29 October 2026
HomeBeritaKesehatanDokter Brawijaya Antasari: Pemeriksaan Kesuburan Dini Bukan Hanya Urusan Perempuan

Dokter Brawijaya Antasari: Pemeriksaan Kesuburan Dini Bukan Hanya Urusan Perempuan

SHNet, Jakarta – Ingin segera memiliki momongan? Jangan hanya menyalahkan atau memeriksakan pihak perempuan. Kesuburan merupakan persoalan pasangan, sehingga pemeriksaan sejak dini perlu dilakukan oleh suami dan istri untuk mengetahui penyebab sulit hamil serta menentukan penanganan yang tepat.

Pesan tersebut disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas dan endokrinologi reproduksi RS Brawijaya Antasari, dr. Mohammad Haekal, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, MIGS. Ia menegaskan, faktor laki-laki juga berperan dalam infertilitas sehingga evaluasi medis perlu melibatkan kedua pasangan.

Menurut dr. Haekal, pemeriksaan kesuburan membantu dokter menentukan langkah yang paling sesuai, mulai dari upaya kehamilan alami, inseminasi, hingga program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Salah satu faktor yang memengaruhi peluang kehamilan adalah usia perempuan. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur cenderung menurun, sehingga peluang keberhasilan program kehamilan juga dapat terpengaruh.

“Kalau pasangan yang menjalani IVF di bawah 35 tahun, angkanya jauh lebih tinggi. Bisa mencapai 65 persen. Tapi kalau sudah mencapai 35 tahun, peluangnya bisa turun menjadi sekitar 30 persen,” jelas dr. Haekal.

Meski demikian, peluang keberhasilan setiap pasien berbeda, bergantung pada kondisi medis, usia, dan metode penanganan yang digunakan.

Ia menyarankan pasangan berkonsultasi apabila belum memperoleh kehamilan setelah 12 bulan berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih awal jika perempuan berusia 35 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, dan gangguan menstruasi.

Pemeriksaan terhadap laki-laki juga penting untuk mengetahui kualitas sperma dan kemungkinan faktor lain yang memengaruhi kesuburan.

Layanan Bayi Tabung Terus Berkembang

Kemajuan teknologi reproduksi berbantu memberikan harapan bagi pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Namun, program bayi tabung bukan satu-satunya pilihan karena penanganan harus disesuaikan dengan penyebab infertilitas.

Layanan BNI IVF di RS Brawijaya Antasari mulai beroperasi pada Oktober 2023. Berdasarkan data yang disampaikan dr. Haekal, layanan ini mencatat 45 siklus stimulasi IVF pada 2024 dan 45 siklus pada 2025. Hingga September 2026, jumlahnya meningkat menjadi 50 siklus.

Dalam prosedur IVF, ovarium distimulasi menggunakan obat untuk membantu pematangan sel telur. Sel telur kemudian diambil dan dipertemukan dengan sperma di laboratorium. Embrio yang terbentuk dapat dipindahkan ke rahim atau dibekukan untuk digunakan kemudian, sesuai kondisi pasien.

Selain bayi tabung, layanan fertilitas juga meliputi inseminasi, pembekuan embrio, sel telur dan sperma, serta tindakan bedah minimal invasif seperti laparoskopi dan histeroskopi.

Dr. Haekal menyebutkan angka keberhasilan IVF yang terakhir tercatat di layanan tersebut berada di kisaran 45 persen. Namun, angka keberhasilan perlu dipahami berdasarkan karakteristik pasien dan indikator yang digunakan, seperti keberhasilan per siklus pengobatan, pemindahan embrio, atau kelahiran hidup.

Karena itu, pasangan perlu berdiskusi dengan dokter untuk memahami peluang keberhasilan dan menentukan pilihan penanganan yang realistis.

Kehamilan kembar juga bukan tujuan utama program bayi tabung. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk kelahiran prematur dan gangguan kesehatan pada ibu maupun bayi.

Pada akhirnya, upaya memperoleh keturunan bukan hanya tentang seberapa cepat kehamilan terjadi, tetapi juga bagaimana memastikan prosesnya. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU