SHNet, Jakarta-Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pembayaran nirsentuh di gerbang tol perlu segera diterapkan. Sebab, pembayaran dengan melakukan tap dinilai menjadi biang kerok kecelakaan di gerbang tol.
Adanya pembayaran nirsentuh dapat mengurangi angka kecelakaan akibat penumpukan kendaraan di gerbang tol seperti yang baru-baru ini terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2, Bogor, Jawa Barat.
“Dari sisi teknologi untuk mengurangi angka kecelakaan, kita mungkin menyarankan kepada pemerintah untuk tidak atau meninggalkan pemakaian sistem tap yang dia harus berhenti,” kata Dasco.
Dasco menyebut, metode pembayaran nirsentuh dapat mengadopsi sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) yang sudah jamak di luar negeri. Hal itu terbukti ampuh mengurai penumpukan kendaraan saat memasuki gerbang tol.
“Harusnya itu kemudian dapat dipakai teknologi yang lebih maju bagaimana melakukan pendeteksi pembayaran tanpa mobil harus berhenti, kan itu di beberapa negara sudah ada,” ucap Dasco.
Hal senada juga disampaikan oleh pengamat transportasi publik, Agus Pambagio yang menyebut sistem pembayaran tol yang ia nilai sudah cukup tertinggal. Menurutnya, pembayaran tol saat ini seharusnya tidak lagi melakukan tap di gerbang tol.
Agus menyebut di luar negeri seperti di eropa sudah tidak lagi memerlukan tap saat melakukan pembayaran. Hal dapat meminimalisir risiko kecelakaan yang terjadi akibat penumpukan kendaraan di gerbang tol.
“Sistem tolnya sudah seharusnya nggak usah pakai pintu. Kan [ada] MLFF itu kan Multi Lane Free Flow. jadi semuanya lewat aja kalau anda keluar negeri naik mobil nyetir itu sudah nggak lagi tempel-tempel,” kata Agus.
Meski begitu, Agus menyebut sejumlah ruas tol sebenarnya sudah ada sistem pembayaran nirsentuh, namun masih kurang dalam mengembangkannya. Hal itu lantaran pemerintah tidak konsisten dalam memilih sistem pembayaran nirsentuhnya..
Awalnya, pemerintah ingin menerapkan sistem airflow yang menggunakan Radio Frequency Identification (RFID). Namun, pemerintah beberapa tahun terakhir coba mengganti ke global navigation satellite system (GNSS).Perubahan penerapan sistem tersebut dinilai membuat penerapan pembayaran nirsentuh tidak berjalan secara maksimal.
“Tetapi tiba-tiba muncul sistem baru GNSS dari Hongaria itu kira-kira, muncul 3-4 tahun yang lalu sehingga oleh Menteri PUPR itu dihentikan yang airflow. tapi sampai sekarang urusannya enggak jelas,” ungkap Agus.
Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan di gerbang tol kerap terjadi dan mengganggu mobilitas serta keselamatan pengguna jalan. Bahkan, Sebelumnya, kecelakaan beruntun juga pernah terjadi di lokasi sama, di Tol Jagorawi Km 41, Kota Bogor pada Rabu di tahun 2023.
Selain itu, juga terdapat kecelakaan serupa pada maret 2024, dimana terjadi tabrakan beruntun di gerbang tol Halim Utara, arah Bekasi ke Tol Dalam Kota. Sebanyak tujuh kendaraan terlibat dengan beberapa ringsek.
Kecelakaan juga pernah terjadi Gerbang Tol Cikupa pada tahun 2021, saat itu sebuah truk mengalami rem blong dan menabrak beberapa kendaraan di Gerbang dan menyebabkan kerusakan signifikan. Selain itu juga terdapat Kecelakaan di Gerbang Tol Kalikangkung pada 2020 yang melibatkan beberapa kendaraan. (FRY)

