8 August 2026
HomeBeritaFHI 2026 Dihadiri Lebih dari 34 Ribu Pengunjung, Perkuat Daya Saing Industri...

FHI 2026 Dihadiri Lebih dari 34 Ribu Pengunjung, Perkuat Daya Saing Industri Hospitality Indonesia melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan

SHNet, Jakarta– Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi menutup penyelenggaraan edisi ke-20 yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 lalu di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema A Thrilling Journey of Excellence That Celebrates the Now and Ignites the Future, FHI menghadirkan 576 perusahaan peserta dari 33 negara, menarik lebih dari 34.000 pengunjung profesional dari 62 negara, serta memfasilitasi lebih dari 2.800 business matchmaking yang mempertemukan pelaku industri, buyer, distributor, hingga pengambil keputusan dari dalam maupun luar negeri.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan industri terhadap FHI sebagai platform bisnis internasional untuk memperluas jejaring, membangun kemitraan strategis, dan membuka akses menuju pasar global. Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini kembali menegaskan posisinya sebagai pameran perdagangan internasional terdepan bagi industri makanan, minuman, dan hospitality di Indonesia.

Diselenggarakan bersama dengan Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), serta ProPak Indonesia, FHI 2026 menghadirkan ekosistem industri yang saling terhubung mulai dari rantai pasok makanan dan minuman, teknologi hospitality, desain interior, pengemasan, hingga solusi manufaktur. Selain menampilkan ribuan produk dan teknologi terbaru, FHI 2026 menghadirkan beragam program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi bisnis, memperluas wawasan industri, dan mendorong inovasi. Program-program tersebut meliputi Business Matching Programme, Innovation Spotlight, Networking Night on Wheels, Beyond Coffee, Wine Masterclass, Culinary Talk, Architectural Workshop, serta berbagai seminar industri yang membahas perkembangan terkini sektor hospitality dan food & beverage (F&B).

Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia 2026, Meysia Stephanie, mengatakan tingginya antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku industri terhadap FHI. “Antusiasme yang kami saksikan selama FHI 2026 menunjukkan bahwa industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia terus bergerak ke arah yang semakin dinamis dan kompetitif. Kami berharap setiap kemitraan yang terjalin selama penyelenggaraan ini dapat menjadi awal kerja sama jangka panjang yang memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” ujar Meysia.

Seminar Industri Dorong Inovasi, Keamanan Pangan, dan Keberlanjutan

Selain menjadi platform kolaborasi bisnis, FHI 2026 juga menghadirkan rangkaian seminar yang membahas isu-isu strategis yang membentuk masa depan industri hospitality dan F&B. Salah satu seminar menghadirkan Perum BULOG, yang membahas topik keamanan pangan dengan memperkenalkan layanan pengendalian hama JASTASMA sebagai solusi integrated pest control bagi industri hotel, restoran, dan katering (HoReCa).
Kepala Divisi Pemasaran dan Manajemen Usaha Perum BULOG, Mochamad Yandra Darajat, menjelaskan bahwa kehadiran BULOG di FHI merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan bernilai tambah bagi industri hospitality. Senada, General Manager UB JASTASMA Perum BULOG, Seymour Magabe, menegaskan bahwa pengendalian hama merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan pangan, kualitas produk, dan standar layanan industri HoReCa.

Transformasi digital turut menjadi sorotan melalui seminar WaterHub bersama Kopi Jago yang mengangkat pentingnya kualitas air dalam menghasilkan cita rasa minuman yang konsisten. Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), WaterHub menghadirkan solusi pemantauan kualitas dan penggunaan air secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Komitmen terhadap keberlanjutan semakin diperkuat melalui seminar FoodCycle Indonesia yang mengangkat konsep Circular Food System sebagai solusi penanganan food waste. Bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, peserta diajak memahami pengelolaan limbah makanan secara bertanggung jawab, mulai dari pencegahan, penyelamatan pangan layak konsumsi, hingga pengolahan limbah organik menjadi kompos. Hingga saat ini, FoodCycle Indonesia telah mendistribusikan lebih dari 2 juta porsi makanan, menyelamatkan sekitar 1.500 ton pangan, dan membantu mengurangi sekitar 4.000 ton emisi CO₂.

Melengkapi pembahasan tentang keberlanjutan, Kopi Kamu mengajak pelaku industri hospitality membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif melalui pemberdayaan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK). Dengan pendekatan strength-based dan metodologi PATH yang dapat mencocokan karakteristik setiap individu dengan kebutuhan industri, Kopi Kamu menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang setara tidak hanya memberikan dampak sosial, tetapi juga mampu meningkatkan loyalitas pelanggan dan menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan.

Workshop dan Masterclass Tingkatkan Kompetensi SDM Industri

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri hospitality, FHI 2026 menghadirkan rangkaian workshop dan masterclass bersama Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia. Berbagai sesi praktik yang dipandu oleh chef profesional untuk berbagi pengetahuan mengenai teknik memasak, butchery, pastry, hingga inovasi kuliner modern.

Presiden ACP Indonesia, Chef Rafael Triloko Basanto, mengatakan bahwa pada penyelenggaraan FHI tahun ini ACP menitikberatkan pada peningkatan kompetensi teknis melalui pembelajaran langsung bersama para praktisi. “Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu meningkatkan kualitas SDM kuliner Indonesia melalui transfer pengetahuan, praktik langsung, serta diskusi bersama para chef profesional,” ujarnya.
Workshop yang diselenggarakan mencakup berbagai topik, mulai dari Butchery Master bersama Chef Steffu Santoso, Modern Indonesian Cuisine bersama Chef Degan Septoadji, Pasta Hand Craft bersama Chef Muhammad Imran, Sugar Showpiece oleh Chef Bryan Benedic, hingga Fruit and Vegetable Carving bersama Chef Giri dan Chef Sobari Firmansyah.

Melengkapi rangkaian tersebut, Indonesia Sommelier Association (ISA) turut menghadirkan Wine Masterclass yang membahas tren industri wine, teknik wine pairing, serta pengembangan kompetensi sommelier sebagai bagian dari peningkatan standar layanan di sektor F&B.

*Kompetisi Internasional Lahirkan Talenta Terbaik Indonesia*
FHI 2026 kembali menjadi panggung lahirnya talenta-talenta terbaik Indonesia melalui berbagai kompetisi profesional di bidang kopi, teh, dan minuman kreatif. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kemampuan, tetapi juga membuka jalan bagi para pemenang untuk mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia.
Pada Indonesia Coffee Competition (ICE) yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), kategori Indonesia Barista Championship (IBC) 2025/2026 berhasil dimenangkan oleh Andika Nugraha dari Curators Coffee Company. Ia akan mewakili Indonesia pada World Barista Championship 2026 di Panama. Posisi kedua diraih Kelvin Deviro dari Catur Coffee Company, sementara posisi ketiga diraih Yanuar Arlief dari Kopi Kenangan.

Setelah vakum selama tujuh tahun, Tea Masters Cup (TMC) kembali diselenggarakan secara langsung di FHI 2026 dengan mempertandingkan kategori Tea Preparation dan Tea Mixology. Kompetisi ini menjadi ajang bagi praktisi specialty tea Indonesia untuk menunjukkan kemampuan teknis, kreativitas, serta inovasi dalam mengangkat karakteristik teh Nusantara.

Pada kategori Tea Preparation, Ade Suharyono berhasil meraih juara pertama, sementara kategori Tea Mixology dimenangkan oleh Raihan M. Tjahjono. Keduanya memperoleh hadiah senilai Rp10 juta sekaligus kesempatan mewakili Indonesia pada kompetisi internasional.

Ketua Specialty Tea Indonesia, Oza Sudewo, mengatakan bahwa kembalinya Tea Masters Cup menjadi momentum penting bagi perkembangan industri teh Indonesia. “Kami berharap para peserta dan pemenang dapat terus menjadi duta teh Indonesia serta memperkenalkan kekayaan teh nusantara di tingkat internasional,” ujarnya.

Sementara itu, World Fashion Drinks Competition (WFDC) Indonesia Division 2027 menghadirkan kompetisi kreasi minuman non alkohol yang mengangkat cita rasa lokal Indonesia. Ariel Campbell berhasil meraih gelar juara, disusul Muh. Ipal Alpikri sebagai runner-up dan William Ekaputra Mulia di posisi ketiga. Ketiga pemenang akan mewakili Indonesia pada babak Final Global WFDC di Shanghai, Tiongkok.

Melalui berbagai kompetisi tersebut, FHI 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga berperan dalam mencetak talenta Indonesia yang siap bersaing dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

Mengintegrasikan Keberlanjutan dalam Setiap Aspek Penyelenggaraan

Komitmen terhadap keberlanjutan (sustainability) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan FHI 2026. Melalui inisiatif Zero Waste, FHI mengimplementasikan berbagai program yang mendukung pengurangan limbah dan penerapan ekonomi sirkular, di antaranya kampanye #BringYourOwnTumbler dengan fasilitas Water Refill Stations oleh WaterHub; manajemen pengelolaan limbah sampah dan limbah makanan yang menggandeng Ecoloop dan FoodCycle sebagai mitra sustainability; UCollect Station bersama Noovoleum untuk pengumpulan minyak jelantah yang akan diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel; EV Charging Stations; serta Beyond Coffee, sebuah inisiatif inklusi sosial yang melibatkan barista dengan Down syndrome sebagai bagian dari pengalaman pengunjung.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, FHI tidak hanya mengangkat isu keberlanjutan sebagai topik diskusi, tetapi juga mengimplementasikan secara nyata dalam setiap aspek penyelenggaraan pameran. Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, mengatakan bahwa FHI 2026 tidak hanya menjadi ajang bisnis, tetapi juga menunjukkan bagaimana praktik keberlanjutan dapat diterapkan secara nyata dalam industri hospitality dan F&B.
“Tidak hanya membahas zero waste secara teori, tetapi FHI 2026 juga menerapkannya secara langsung dalam ekosistem event, sehingga menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di industri ini,” tutup Leonarita.

Keberhasilan penyelenggaraan FHI 2026 semakin menegaskan perannya sebagai platform bisnis internasional yang mempertemukan inovasi, kolaborasi, pengembangan talenta, dan praktik keberlanjutan dalam satu ekosistem. Melanjutkan komitmen tersebut, Food & Hospitality Indonesia (FHI) akan kembali hadir pada 21-24 Juli 2027 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, mengundang pelaku industri, asosiasi, profesional, dan mitra bisnis dari berbagai negara untuk memperluas jejaring, menjajaki peluang bisnis baru, bertukar wawasan, serta membangun kolaborasi yang mendorong daya saing industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia di tingkat regional maupun global.

Informasi mengenai penyelenggaraan FHI berikutnya dapat diakses melalui kanal resmi www.foodhospitalityindonesia.com, serta sosial media Food & Hospitality Indonesia di Instagram (@foodhospitalityindonesia_fhi), Facebook dan LinkedIn (Food & Hospitality Indonesia), serta YouTube (Food & Hospitality Series_ID).

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU