28 September 2026
HomeBeritaKesraSebab Kental Manis jadi Pengganti Susu untuk Balita di Cilacap

Sebab Kental Manis jadi Pengganti Susu untuk Balita di Cilacap

SHNet – Kental manis masih menjadi susu yang diberikan kepada balita sebagai pengganti air susu ibu (ASI). Hal tersebut menjadi salah satu temuan yang menjadi sorotan saat edukasi gizi yang dilakukan oleh PP Muslimat Nahdlatul Ulama (PPMNU) di Cilacap medio September ini. Salah satu penyebabnya adalah angka pernikahan anak yang juga terbilang tinggi, yang membentuk keluarga dengan pemahaman gizi yang rendah.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan sebanyak 198 melakukan pernikahan anak di Cilacap pada semester I tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Jateng setelah Cilacap.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Drs. Budi Santosa, M.Si menyebut pernikahan anak merupakan tantangan yang ada di wilayahnya. Pasalnya, hal ini menyangkut kesiapan pasangan fisik dan mental orang tua dalam merawat serta memenuhi kebutuhan anak.

“Anak-anak yang dilahirkan itu pun perlu pengawasan lebih ketat dari kita. Karena tadi tempatnya kita juga belum ready. Tempat maksudnya rahimnya, hormon-hormonnya juga belum siap, fisiknya, emosionalnya, dan lain-lain,” ucap Budi.

Pernikahan anak, lanjut Budi, juga berkaitan dengan kesiapan dan pengetahuan orang tua dapat membuat kebutuhan anak. Banyak akhirnya orang tua muda tidak dapat benar-benar menerapkan 8 fungsi keluarga yang menjadi fondasi berkeluarga. Mulai dari fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan Pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

“Bisa saja mungkin yang tadi faktor-faktor bawaan, 8 fungsi keluarga yang tidak terjadi dengan baik kan akhirnya ada efek tambahan ini, turunan,” tutur Budi.

Akibat ketidaksiapan orang tua adalah minimnya pengetahuan untuk pemenuhan gizi anak. Banyak orang tua muda masih belum paham apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada anak.

Sebagaimana diketahui, pemberian kental manis sebagai susu untuk anak beresiko terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Mengutip dari laman halodoc dijelaskan kandungan gula pada kental manis mencapai 50%. Hal ini membuat kental manis tidak dapat diberikan sebagai susu kepada anak karena dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes.

Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, dr. Erna Yulia Soefihara, mengatakan edukasi kental manis akan terus dilakukan oleh pihaknya. Edukasi dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peruntukan kental manis dan mencegah penggunaannya sebagai pengganti susu anak. 

“Kental manis sebagai pengganti susu sangat berisiko kesehatan karena kandungan gulanya yang tinggi dapat memicu masalah kesehatan untuk anak,” ungkap dr Erna. 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU