Oleh: Eddy Lahengko
Setelah Tanjung Verde tertulis indah dalam sejarah, Piala Dunia 2026, kini menyusul Norwegia mengukir tinta emas setelah penantian selama 28 tahun di pentas Piala Dunia, mereka sukses secara gemilang menembus perempat final untuk pertama kalinya.
Sukses yang dicapai skuad yang diarsiteki Stale Olbakken, setelah memulangkan dari persaingan diarena piala dunia, raksasa sepakbola dunia Brasil 2-1 di Stadion New Jersey, New York, Senin,(5/7).
Selain capaian menumbangkan Brasil dibabak 16 besar, pasukan Norwegia juga menempatkan ujung tombak berbahaya, Erling Haaland sejajar dengan dua bintang lainnya, Messi dan Mbappe dalam mengoleksi gol dipapan top scorer untuk sementara, masing2 tujuh gol.
Dua gol kemenangan Norwegia atas Brasil itu, diborong pemain asal Klub Manchester City menit 79 dan 90, sedang gol Brasil dicetak Neymar menit 90+ 10.
Dengan kemenangan ini, Norwegia melaju ke babak delapan besar Menghadapi Inggeris yang menang dramatis dari tuan rumah Meksiko 3-2. Dikatakan dramatis, karena sejak menit 54 Inggeris bermain dengan 10 pemain, menyusul Jarell Quansah diusir wasit,Ali Rezafagani, setelah mentackle terlalu keras Jesus Gullardo.
Babak delapan besar Norwegia bertemu Inggeris, Minggu(12/7) dan sebelumnya Prancis ditantang Maroko.Jumat (10/7).
Laga lanjutan babak 16 besar persaingannya makin sengit, Selasa(7/9)dilangsungkan pertarungan Portugal versus Spanyol,di Dalas Stadium kemudian tuan rumah Amerika Serikat menghadapi Belgia di Seattle Stadium dan malam harinya juara bertahan Argentina ditantang Mesir di Atlanta Stadium.
Pada laga lanjutan 16 besar ini, adakah kejutan akan terjadi? Bisa saja, segala kemungkinan bisa saja akan terjadi. Siapa yang mengira kalau debutan Tanjung Verde, menahan imbang raksasa sepakboka seperti Spanyol dan Uruguay di fase grup dan membuat Argentina tidak mudah memetik kemenangan dibabak 32 besar. Lalu Raksasa sepakbola lainnya, Brasil yang begitu diunggulkan dalam Pildun 2026 ini harus bertekuk lutut dan dipulangkan Norwegia babak 16 besar. Itulah sepakbola sebelum peluit panjang wasit ditiupkan sebagai akhir laga,semuanya masih misteri.
Portugal Vs Spanyol
Nah dalam lanjutan 16 besar ini laga Portugal melawan Spanyol pasti akan berlangsung sengit dan ketat . Ini adalah partai gengsi dua negara yang dipisahkan oleh satu perbatasan. Rivalitas keduanya di lapangan hijau sudah begitu mendarah daging dan berlangsung puluhan tahun.
Dalam laga yang dipentaskan di Stadion Dalas, Amerika Serikat, pertarungan ini tidak saja memperebutkan tiket keperempat final tapi juga mempertaruhkan harga diri dan gengsi dua kekuatan besar sepakbola Eropah.
Dari rekor pertemuan kedua tim di kancah internasional, Spanyol lebih unggul melawan Portugal. Dari total 42 pertemuan dengan 16 kemenangan, sementara Portugal meraih 11 kemenangan, dan 15 pertandingan berakhir imbang . Kedua negara tetangga di Semenanjung Iberia ini memiliki sejarah panjang persaingan sepak bola .
Misalnya pada piala dunia 2018, kedua tim bermain imbang 3-3 penyisihan grup, kemudian piala dunia 2010, Spanyol menyingkirkan Portugal dibabak 16 besar. Masih ada beberapa lagi contoh laga yang dilakukan keduanya.
Maka tidaklah heran jika pertemuan Portugal melawan Spanyol selalu menghadirkan atmosfir berbeda dan tensi tinggi.
Portugal dimotori Bintang Gaek, Christiano Ronaldo didepan didukung Bruno Fernandes,Benardo Silva, Joao Felix, dll dan pemain2 muda Spanyol yang dimotori bintang muda Lamine Jamal,Olmo, Michel Oyarzabal, Pedro Poro, dkk, tentu memberikan perlawanan yang sengit.
Ronaldo yang diusia 41 tahun masih diuji kelincahannya oleh pemain2 muda Spanyol yang sebagian besar bermaterikan dari Klub Barcelona. Pengalaman dan kematangan mungkin masih menjadi milik Ronaldo dkk.
Sebalik pemain2 muda Spanyol unggul dalam hal tenaga, mobilitas danbergerak tak kenal lelah, serta perpindahan posisi pemain begitu impresif. Panggung piala dunia dalam duel ini membuat nilai pertandingan jadi jauh lebih besar.
Bakal terjadi duel adu taktik dan strategi dari pelatih kedua tim dan kualitas individu para pemain kelas dunia.
De la Roja julukan skuad Spanyol yang diarsiteki Luis de la Fuente kepada wartawan mengatakan ia tetap optimistis kedalaman skuadnya mampu menjaga peluang melangkah lebih jauh.
“Kami tahu Portugal adalah tim besar bermaterikan pemain pemain luar biasa,tapi kami juga memiliki kualitas untuk bersaing dan menunjukkan identitas permainan kami. Dan melawan Portugal menjadi ujian sesungguhnya buati timnya,” ujarnya.
Ditambahkannya, kalau difase gugur ini harus hindari berbuat kesalahan. Lamile Jamal dkk harus bermain dengan keberanian,disiplin dan enjoy dalam laga ini.
Sementara Pelatih tim yang dijuluki Selecao, Roberto Martines mengungkapkan pasukannya siap menghadapi Spanyol. “Pada fase gugur semua pertandingan akan sulit. Kami harus tampil sebagai satu tim dan memainkan sepakbola terbaik kami. Kami akan menunjukan karakter Portugal di lapangan,” ujar Pelatih asal Spanyol itu.
Analisis Bola, Eddy Lahengko, Wartawan Senior di Jakarta

