalah sebagai wadah ‘refreshment and chill’ bagi para peserta yang sudah seminggu full bekerja dan butuh melepas penat dari gadget. Peserta juga sangat antusias dan senang,” ujar Alia seraya tersenyum mengamati jalannya workshop.

Keberhasilan Alia dan tim Creative Spaces dalam menghadirkan wadah santai ini rupanya tidak lepas dari bekal akademis yang mereka miliki di ruang kelas. Kegiatan ini merupakan proyek nyata dari Mata Kuliah Komunikasi dalam Negosiasi Bisnis yang diampu oleh Dr. Rewindinar. Melalui persiapan workshop ini, para mahasiswa ditantang untuk mengeksplorasi secara langsung bagaimana teknik komunikasi dijalankan dalam bernegosiasi. Mereka mempraktikkan konsep-konsep kelas seperti framing positif, serta metode BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) dan ZOPA (Zone of Possible Agreement) demi membangun kesepakatan kerja sama yang positif dengan berbagai pihak.

Para peserta acara bertajuk “Puffy Paws & Stitches: Chunky Bag Workshop”.

Saling Bantu Perbaiki Simpul

Setelah negosiasi di balik layar sukses diwujudkan menjadi kolaborasi yang manis, tibalah saatnya para peserta berhadapan dengan tantangan utamanya. Namun, proses merajut ternyata tidak semudah yang dibayangkan di video-video media sosial. Beberapa peserta sempat kebingungan saat simpul mereka terlalu longgar atau salah arah, sehingga harus membongkar kembali rajutan yang sudah setengah jadi. Namun, di situlah letak keseruannya. Alih-alih merasa kesal, mereka justru saling menertawakan kesalahan masing-masing dan saling membantu memperbaiki simpul yang keliru.

Suasana belajar yang santai ini terasa semakin lengkap berkat dukungan dari para sponsor. Troika Cafe hadir menyuguhkan kopi segar yang menjaga fokus para peserta sepanjang acara. Selain kopi, ada pula kudapan manis berupa cupcake lezat dengan frosting warna pastel yang cantik dari @oemah.keikeu. Dikemas dalam kotak putih minimalis berpita putih dengan tag kolaborasi “Creative Spaces”, kue-kue ini menjadi teman obrolan yang manis di sela-sela waktu merajut. Dukungan dari Saynana dan Kulitiq juga turut memeriahkan meja konsumsi hari itu.

Ketua Program Studi Bisnis Digital IMDE, Hanindito Rahmanda, S.Sn., M.M., yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi positif terhadap kolaborasi yang terjalin. “Kegiatan ini sangat positif karena menumbuhkan kreativitas dan kolaborasi yang hangat,” tuturnya. Menurutnya, kegiatan motorik kasar dan interaksi sosial secara langsung seperti ini sangat berharga bagi kesehatan mental mahasiswa di tengah era digitalisasi yang sangat cepat.

Mendekati tengah hari, ruang auditorium kampus dipenuhi pemandangan warna-warni tas yang mulai terbentuk sempurna. Kreativitas Gen-Z pun terlihat jelas; beberapa peserta tidak hanya merajut tas polos, tetapi juga menambahkan aksesori pemanis seperti gantungan kunci rajut berbentuk bunga matahari atau buah ceri merah yang kontras dengan warna tas mereka. Kepuasan terbesar tentu saja karena tas hasil jerih payah rajutan tangan mereka sendiri ini bisa langsung dibawa pulang untuk melengkapi penampilan harian mereka.

Keberhasilan jalannya acara “Puffy Paws & Stitches” ini juga tidak lepas dari dukungan publikasi media partner yang solid. Info Lomba Mahasiswa, Info Event, Event Center, Info Mahasiswa, yang turut andil menyebarkan energi positif dari kegiatan ini ke kalangan anak muda yang lebih luas.

Sebelum beranjak pulang, para peserta tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama di depan latar belakang dekorasi kain kuning pastel berhias pita merah. Sambil berlutut dan berdiri mengenakan celemek cokelat mereka, senyum bangga mengembang di wajah masing-masing sambil memeluk erat tas chunky barunya. Hari itu, lewat gulungan benang dan kopi, Gen-Z membuktikan bahwa rehat sejenak dari dunia digital dan kembali terhubung dengan kreativitas fisik adalah cara sederhana namun paling ampuh untuk mengisi kembali energi jiwa. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU