29 November 2022
HomeBeritaPesona Keindahan Persawahan Bertingkat Desa Detusoko Barat Flores

Pesona Keindahan Persawahan Bertingkat Desa Detusoko Barat Flores

SHNet, Jakarta – Desa Detusoko Barat tak jauh dari  Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Desa Detusoko Barat ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2021 dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Desa Detusoko Barat menawarkan keindahan alam Flores lewat areal persawahan bertingkat yang dihiasi tanaman pertanian dan perkebunan. Desa menyajikan wisata agro seperti susur sawah, panen kopi Detusoko, wisata kuliner, wisata edukasi dan tarian adat, serta berbagai atraksi lain.

Bahkan, ada beberapa tempat foto menarik bagi pengunjung, salah satunya jembatan Kali Loworia yang berwarna-warni tepat di tengah persawahan. Karena menjadi desa penyangga Taman Nasional Kelimutu, konsep pengembangan wisata Detusoko Barat tentunya berintegrasi dengan desa lainnya.

Tak sebatas memberikan paket wisata, mereka berinovasi dan menjadikan desa itu sebagai tempat belajar. Desa itu sering dikunjungi oleh orang-orang yang datang hanya untuk mengalami langsung tinggal di desa. Kehadiran orang luar itu tentunya menjadi momentum advokasi dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa pariwisata memberikan peluang pengembangan desa ke depan.

Tantangan baru yang harus dihadapi ialah menjaga ritme pariwisata Detusoko Barat ini tetap berjalan. Pemerintah desa pun membuat strategi untuk memperkuat unit-unit kerja yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi untuk memasarkan berbagai produk wisata. Dua platform yang kini dimiliki Detusoko Barat yakni decotour.bumdeswisata.id dan pasarflores.id.

Dalam platform decotour.bumdeswisata.id, Detusoko Barat menyajikan paket-paket wisata yang bisa menjadi pilihan pengunjung di tiga dusun, yakni Dusun Woloone, Dusun Pemonago, dan Dusun Nuagiu. Selain pilihan paket wisata di tiga dusun, laman itu juga menyediakan pilihan Detusoko Agrotour, Lepa Lio Kafe, Wisata Budaya, Detusoko TrekkingFarmer Field, Transportasi, dan School Field.

Berikutnya platform pasarflores.id dibuat untuk mengakomodir segala produk hasil bumi, baik dari Detusoko Ende maupun wilayah lain seperti Maumere-Sikka, Mbay-Nagekeo, dan Seba-Sabu Raijua. Beberapa produk yang disediakan antara lain produk olahan, sayur satuan, sayur paket, bumbu dapur, buah, beras, dan aksesoris.

Untuk memudahkan pembayaran, Detusoko Barat sudah mendukung transaksi non tunai melalui QR Code bekerja sama dengan Bank NTT. Namun, sayang sistem digitalisasi ini belum sepenuhnya bisa berfungsi di desa karena kurangnya sumber daya manusia yang berkomitmen mengelola platform sosial media. Apalagi, orang tua di desa belum melek teknologi. Guna mendukung itu, pemerintah desa menyiapkan ruang multimedia untuk menyiapkan anak muda desa terlibat dalam pengelolaan pemasaran digital.

Desa Detusoko Barat mengembangkan titik baru area wisata. Dalam konsep yang telah dirancang, pemerintah desa akan menata area pasar, lalu membangun penginapan, jembatan gantung, shelter, kafe tiga lantai, panggung hiburan, tenda camping, serta menata pemandian kolam air panas. Sementara itu sisi pinggir jalan negara akan dijadikan sebagai tempat beristirahat.

Seperti dikutip Antara, Pemerintah Kabupaten Ende menyambut baik rencana tersebut. Bahkan, Bupati Ende Achmad Djafar mendorong agar Detusoko Barat memiliki grand desain desa untuk pembangunan pariwisata. Dia ingin desa memetakan titik-titik wisata yang bisa menjadi jualan bagi pengunjung. Beberapa diantaranya yakni tempat beristirahat dengan banyak pilihan kuliner di sepanjang jalan Trans Flores itu. Lalu, ada kereta gantung yang nantinya menjadi daya tarik bagi warga yang melintasi jalan tersebut.

Jika grand desain itu kuat, pemerintah akan mendorong penganggaran bagi pembangunan daerah itu. Pemerintah pun siap membantu dan mendukung pengembangan pariwisata yang ada di wilayah tersebut.

Desa Percontohan

Potensi pariwisata desa telah membawa Detusoko Barat meraih juara empat kategori desa berkembang dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sendiri telah memasukkan Detusoko Barat sebagai bagian dari Peta Desa Wisata Tematik Floratama dan masuk ke dalam peta perjalanan (travel pattern) tematik Flores.

Detusoko Barat kini menjadi salah satu desa percontohan di Flores yang dijadikan inspirasi bagi desa wisata lainnya. Desa ini memiliki banyak keunggulan, termasuk produk kopi dan kuliner yang sudah siap diserap pasar Labuan Bajo. Oleh karena itu, BPOLBF dan Pemerintah Kabupaten Ende berkolaborasi untuk terus mengembangkan Detusoko Barat sebagai tempat belajar desa wisata. Kawasan ini pun akan menjadi tempat istirahat wisatawan sebelum ke Taman Nasional Kelimutu.

Dengan melihat potensi Detusoko Barat sebagai salah satu desa penyangga, BPOLBF mendorong pengembangan atraksi aktivitas desa, jalur sepeda, wisata sawah, jembatan gantung, dan kafe Lepa Lio yang berlatarkan sawah bertingkat. Selanjutnya, BPOLBF mendorong pengembangan penginapan dalam paket wisata sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama.

Gerakan Kembali ke Desa dengan semangat yang diusung yakni Ayo Pulang Kampung menjadi dasar bagi pengembangan Desa Wisata Detusoko Barat. Masyarakat khususnya anak muda harus berdaya dan mau kembali ke desa untuk mengembangkan semua potensi yang ada. Dengan potensi pariwisata dan kerja kolaborasi semua sektor, Detusoko Barat akan menjadi salah satu desa penyangga Taman Nasional Kelimutu dengan center based ekowisata yang bersaing dan berdaya guna. (Vicky Tjoa)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU