İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

24 February 2024
HomeBeritaAntisipasi Kabakaran di TPA, Pemulung Diberi Pelatihan Keselamatan dan Keamanan Kerja

Antisipasi Kabakaran di TPA, Pemulung Diberi Pelatihan Keselamatan dan Keamanan Kerja

(ist)

SHNet, Tangerang – Sebanyak 300 orang pemulung mengikuti pelatihan Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang, Banten, Senin, 15 Januari 2024. Para pemulung juga diberi pemahaman mengenai pencegahan kebakaran di TPA tersebut.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) didukung oleh Pemerintah Kota Tangerang dan produsen air mineral dalam kemasan, Danone Aqua Indonesia.

Ketua Umum IPI, Pris Polly Lengkong, menjelaskan pelatihan ini dilatari oleh peristiwa terbakarnya TPA Rawa Kucing pada 20 Oktober 2023. Ketika itu, sekitar 80 persen dari 34 hektare luas TPA tersebut, termasuk bangunan gudang timbang , terbakar.

“Agar peristiwa kebakaran itu tidak terulang, para pemulung diberi pelatihan tentang K3 dan pencegahan terhadap kebakaran,” kata Pris sapaan akrab Pris Polly Lengkong.

Dalam pelatihan tersebut, para pemulung diberi pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran di TPA, seperti tidak merokok di area TPA. Mereka juga harus menjaga keselamatan diri dengan menggunakan perlengkapan kerja yang memadai.

“Kami membagikan alat pelindung diri (APD) dan sepatu boot kepada para pemulung ,agar mereka lebih terlindungi ketika bekerja. Kami berharap pelatihan ini dapat berdampak pada kesejahteraan pemulung,” kata Pris.

Di TPA Rawa Kucing ada sekitar 400 pemulung yang menggantungkan hidupnya dari sampah. Mereka bekerja memilah sampah lalu menjual hasil pilahannya ke pelapak. Padahal Pemerintah punya perangkat TPS3R yang seharusnya pemilahan dilakukan di tingkat ini.

“Tapi sistem yang dibangun Pemerintah kurang maksimal, sehingga masih banyak yang bocor ke TPA, kebocoran itulah yang dimanfaatkan pemulung dengan cara memilah sampah,” kata Pris.

TPA Rawa Kucing di desa Neglasari, Kota Tangerang yang berberoperasi sejak1992 dikelola oleh Pemerintah Kota Tangerang. TPA seluas 34 hektare ini sejatinya hanya dapat menampung 900–1.000 ton per hari, tapi saat ini, sampah yang dibuang ke sana mencapai 1400 ton per hari.

Sarni, 42 tahun, pemulung yang juga anggota IPI menyatakan terima kasih atas pelatihan dan pemberian bantuan Alat Pelindung Diri (APD). “Sepatu ini akan saya pakai agar tidak kena beling, paku atau kutu air,” kata dia.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengolahan Sampah DLH Kota Tangerang, Iwan S.Pd mengapreasi pemulung di TPA Rawa Kucing yang telah membantu mengurangi sampah di TPA.

“Saya berharap pemulung ikut menjaga keamanan dan ketertiban di TPA Rawa Kucing, terutama dari bahaya kebakaran, misalnya tidak merokok di TPA,” kata Iwan.

Sementara itu, Senior Manager Packaging Circularity Danone Indonesia, Jeffri Ricardo, mengatakan Edukasi ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pemulung. Pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah pasokan kemasan plastik paska konsumsi untuk didaur ulang.

“IPI dengan jaringan pemulung merupakan salah satu rantai pasok untuk meningkatkan daur ulang kemasan plastik dan mendorong percepatan ekonomi sirkular,” kata Jeffri. (mayhan)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU