SHNet, AMBON – Anggota Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, secara tegas menyatakan dukungannya pada pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 16 Juli 2026. Proyek migas tersebut direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Menurut Rovik, dimulainya pembangunan Blok Masela jadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku.
“Kami berikan dukungan pada rencana groundbreaking yang akan dilaksanakan 16 Juli 2026 nanti. Ini menunjukkan negara memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk memulai pembangunan Blok Masela,” kata Rovik di Ambon, Senin 6 Juli 2026.
Menurut Rovik, sukses proyek tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta menyiapkan berbagai kebutuhan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan optimal.
“Keputusan ini harus kita jaga bersama sebagai tanggung jawab pemerintah daerah. Kita harus menyiapkan diri dan seluruh hal yang menjadi tanggung jawab daerah dalam menyongsong pembangunan Blok Masela,” ujarnya.
Rovik optimistis proyek pengembangan lapangan gas di Blok Masela akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Maluku. Ia memperkirakan manfaat pembangunan mulai dirasakan masyarakat dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
“Blok Masela akan menjadi sumber yang luar biasa bagi pembangunan Maluku. Lima sampai sepuluh tahun ke depan manfaatnya diharapkan sudah bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah pusat yang terus mengawal proyek tersebut hingga memasuki tahap pembangunan.
“Sebagai bagian dari masyarakat Maluku, kami berterima kasih atas komitmen yang telah ditunjukkan pemerintah pusat. Semoga seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku,” ujar Rovik.
Pemerintah sebelumnya menjadwalkan pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela pada 16 Juli 2026 sebagai penanda dimulainya pembangunan proyek migas yang telah lama dipersiapkan dan diharapkan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. (Non)

