SHNet, Jakarta-Keberhasilan Tim Nasional Paralympic mempertahankan gelar juara umum pada Asean Para Games 2023 dengan perolehan medali sebanyak 401 (159 emas, 148 perak dan 94 perunggu) merupakan prestasi luar biasa. Dukungan dari berbagai pihak mulai dari para pelatih, tim dari NPC (National Paralympic Centre) Indonesia, Tim CDM sampai tim Medis turut berperan dalam kesuksesan para atlet disabilitas ini.
Redaksi menerima keterangan pers dari Dr Laura Djuriantina, SpKFR, AIFO-K, Kamis (15/06/2023). Dia salah satu tim medis yang bertugas mendampingi para atlet menceritakan bagaimana kesibukannya selama menjalani berbagai tugas medis yang diberikan.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi yang berasal dari Jakarta ini, terbang khusus ke kota Solo untuk bergabung dengan 4 orang rekan dokter lainnya yang juga bekerja mendampingi para atlet disabilitas ini.
Laura menceritakan untuk tim medis ini juga melibatkan rekan2 dari Fisioterapi dan Perawat serta Psikolog, bukan hanya mendampingi disaat atlet cedera. Menangani atlet disabilitas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penanganan atlet pada umumnya. Kebetulan di event APG 2023 di Kamboja kali ini Laura bertugas di cabang olah raga Blind Yudo dan Para Swim.
Sebagai tim dokter, Laura dan rekan-rekannya memiliki tantangan untuk meningkatkan kebugaran dan performa para atlet. Kegiatan untuk memeriksa Kesehatan atlet dan kemungkinan cedera pada saat bertanding adalah tugas utama, dan kadang2 menjadi tempat atlit untuk curhat pungkas Laura.

Risiko Cedera Lebih Besar
Lebih lanjut Laura menambahkan, atlet disabilitas dengan gangguan penglihatan apalagi olah raga Yudo memiliki risiko cedera lebih besar. Misalnya dengan adanya tarikan dan bantingan pada tubuh atlet. Apalagi saat Latihan hal ini dilakukan berulang ulang yang dapat menimbulkan kelelahan yang tinggi. Ditambah suhu di Kamboja yang cukup tinggi sangat mempengaruhi performa dari atlet.
“Saya merasa beruntung dapat dipilih kembali untuk mendampingi atlet disabilitas yang berlaga di Kamboja dimana tahun lalu saat Asean Paragames diadakan Di kota Solo, Laura juga berkesempatan menjadi tim medis untuk mendampingi dan merawat atlet-atlet yang sakit,” kata Laura
Laura yang juga mempunyai hobi berolah raga merasa menjadi dokter atlet adalah pekerjaan yang sesuai dnegan hobinya berolah raga dan sesuai dengan Spesialis yang dipilihnya. Sayang selama ini anak2 dengan disabilitas banyak disembunyikan oleh orang tua mereka. Padahal potensi anak2 disabilitas tidak berbeda dengan anak2 biasa. Mungkin dengan makin banyak nya event2 seperti ini akan mebuka pandangan orang tua terhadap para kaum disabilitas. (sur)

