SHNet, Jakarta-Konsepsi publik tentang tolak ukur kecantikan, memantik konflik internal kita. Dalam perspektif sosial, kecantikan sendiri masih terpaku terhadap kondisi fisiologis yang standarisasinya, merujuk kepada bentuk pengendalian atas kebebasan eksplorasi diri. Tanpa menitikberatkan standar kecantikan yang berlaku pada sebuah sistem sosial, definisi ‘cantik’ tidaklah memiliki kriteria tertentu.
Pernyataan tersebut kemudian direalisasikan dengan digelarnya acara tahunan Prodi Tata Rias dan Busana ISBI Bandung berupa pameran UAS mata kuliah Fotografi Fashion—Behind the Fashion—bertajuk “DE BEAUTE” yang akan dibuka Dr. Mikke Susanto, M.A. Acara dengan urator Astrella Aurellia (Mahasiswa Prodi S-1 Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta) ini diikuti oleh 17 mahasiswa semester 6 di Gedung Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta, Selasa 6 hingga Kamis 8 Juni 2023
Pada kesempatan kali ini, mereka berkolaborasi dengan Prodi S-1 Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta yang menjadi komite di dalamnya. Agenda ini juga menjadi momentum kerjasama MBKM antara 2 prodi di ISI Yogyakarta dan ISBI Bandung. Turut di dukung oleh Prodi D4 Desain Batik & Fesyen ISI Yogyakarta.
Melalui perpaduan antara tata rias dan busana yang dikemas dalam karya fotografi, mereka mengeksplorasi beragam cara rekayasa pesona, demi memperoleh kepercayaan diri berpenampilan tanpa harus mengikuti standarisasi yang ada. Selamat menikmati pameran ini kawan-kawan. (sur)

