30 April 2026
HomeBeritaKesraBegini Modus Kejahatan Perbankan Digital, Waspadai!

Begini Modus Kejahatan Perbankan Digital, Waspadai!

SHNet, Jawa Barat— Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Jumat, (21/07/2023), di Jawa Barat.

Tema yang diangkat adalah “Waspada Kejahatan Perbankan Digital: Lindungi Datamu, Amankan Uangmu” dengan menghadirkan narasumber Ketua Program Studi Perdagangan Internasional Wilayah ASEAN dan RRT Politeknik APP Jakarta Bayu Prabowo Sutjiatmo; Vice President of Direct Sales and RetailEast Java Balinusra Indosat Ooredoo Hutchison Heny Tri Purnaningsih; dan Dosen Teknik Geomatika FT Unitomo Yunus Susilo.

Bayu Prabowo Sutjiatmo mengingatkan potensi bahaya kejahatan keuangan di era digital sekarang ini.

Menurut dia, banyak sekali malware yang merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam dan bisa mencuri data pribadi atau informasi penting dalam perangkat/gawai. Marak pula peretasan akun dan PIN mobile banking.

“Bentuknya macam-macam. Ada yang lewat peretasan akun, impersonasi, penjual palsu, lowongan kerja palsu, atau modus percintaan,” katanya.

Saat ini juga sedang marak penipuan online dengan modus file APK yang dikirim seolah-olah dari kurir paket atau ajakan undangan pernikahan. Saat diklik, file tersebut akan ter-install dalam ponsel korban dan mulai meretas informasi yang ada di dalam ponsel tersebut.

Tak jarang korban merugi lantaran uang dalam tabungannya terkuras lewat akun mobile banking.

Heny Tri Purnaningsih menyarankan, ada sejumlah cara untuk melindungi data pribadi kita agar amandari peretasan. Caranya antara lain me-nonaktifkan cookies, menggunakan window browser pribadi,memilih mesin penelusuran yang aman, meng-install browser yang terenkripsi, menggunakan virtual private network, dan menggunakan mesin virtual.

“Pastikan keamanan dari gawai yang kita gunakan, termasuk media sosial dan aplikasi perpesanan,dengan menggunakan kata sandi yang kuat. Kata sandi yang kuat berupa kombinasi huruf dan angka,”tuturnya.

Mengenai upaya terhindar dari kejahatan perbankan digital, menurut dia, perlindungan utamanya adalah menjaga informasi pribadi dengan tidak memberikan PIN atau kata sandi kepada siapapun. Selalu memeriksa detail setiap informasi transaksi yang dilakukan, yaitu apakah sudah sesuai dan nomor rekening sudah benar.

Berikutnya adalah mewaspadai spam link dan selalu menggunakan jaringan pribadi. “Apabila sudah terlanjur menjadi korban kejahatan perbankan digital, segera hubungi bank tempat kita menabung dan melapor ke pihak berwenang atau kepolisian. Jangan lupa untuk menambah fitur keamanan tambahan pada perangkat kita,” ucapnya.

Sementara itu, Yunus Susilo memaparkan tentang etika dalam bertransaksi digital. Menurut dia, ada tujuh hal penting yang harus diperhatikan dalam setiap bertransaksi secara digital. Ketujuh hal tersebut adalah menjaga keamanan data, menggunakan surel khusus, mengaktifkan keamanan dua langkah,selalu merespons pada pihak yang resmi, verifikasi ulang setiap teman transaksi, mengganti PIN atau kata sandi secara berkala, dan menggunakan limit kartu kredit terendah.

“Selain itu, bisa juga dengan mendaftarkan diri untuk menerima peringatan pencurian identitas oleh beberapa bank yang sudah memberikan layanan semacam itu,” ujar Yunus.

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia MakinCakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan NasionalLiterasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui website literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan KanalYoutube Literasi Digital Kominfo. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU