27 January 2022
HomeBeritaPariwisataDukung Perhelatan MotoGP, Mobil Vaksin Keliling Geber Parekraf Hadir di NTB

Dukung Perhelatan MotoGP, Mobil Vaksin Keliling Geber Parekraf Hadir di NTB

SHNet, Jakarta – Mobil vaksinasi keliling hasil kolaborasi antara Kemenparekraf dengan sejumlah pihak tiba di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama 12 hari mulai dari tanggal 11 hingga 22 Januari 2022, mobil vaksinasi keliling Geber Parekraf akan melakukan vaksinasi dengan target vaksinasi terhadap pelaku parekraf, masyarakat umum, serta anak-anak usia 6-11 tahun.

Mobil vaksin keliling Geber Parekraf juga menyasar masyarakat umum dan anak-anak usia 6-11 tahun. (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Kehadiran mobil vaksinasi keliling ini diharapkan dapat mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi demi terwujudnya herd immunity sehingga dapat mendorong kebangkitan sektor kesehatan dan ekonomi setempat khususnya di Lombok Nusa Tenggara Barat yang tak lama lagi akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event balap kelas dunia, MotoGP.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat meninjau mobil vaksinasi keliling di Kantor Desa Pengengat, Kabupaten Lombok Tengah, mengatakan, mobil vaksinasi keliling tiba di provinsi NTB setelah sebelumnya dimulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Bali.

“Dan sekarang di Nusa Tenggara Barat. Kami ingin memberikan satu sinyal ini adalah Gerak Bersama kita untuk membangkitkan ekonomi bangsa. Khususnya agar perhelatan MotoGP bisa maksimal karena semua (masyarakat) sudah tervaksinasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Hal ini, kata Sandiaga, selaras dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi pada September 2021 bahwa seluruh provinsi di tanah air dapat tervaksin minimal 70 persen di akhir tahun 2021. Terlebih saat ini pemerintah juga tengah berupaya mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun dan juga program booster yang resmi dimulai hari ini.

“Mudah-mudahan varian omicron ini tidak menimbulkan gelombang baru,” kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga secara khusus memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah karena tingkat vaksinasi untuk dosis pertama di Lombok Tengah sudah mencapai 70,93 persen dan dosis kedua sudah melampaui 61 persen.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah mendukung penuh program vaksinasi ini. Saya harapkan keberadaaan mobil vaksin keliling ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah untuk menyasar wilayah-wilayah yang masih rendah capaian vaksinasinya. Saya titip kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB untuk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin,” kata Sandiaga.

Hingga saat ini sudah lebih dari 713.279 masyarakat yang tervaksinasi melalui sentra vaksin yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf yang tersebar di lebih dari 100 lokasi di berbagai daerah. Mobil vaksin keliling ini sendiri telah mendatangi 46 titik di Jabar, Jateng, Jatim, serta di Pulau Bali, serta terbukti efektif untuk mengejar target sasaran yang berada di kawasan pedesaan. Diharapkan makin banyak masyarakat dapat divaksinasi melalui layanan ini.

Mobil vaksin keliling Geber Parekraf didukung sejumlah pihak seperti Enesis Group melalui Antis, Holywings Indonesia, Eiger Share, Reddoorz Indonesia, Homecare24, serta Xendit.

“Terima kasih kepada para mitra yang menunjukkan komitmennya untuk selalu berjalan bersama kami dan terus berinovasi untuk selalu berkolaborasi dalam upaya memulihkan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak oleh pandemi ini, salah satunya melalui vaksinasi,” ujar Sandiaga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Manurung; Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah; Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lendek Jayadi; Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Suardi; serta Kepala Dinas Pariwisata, Yusron Hadi. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU