SHNet, Jakarta- Dua organisasi yang punya kepedulian tinggi untuk berbagai kepada masyarakat yang membutuhkan, yaitu Yayasan Se-Ide dan Perinma atau Perhimpunan Eropa untuk Indonesia maju, bersinergi dan menggelar acara bersama di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita di kawasan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan. Sekitar 60-anak dan remaja yang biasa aktif belajar di taman baca itu hadir.
Yayasan Se-Ide adalah organisasi sosial yang menghimpun dana dan kepedulian dari anggota, simpatisan, serta komunitas jejaring di dalam dan luar negeri. Secara berkala menyelenggarakan kegiatan sosial dengan menyalurkan makanan, minuman, dan dukungan langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Adapun visi Se-Ide menjadi wadah sosial yang menghubungkan kepedulian menjadi aksi nyata, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Sedangkan misinya, menghimpun dan mengelola dukungan sosial dari anggota, simpatisan, dan jejaring komunitas. Seperti menyalurkan bantuan secara langsung kepada kelompok yang membutuhkan, membangun kolaborasi dengan komunitas sosial di Indonesia dan luar negeri dan mendorong budaya berbagi yang sederhana, manusiawi, dan berkesinambungan
Sementara Perinma (Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju) adalah organisasi nirlaba yang menghimpun masyarakat Indonesia atau diaspora Indonesia yang tinggal dan menetap di 16 negara Eropa. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah untuk mempererat hubungan antardiaspora sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Perinma menarik untuk diperhatikan karena memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia di luar negeri dapat berperan dalam pendidikan, sosial, kemanusiaan, ekonomi, budaya, dan pembangunan Indonesia
Acara yang digelar akhir bulan Oktober itu membawa kegembiraan bukan saja pada pegiat dua organisasi tersebut, tetapi juga anak-anak dan remaja yang pada akhir acara, menerima bingkisan dan hadiah kuis bagi yang dapat menjawab pertanyaan di sela-sela acara.
Sebelum pembukaan, acara dimulai dengan menyanyikan lagu TBM Bukit Duri Bercerita yang syairnya mengajak anak-anak membaca dan irama musiknya membuat anak-anak bergembira.
Pada acara ini, anak-anak dan remaja menghias wajah dengan beragam gambar. Adapun yang merias adalah remaja yang juga aktif bila ada kegiatan untuk kalangan mereka di TBM Buit Duri Bercerita. Jadilah acara akhir pekan ini begitu ceria dan kadang lucu.
Tuan rumah yakni pendiri dan pengelola TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih membuka acara ini didampingi para pengurus dua organisasi sosial ini yaitu Ketua Yayasan Se-Ide, dr. Kusman Suriakusumah, Ketua Perinma, dr. Gretty, dan anggota Perinma, Ibu Eva, dan Farry Yusbiakto.
Dalam sambutan singkatnya, Safrudiningsih mengatakan, TBM yang didirikannya sangat terbuka dengan berbagai kalangan untuk menjalin sinergi bagi kepentingan bersama, terutama peningkatan minat baca dan keterampian menulis, serta semakin tingginya semangat belajar dan menggapai cita-cita.
Selama ini, TBM Bukit Duri Bercerita telah menjalin kerja sama untuk mengadakan kegiatan atau pembelajaran denganperguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, UIN Ciputat, Universitas Yarsi, IMDE. dan YAI. Begitu juga dengan komunitas-komunitas dan organisasi internasional seperti Lions Club International.

Ruang Tumbuh Kembang Anak yang Sehat
Ketua Yayasan Se-Ide, dr. Kusman Suriakusumah dalam sambutannya mengatakan,Taman Bacaan Anak (TBA) bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi dapat menjadi ruang tumbuh kembang anak yang sehat secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Gagasan ini sangat menarik apabila dikembangkan menjadi program pendidikan masyarakat yang “Mengapa taman bacaan berhubungan dengan kesehatan mental?” katanya?
Menurut dr. Kusman, ada beberapa manfaat yang dapat dikembangkan:
- Mengembangkan kecerdasan emosional Melalui cerita, anak belajar mengenali perasaan seperti sedih, takut, marah, bahagia, dan kasih sayang.
- Meningkatkan rasa percaya diri Anak diberi kesempatan membaca, bercerita, bertanya, dan mengemukakan pendapat.
- Mengurangi kecemasan dan kesepian Taman bacaan menjadi tempat aman untuk berinteraksi, bermain, dan mendapatkan perhatian orang dewasa.
- Mengembangkan empati Cerita tentang persahabatan, keluarga, dan kehidupan sosial mengajarkan anak memahami perasaan orang lain.
- Mengurangi ketergantungan pada gawai anak mempunyai alternatif kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan melibatkan interaksi sosial.
- Kusman juga mengutarakan satu gagasan filosofis. Menurutnya, buku dapat menjadi jembatan antara dunia pikiran anak dan dunia nyata. Anak membaca untuk memperoleh pengetahuan, tetapi melalui cerita anak juga belajar memahami dirinya sendiri dan orang lain. Membaca membangun kecerdasan, sedangkan memahami cerita kehidupan membangun kematangan emosional.
Sementara Ibu Eva yang juga dari Yayasan Se-Ide dan juga anggota Perinma mengatakan, rasanya senang sekali bisa berkumpul bersama. Anak-anak, bahagia terharu bisa bernyanyi bersama, menikmati kelucuan mereka, dan berharap tidak hanya sampai disini pertemuan kita, semoga kita bisa mengurai atau mungkin meng edukasi masalah yang dialami , anak-anak kita.
“Terimakasih atas sambutan yang hangat dari tuan rumah pak Suradi dan ibu Ning (Safrudiningsih). Dan berharap kita bisa bekerjasama yang lebih banyak lagi dengan Se- Ide, terakhir mohon maaf atas kekurangan kami,” kata Ibu Eva.

Perinma dan Berbagi
Sementara itu, Ketua Perinma, Gretty mengatakan, Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju atau Perinma yang anggotanya ada di 16 negara Eropa sangat peduli kepada masyarakat Indonesia. Karena itu. Perinma selalu berupaya untuk membantu kepada masyarakat Indonesia yang memang perlu dan harus dibantu.
”Dalam kaitan acara ini, kita berkolaborasi dengan Yayasan Se-Ide, karena kita punya kepedulian yang sama dan di TBM Bukit Duri Bercerita ini, kita menggelar acara yang bertujuan untuk saling berbagi,” kata Gretty. (sur)

