28 June 2026
HomeBeritaTanjung Verde Catat Sejarah Pildun 2026 Babak 32 Besar Tantang Argentina

Tanjung Verde Catat Sejarah Pildun 2026 Babak 32 Besar Tantang Argentina

Oleh: Eddy Lahengko

Kalau Piala Dunia (Pildun) 2022 di Qatar, dari Benua Afrika, Maroko mengukir sejarah sepakbola di dunia internasional, dengan prestasi yang gemilang.

Meski sebelum gelaran dipentaskan , Maroko yang dijuluki Singa Atlas, dianggap remeh sebagai debutan pertama dipentas dunia.
Kini di Piala Dunia 2026, giliran negara dari benua yang sama dengan Maroko, yakni Tanjung Verde, dalam debutan pertamanya sudah mencatat sejarah sepakbola internasional, menyusul sukses lolos dari babak fase grup ke babak 32 besar. Di babak sistem gugur ini, awal Juli mendatang Tanjung Verde sudah menantang Juara bertahan Argentina. Ini ujian berat bagi Squad negara kepulauan ini.

Cabo Verde, sebuah negara kepulauan yang baru merdeka tahun 1975 dari Portugis dan hanya bependuduk sekitar 500 ribu jiwa dengan luas daratan 4000 kilometer persegi, membangun tim nasinoanal sejak tahun 1978.
Dalam perjalanan membangun sepakbola nasionalnya, selalu berkembang dan berkembang dengan sebuah tekat dan ambisi menuju panggung internasional.

Tekad dan ambisi itu pada akhirnya terwujud. Pasukan yang diarsiteki, Pelatih Leitao Brito yang lebih akrab disapa Bubista, mantan kapten dan bek tim nasional yang pernah meniti karir sebagai pemain di klub klub di Angola, Spanyol dan Portugal, pada perjalanan panjangnya sampailah ke pentas Piala Dunia 2026, di AS, Meksiko dan Kanada.

Keberhasilan timnas Tanjung Verde ini menjadi salah satu tim peserta dari 48 negara ini berkat tangan dingin Pelatih Bubista yang mengambil alih kepelatihan sejak tahun 2020.
Tentu skuad yang dikapteni Ryan Mendes dan Kiper tampil cemerlang, Vozinha ini datang manggung di Piala Dunia ini untuk pertama kalinya dipandang sebelah mata oleh berbagai kalangan, bahkan dianggap sebagai tim underdog.

Setelah penampilan perdananya menahan imbang 0-0 tim unggulan Spanyol yang juga nyaris frustrasi dalam menembus pertahanan Tanjung Verde di fase penyisihan grup H, baru masyarakat bola menaruh perhatian.
Begitu pertandingan kedua, menahan imbang 2-2, mantan juara dunia Uruguay , maka berbagai kalangan dan pengamat membuka mata dan pikiran bahwa tim yang dijuluki “Blue Sharks” atau Hiu Biru tidak bisa dianggap remeh.

Sebagai pendatang baru tentu hanya tim peserta dari Afrika yang cukup mengetahui kekuatan pasukan Bubista ini. Tim dari benua lainnya agak buta peta kekuatannya.
Diarena pesta sepakbola empattahunan sekali ini , sebagai ” Tim Kuda Hitam, Tanjung Verde membuktikan ambisi dan tekad mereka lolos ke 32 besar mendampingi Spanyol dari grup H. Terkahir yang jadi korban Arab Saudi ditahan imbang 0-0, sehingga Tanjung Verde berada diurutan dua grup.

Lonjakan prestasi ini menjadi titik awal sejarah bagi negara yang berpenduduk 500 ribu jiwa dan dunia bahwa sukses yang dicapai oleh skuad ini adalah membangun momentum dan kepercayaan diri dalam perjalanan sejarah sepakbola .selain secara tehnis memiliki organisasi pertahanan yang kuat, disiplin, fleksibilitas taktis dan kemampuan serangan balik cepat yang berbahaya.

Ujian pertama di fase grup sudah dilalui dengan baik oleh pasukan Bubista. Pada tanggal 29 Juni nanti babak 32 dimulai dengan sistem gugur atau knockout. Bagi pasukan Bubista, masih harus diuji ketangguhannya lagi di sistem gugur ini. Apakah berlanjut ke babak 16 besar atau sudah tereleminasi dan harus angkat kopor dari pentas piala dunia.

Sebagai debutan pertama di kejuaraan akbar ini, Tanjung Verde sudah menorehkan sejarah bagi sepakbola Afrika, sepakabola Dunia dan khususnya buat sepakbola nasionalnya.
Perjalanan Tanjung Verde atau tim dijuluki Hiu Biru mentas di Piala dunia ini hampir mirip dan serupa tapi tak sama baik taktik permainan dengan perjalanan panjang Tim Maroko di Piala Dunia Qatar tahun 2022.

Tim yang dijuluki Singa Atlas, juga dianggap sebagai tim underdog. Ketika itu tim peserta masih berjumlah 32 negara . Berada di grup F bersama Belgia, Kanada, Kroasia. Dari tim peserta yang dianggap remeh justru mengalahkan Belgia dan Kanada, hanya bermain imbang dengan Kroasia di fase grup.

Lolos grup ini saja Maroko sudah membuat kejutan mencatat sejarah. Kejutan demi kejutan disuguhkan Maroko. Di babak 16 besar,sitem gugur, unggulan Spanyol dipulangkan dengan skor 3-0 lewat drama adu penalty. Lanjut ke 8 besar giliran Portugal dieleminasi dengan skor 1-0. Lalu di semi final langkah Maroko, terhenti oleh Prancis 0-2. Dan perebutan tempat ketiga ketika menghadapi Kroasia, Maroko takluk 2-1.

Bagi Maroko menempati urutan keempat Piala Dunia 2022 di Qatar sudah merupakan prestasi yang luar biasa dan sejarah sudah terukir. Sepakbola Maroko diperhitungkan dunia internasional sebagai sebuah kekuatan .

Kiranya prestasi yang dicapai Maroko di piala dunia 2022 Qatar, menulari Tanjung Verde yang sama sama debutan pertama dipentas dunia di era yang berbeda. Lolos fase grup piala dunia 2026 saja bagi Tanjung Verde sudah prestasi mumpuni dan bersejarah. Apalagi berlanjut dan berlanjut seperti dilakoni tim dari benua yang sama,di piala dunia Qatar 2022, yakni Maroko. Semoga

Penulis, Eddy Lahengko adalah wartawan senior di Jakarta

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU