11 August 2026
HomeBeritaDKR Lapor Prabowo, Pasien Bayi Biru Segera Tertolong

DKR Lapor Prabowo, Pasien Bayi Biru Segera Tertolong

JAKARTA – Seorang pasien bayi biru
Ahmad Zhafran Al Fattan berusia 1 bulan akhirnya ditangani oleh RS Jantung Harapan Kita setelah sempat ditolak di UGD dan harus mengantri di tengah padatnya pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit jantung itu. Hal ini terjadi setelah Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) melapor ke Presiden Prabowo Subianto.

Andreas Nur, relawan dari DKR Jawa Tengah  menceritakan, beberapa hari lalu seorang pasien bayi biru asal Magelang dirujuk dari RS Sarjito ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta. Pasien disuruh pulang dan diminta berangkat sendiri ke Jakarta.

Pengurus Nasional DKR segera menghubungi Kementerian Kesehatan meminta agar bisa menertibkan RS Sarjito.

“Tapi petugas di rumah sakit mengatakan pasien sudah pulang, dan itu diluar tanggung jawab Sarjito,” jelas Andreas di Jakarta, Senin (10/8).

Padahal, katanya, sesuai peraturan sudah menjadi tugas tanggung jawab dan kewenangan RS yang merujuk untuk mengantar dengan ambulans dan petugas kesehatan rumah sakit menuju ke rumah sakit rujukan.

Akhirnya DKR Magelang mendorong warga Desa Siaga untuk gotong royong membiayai  ambulans desa didampingi bidan desa mengantarkan pasien dari Magelang ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta.

“Untung desa siaganya aktif dan bisa membantu. Sehingga pasien bisa selamat sampai di RS Jantung Harapan Kita Jakarta.  Bisa dibayangkan kalau pasien dan kekuarga naik angkutan umum. Kalau ada kegawatan siapa yang tangani,” ujar Andreas Nur.

Sesampai di RS Jantung Harapan Kita , pasien langsung dimasukan ke UGD karena pasien dalam keadaan emergency. Namun pihak UGD menolak merawat pasien dan meminta pasien dibawa ke poliklinik. Hal ini sangat beresiko bagi bayi yang dalam kondisi lemah.

Akhirnya Pengurus Nasional DKR lewat pesan WA mengubungi Presiden Prabowo Subianto agar segera menjadi perhatian. Pesan itu juga diteruskan ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kementerian Sekretariat Negara. Pesan itu juga disampaikan ke Ketua Dewan Pembina DKR, Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K).

“Selamat pagi Pak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Menkes Budi Sadikin

Seorang pasien BPJS bayi rujukan dari RS Sarjito Yogyakarta di tolak di UGD RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan disuruh antri di poliklinik. Sampai sekarang belum dipanggil menghadap dokter padahal sudah membiru.

Mohon bantuannya sebelum fatal dan meninggal di antrian poliklinik.

Selang berapa jam kantor Kementerian Sekretariat Negara melaporkan pasien sudah ditangani.

“Siap dok, Pasien sudah di temui dr. Muhadi (Direktur Medik). Saat ini di Poliklinik dokter Jantung Pediatrik,” bunyi teks dari Binbin Tresnadi di Kementerian Sekretariat Negara.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menginformasikan pada Pengurus Nasional DKR bahwa Kementerian Kesehatan sudah menindak lanjuti laporan pasien bayi biru di RS Jantung Harapan Kita itu. “Saya minta diperiksa,” teks pendek dari Menkes.

Ia kemudian dengan WA meneruskan laporan penanganan pasien tersebut kepada Pengurus Nasional DKR.

“Pak Menkes ini pasien sudah ditangani di Polklinik dari jam 9 pagi di Poliklinik RSJHK, sebelumnya ke IGD RSAB Harapan Kita subuh tadi, karena rujukannya ke poliklinik/ rawat jalan , setelah di periksa di IGD ternyata pasien dengan diagnosis TGA IAS pasca tindakan BAS di RS sardjito. Pemeriksaan klinis di IGD di RS Jantung H Kita dari jam 08.30 pagi tadi , kondisi pasien cukup baik, hemorinakik stabil, tidak ada kegawatan yang memerlukan tindakan segera,” ujar pesan itu

“Pasien sudah diperiksa dokter spesialis jantung anak dan dilakukan echo cardiography dan. Xray ,kondisi baik dan stabil. Pasien selanjutnya kami bantu ke rumah singgah khusus pasen penyakit jantung anak dan tetap dalam status rawat jalan untuk evaluasi selanjutnya,” lanjut pesan itu.

“TGA IVS : transposition of great arteries ( tertukar nya posisi arteri dan vena keluar dan masuk jantung) dengan septum jantung yang intact ( IVS : intact ventricularseptum). Rencana akan ada konferensi bedah utk menentukan timing dan jadwal operasi arterial switch,” penjelasan pesan itu pada Menkes.

Pasien dan orang tua akhirnya menginap di rumah singgah menunggu pemeriksaan tindakan berikutnya dari rumah sakit.

“Pasien dan ortu saat ini di fasilitasi utk tinggal di rumah singgah Alesa,” demikian laporan Menkes.

Ketua Dewan Pembina DKR, Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) juga melaporkan penanganan cepat yang dilakukan oleh RS Jantung Harapan Kita itu.

“Bu Fadillah alhamdulillah Pasen cukup baik, Hemo dinamik stabil. Sudah kami periksa echo dan evaluasi spjp konsultan Pediatric, kami sudah fasilitaai rumah singgah utk pasen tsb.” demikian terusan teks disampaikan kepada Pengurus Nasional DKR.

Siti Fadilah mengapresiasi semua pihak yang telah membantu dengan cepat penanganan pasien bayi Ahmad Zhafran Al Fattan berusia 1 bulan dari RS Sarjito itu. Menurutnya baru kali ini dirinya menyaksikan langsung campur tangan seorang presiden menolong pasien bayi kritis untuk mendapatkan pertolongan cepat.

“Terima kasih pak Presiden Prabowo atas bantuannya. Rakyat pasti akan ingat semua ketulusan pengabdian bapak pada rakyat kita,” ujar Siti Fadilah dikutip Bergelora.com di Jakarta, Selasa (11/8)

“Terima kasih juga buat menkes dan RS Jantung Harapan Kita. Dan terima kasih pada senua kader DKR di Yogya, Semarang, Magelang atas semua upaya kerasnya,” ujarbya.

Siti Fadilah mengingatkan bahwa kalau pemerintah bersatu bersama rakyat pasti bisa menyelamatkan banyak orang.

“Presiden yang seperti ini yang kita butuhkan. Ini bukti Prabowo itu presidennya rakyat,” tegasnya.

Untuk itu Siti Fadialh kembali menekan kan agar semua fesa menjadi desa siaga kembali. Agar bisa bersama DKR dan pemerintah memberikan pertolongan darurat yang dibutuhka  rakyat.

“Kita jangan hanya nonton kalau ada rakyat yang membutuhkan pertolongan,” tegas Siti Fadilah.

Siti Fadilah berharap tidak ada agi kejadian serupa sampai presiden dan menteri kesehatan harus turun tangan langsung. (Web Warouw)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU