SHNet, Jakarta – Akses layanan penanganan tumor otak tanpa operasi terbuka kini semakin luas di Indonesia. Siloam International Hospitals melalui Siloam Hospitals Lippo Village menjalin kemitraan strategis dengan PT Gamma Knife Centre Indonesia (GKCI) dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) guna menghadirkan layanan neurologi dan bedah saraf yang lebih modern, presisi, dan terintegrasi bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan di RSPON sebagai langkah memperkuat sistem rujukan nasional dalam penanganan kasus saraf, termasuk tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, hingga gangguan neurologi lainnya.
Kasus tumor otak sendiri terus meningkat di Indonesia. Tumor dapat berasal langsung dari jaringan otak maupun akibat penyebaran kanker dari organ lain seperti paru-paru, payudara, dan ginjal. Namun hingga kini, akses terhadap teknologi penanganan modern yang minim invasif masih terbatas sehingga banyak pasien memilih berobat ke luar negeri.
Melalui kolaborasi ini, pasien diharapkan bisa memperoleh layanan yang lebih cepat dan terintegrasi tanpa harus meninggalkan Indonesia. RSPON akan berperan sebagai pusat rujukan nasional yang melakukan evaluasi dan rujukan pasien, sementara Siloam Hospitals Lippo Village memberikan dukungan layanan terpadu mulai dari administrasi hingga observasi pasien. Di sisi lain, GKCI menghadirkan layanan Gamma Knife Surgery dengan teknologi radiosurgery berpresisi tinggi.
Direktur PT Gamma Knife Centre Indonesia (GKCI), Albern Kusuma mengatakan, kebutuhan penanganan kasus saraf dengan teknologi presisi tinggi terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pasien terhadap Gamma Knife Surgery dengan alur layanan yang lebih terintegrasi bersama Siloam dan RSPON. Ini juga menjadi upaya untuk mengurangi kebutuhan pasien mencari pengobatan ke luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, dr. Adin Nulkhasanah menilai kerja sama ini menjadi bagian penting dalam penguatan layanan neurologi nasional.
“Melalui kerja sama ini, pasien dapat memperoleh akses ke layanan radiosurgery dengan tetap menjaga kesinambungan perawatan di Siloam dan RSPON, sehingga proses penanganan menjadi lebih terkoordinasi dan efektif,” katanya.
Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan komitmen Siloam dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas dengan teknologi modern di Indonesia.
“Melalui sinergi ini, pasien diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi terhadap penanganan kasus saraf dengan teknologi radiosurgery tanpa harus mencari layanan ke luar negeri,” tutup David Utama. (Stevani Elisabeth)

