20 April 2026
HomeBeritaBasoeki Abdullah Art Award #5: Kesempatan Emas bagi Seniman Muda Indonesia untuk...

Basoeki Abdullah Art Award #5: Kesempatan Emas bagi Seniman Muda Indonesia untuk Unjuk Karya

SHNet, Jakarta-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Indonesian Heritage Agency (IHA) telah membuka registrasi untuk kompetisi Basoeki Abdullah Art Award (BAAA) ke-5. Kompetisi dua tahunan yang dikelola oleh Museum Basoeki Abdullah kembali hadir untuk menjaring talenta muda di bidang seni rupa Indonesia berusia 17-35 tahun, dengan total hadiah mencapai Rp500 juta untuk 5 pemenang. Selain itu, 30 karya finalis akan dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia pada 21 November hingga 8 Desember 2024. Pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka sejak 13 September hingga 25 Oktober 2024.

Kompetisi ini merupakan wadah bagi para seniman muda Indonesia untuk menunjukkan potensi terbaik mereka dalam menciptakan karya-karya seni yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman gagasan dan relevansi dengan kondisi sosial budaya saat ini. Kurator Mikke Susanto, salah satu juri dalam ajang ini, menyampaikan, “Basoeki Abdullah Art Award menjadi salah satu jembatan yang membuka kesempatan bagi seniman muda di seluruh Nusantara untuk menunjukkan potensi mereka. Hal ini penting untuk menyeimbangkan perkembangan seni rupa di seluruh Indonesia.”

Selain memberikan apresiasi terhadap karya seni rupa, Basoeki Abdullah Art Award ke-5 bertujuan untuk memperkuat ekosistem seni rupa nasional dengan memfasilitasi ruang bagi seniman muda untuk berekspresi, bereksperimen, dan berbagi pengetahuan. “Basoeki Abdullah Art Award bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga merupakan ajang edukasi, refleksi, dan kolaborasi. Kami berharap kompetisi ini bisa memperluas keterlibatan masyarakat dalam ekosistem seni rupa Indonesia,” ujar Penanggung Jawab Unit Museum Basoeki Abdullah, Luthfia Rahmah.

Dewan juri BAAA ke-5 terdiri dari nama-nama besar di dunia seni rupa Indonesia, seperti Mikke Susanto, Alia Swastika, Amalia Wirjono, Ricky Pesik, dan Wiyu Wahono. Dewan juri akan mengevaluasi karya berdasarkan beberapa kriteria utama, seperti kontekstualisasi dan relevansi karya dengan isu-isu masa kini, kekuatan konsep atau gagasan, imajinasi dan narasi, teknik pembuatan—termasuk penggunaan media dan presentasi—serta visi dan pemikiran seniman.

Untuk pertama kalinya dalam perjalanan penyelenggaraan Basoeki Abdullah Art Award, kategori karya seni yang dapat diikutsertakan diperluas. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan dengan perkembangan seni rupa kontemporer. Karya seni rupa yang dapat diikutsertakan meliputi 1) karya dua dimensi seperti lukisan, grafis, gambar, digital, tapestri, dan lainnya; 2) karya tiga dimensi seperti patung, keramik, instalasi, dan bentuk seni lainnya; 3) proyek karya berbasis komunitas (socially engaged art); serta 4) seni media seperti video, digital, performance art, seni bunyi, light art, seni lingkungan, bio art, dan lainnya. Semua karya harus merupakan hasil ciptaan dalam dua tahun terakhir dan belum pernah memenangkan penghargaan dalam kompetisi lainnya.

Langkah memperluas kategori ini bertujuan untuk membuka lebih banyak peluang bagi seniman muda di berbagai bidang seni rupa dan menjaga relevansi ajang kompetisi dengan perkembangan seni rupa masa kini. Hal ini sejalan dengan misi IHA untuk menjadikan museum sebagai ruang publik yang inklusif, edukatif, dan dinamis. Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra menyampaikan, “Penghargaan ini tidak hanya menghidupkan kembali semangat nasionalisme yang diwujudkan dalam karya seni, tetapi juga memperkuat komitmen kita untuk mendukung keberlanjutan ekosistem seni rupa Indonesia serta mendorong keterlibatan seniman muda di ranah profesional, mendorong adanya regenerasi, lahirnya maestro-maestro baru tanah air di bidang seni rupa.”

Tentang Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency)

Indonesian Heritage Agency (IHA) merupakan badan layanan umum di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Terbentuk pada tahun 2022 dan diresmikan menjadi badan layanan umum per 1 September 2023, IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.

IHA mengedepankan peningkatan pelayanan yang berbasis perlindungan sebagai prioritas utama. Dengan merangkul kreativitas dan mengusung semangat kolaborasi yang inklusif. IHA secara kolektif berkontribusi untuk membuka wawasan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia yang beragam.

Tentang Museum Basoeki Abdullah

Museum Basoeki Abdullah merupakan bukti nyata dari nasionalisme seorang maestro lukis Indonesia. Terletak di bilangan Jakarta Selatan, Museum Basoeki Abdullah memiliki 123 koleksi lukisan, 720 benda seni, dan 3.070 buku. Basoeki Abdullah adalah seorang pelukis terkemuka di Indonesia yang terkenal karena dedikasi dan kemasyhuran karyanya. Kecintaannya terhadap seni dan bakat luar biasa terlihat dari belia dengan karya lukisan tokoh Mahatma Gandhi di usia 10 tahun.

Di bawah naungan Indonesia Heritage Agency (IHA) sebuah badan layanan umum pengelola museum dan cagar budaya, warisan Basoeki Abdullah terus menginspirasi para seniman dan pecinta seni, menjadi bukti kekuatan seni untuk melampaui batas dan menyatukan masyarakat lintas budaya. Karya-karyanya mengingatkan kita akan keindahan dan keberagaman Indonesia, sekaligus menyoroti pentingnya melestarikan dan merayakan warisan kita bersama yang dikumpulkan di Museum Basoeki Abdullah. Salah satu kontribusi Museum Basoeki Abdullah terhadap edukasi dan pengembangan seni rupa adalah kegiatan Basoeki Abdullah Art Award yang telah menginspirasi dan mendorong lahirnya generasi penerus dunia seni rupa nasional.(sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU