SHNet, Jakarta– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima audiensi perusahaan climate-tech asal Indonesia, Jejakin, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (22/6).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Ekraf mendorong ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip sustainability dan green economy.
Wamen Ekraf mengatakan, pendekatan keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ekonomi kreatif ke depan. Pemanfaatan teknologi untuk memantau emisi dan dampak lingkungan dinilai dapat membantu menciptakan ekosistem usaha yang produktif, sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kehadiran platform Jejakin ini fokus terhadap sustainability ini adalah bagian dari green economy Beberapa program yang dihadirkan oleh Jejakin sangat membantu dalam melihat aktivitas emisi yang terjadi. Ini mampu untuk menciptakan sustainability hingga green economy,” ujar Irene.
Jejakin merupakan perusahaan berbasis teknologi yang berfokus pada solusi perubahan iklim. Perusahaan ini menyediakan berbagai platform dan alat digital untuk mengukur, memantau, serta mengelola jejak karbon dan dampak lingkungan secara lebih efektif. Inovasi tersebut dinilai dapat mendukung pelaku ekonomi kreatif menjalankan aktivitas usaha yang lebih ramah lingkungan.
Head of Business Development Jejakin, Bogar Baskoro, menjelaskan bahwa platform Jejakin mampu menghitung emisi berdasarkan baseline tertentu dan menghubungkannya dengan berbagai program penghijauan yang tersedia di Indonesia. Jejakin juga menggandeng berbagai mitra dari Sabang sampai Merauke untuk memaksimalkan dampak positif yang dihasilkan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
“Selama beberapa tahun terakhir ini kami banyak banget bekerja di area sustainability dan ternyata di salah satunya itu adalah satu kelompok yang melihat itu adalah banyak banget inisiatif sustainability yang berhubungan dengan event ataupun juga program campaign gitu,” jelas Bogar.
Audiensi tersebut turut dihadiri Chief Growth Officer Jejakin, Sudono Salim, serta Government Relations Jejakin, Junio Anada. Wamen Ekraf didampingi Direktur Kajian dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat. (Stevani Elisabeth)

